Menu

Mode Gelap

News · 2 Apr 2022 14:29 WIB ·

Polri Masih Koordinasi dengan AS terkait Saifuddin Ibrahim


					Polri Masih Koordinasi dengan AS terkait Saifuddin Ibrahim Perbesar

Jalanhijrah.com. Jakarta – Polri menyatakan tengah berkoordinasi dengan kepolisian di Amerika Serikat (AS) untuk dapat mengamankan Saifuddin Ibrahim yang menjadi tersangka usai meminta 300 ayat Alquran dihapuskan.

Upaya tersebut dilakukan agar proses hukum terhadap Saifuddin yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) itu dapat dilakukan. Pasalnya, Saifuddin saat ini diduga tengah berada di Amerika Serikat.

“Masih ada beberapa data yang harus dilengkapi untuk memastikan kepada kepolisian yang ada di kita tuju itu untuk bisa paling tidak mengamankan yang bersangkutan,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Gatot Repli Handoko kepada wartawan, Jumat (1/4).

Red notice merupakan sebuah mekanisme berupa notifikasi permintaan dari satu negara anggota Interpol ke anggota lainnya–terdiri atas ratusan negara–untuk ikut mencari hingga menangkap buronan.

Dia mengatakan bahwa proses tersebut diambil Polri lantaran selama ini Saifuddin tak mengindahkan panggilan penyidik untuk dapat dimintai keterangannya atas kasus yang menjerat dirinya.

“Kalau dibilang dia ada di luar negeri, kan kami sudah mengimbau kepada yang bersangkutan. Dia sebagai warga negara Indonesia yang baik, bisa hadir memenuhi panggilan penyidik,” ucap dia.

Sebagai informasi, Pendeta Saifuddin dijerat melanggar Pasal 45A ayat (1) Jo Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Baca Juga  Penipuan HTI (1); Pencatutan Ulama Sebagai Aktivis Khilafah

Dalam pasal itu, Saifuddin diduga melakukan ujaran kebencian berdasarkan SARA, pencemaran nama baik, penistaan agama, pemberitaan bohong, dan dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat.

Adapun kasus bergulir usai Saifuddin menyampaikan keluhan terkait sejumlah situasi kehidupan keagamaan di Indonesia kepada Menag Yaqut Cholil Qoumas lewat media sosial.

Dia turut menyinggung masalah kurikulum pesantren dan mengaitkannya dengan radikalisme, serta usulan menghapus 300 ayat Alquran.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

BEM PTNU Gelar Halaqoh Kebangsaan Cegah Radikalisme

5 Februari 2023 - 12:00 WIB

BEM PTNU Gelar Halaqoh Kebangsaan Cegah Radikalisme

Mahmoud Abbas Sebut Israel Merusak Solusi Dua Negara

2 Februari 2023 - 14:25 WIB

Mahmoud Abbas Sebut Israel Merusak Solusi Dua Negara

ASN Didorong Perangi Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat

31 Januari 2023 - 14:00 WIB

ASN Didorong Perangi Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat

Remaja Palestina Tembak Dua Warga Israel di Yerusalem Timur

29 Januari 2023 - 10:51 WIB

Remaja Palestina Tembak Dua Warga Israel di Yerusalem Timur

Salurkan Dana untuk Hizbullah, Pengusaha Lebanon Dijatuhi Sanksi AS

26 Januari 2023 - 10:00 WIB

Salurkan Dana untuk Hizbullah, Pengusaha Lebanon Dijatuhi Sanksi AS

4 Fakta Penangkapan Tersangka Teroris Jaringan ISIS di Sleman

24 Januari 2023 - 12:00 WIB

https://www.harakatuna.com/4-fakta-penangkapan-tersangka-teroris-jaringan-isis-di-sleman.html
Trending di News