Home / Perempuan / Rofiqoh Darto Wahab, Perempuan Generasi Pertama Kasidah

Rofiqoh Darto Wahab, Perempuan Generasi Pertama Kasidah

kasidah Indonesia

Jalanhijrah.com-Siapa tau kasidah? Ya, kasidah merupakan seni musik Islami asli Indonesia. Kasidah biasanya memiliki vokalis perempuan, dan umumnya berbentuk grup. Perempuan dengan suara yang merdu dan indah, serta enak untuk didengar dan terkenal tidak hanya di dunia internasional saja, melainkan ada juga di Indonesia, namanya Rofiqoh. Mempunyai nama asli Rofiqoh Darto Wahab atau biasa di panggil Rofiqoh. Nama Rofiqoh tidak bisa dipisahkan dari salah satu perjalanan dunia musik modern di Indonesia karena Rofiqoh sendiri merupakan perempuan pertama yang dianggap mewarnai generasi awal grup kasidah sehingga berhasil masuk dapur rekaman.

Kehidupan Awal

Lahir pada 8 April 1945 di sebuah kampung yang lingkunganya asri dan indah yaitu Keranji, Kedungwuni, Pekalongan. Rofiqoh merasa beruntung karena sebagai perempuan yang lahir dengan latar belakang keluarga yang religius. Dalam buku Ulama Perempuan Indonesia, Rofiqoh mempunyai keluarga besar dan orang tua yang terpandang.

Ayahnya Rofiqoh merupakan salah satu Kiai terpandang yang ada di kampungnya, dan memiliki sebuah pesantren bernama Munawwirul Anam. Sehingga dari kehidupan yang terpandang dan anugrah anak kiai tersebut yang membentuk karir Rofiqoh menjadi terkenal di masyarakat luas. Karir Rofiqoh terbentuk sejak mulai dia kecil, mulai dari sering mangung dan juga sebagai pembaca kalam al-Qur’an (Qori).

Pendidikan

Anak dari K.H. Munawwir, pengasuh Pesantren Munawwirul Anam Pekalongan yang memiliki ribuan santri, dan ibunya Hj. Munadzorah berasal dari keluarga Pesantren Buntet, Cirebon ini menempuh pendidikannya di beberapa pesantren di daerah terkenal. Rofiqoh menempuh pendidikannya di Mu’allimat Wonopringga (Pekalongan), Pesantren Lasem (Rembang), dan Pesantren Buntet (Cirebon).

Pada saat menempuh pendidikan pesantren di kota Cirebon (Pesantren Buntet) atau pesantren terakhir yang ia jelajahi, dia mulai memantapkan diri untuk banyak belajar dan mengasah kemampuannya membaca Qur’an secara tepat dan indah. Ia merasa dari situlah kelak Rofiqoh menjadikan modal pertama, utama dan sangat penting untuk menjadi penyanyi kasidah.

Menikah

Setelah menyelesaikan pendidikan dari pesantren, Rofiqoh menempuh perjalanan hidupnya untuk memilih berhijrah di kota Jakarta.Dan di kota itulah Rofiqoh menemukan pasangan hidupnya yang mencintainya dan mampu menemaninya berjuang untuk menitih karirnya yaitu seorang jurnalis dan pengacara yang mempunyai nama lengkap Darto Wahab.

Nama Darto Wahab, inilah yang Rofiqoh gunakan untuk nama belakangnya, sehingga nama tersebut pertama kali mucul pada saat di Istana Negara dalam memperingati acara maulid Nabi Muhammad Saw,, di mana dalam acara tersebut Rofiqoh Darto Wahab membacakan ayat-ayat suci al-Qur’an dan berkasidah Habibi Ya Salam.

Generasi Pertama Kasidah Indonesia

Berawal dari membacakan ayat-ayat al-Qur’an dan berkasidah di Istana Negara dalam acara maulid Nabi Muhammad Saw., nama Rofiqoh Darto Wahab melejit di dunia kesenian generasi pertama kasidah Indonesia. Karena penampilannya yang begitu memukai dan itu segera menarik perhatian, termasuk juga beberapa tamu dari Jakarta yang hadir pada acara tersebut.

Dan pada saat itulah Rofiqoh Darto Wahab, mendapatkan tawaran masuk dalam dunia rekaman dengan mendapat dukungan penuh oleh grup musik pemuda yang bernama al-Fata. Al-Fata tersebut merupakan grup di bawah pimpinan A. Rahmat.

Saat grup musik Rofiqoh, memasuki dapur rekaman dan terkenal di berbagai penjuru Indonesia, dan lagu-lagunya mulai dikenal di kalangan masyarakat. Lagu-lagu tersebut seperti seperti Hamawi Yaa Mismis, Ya Asmar latin Sani, Ala ‘ashfuri dan Ya Nabi salam ‘alaik kemudian dengan cepat menjadi populer.

Dan lagu-lagu tersebut seiring dengan perkembangan teknologi sering di siarkan berulang-ulang disiarkan di RRI dan kemudian sering tampil di TVRI,

Pada tahun 1971 setelah terkenal dan disiarkan di dunia televisi, muncullah berbagai kaset yang, membuat Rofiqoh makin melejit dan dengan adanya kaset tersebut memudahkan orang untuk memperoleh lagu-lagu kasidah Rofiqoh tersebut, sehingga dari ketenaran dan melejitnya sosok Rofiqoh sehingga rofiqoh di juluki sebagai bintang atau orang menyebutnya ”Umi kultsum” Indonesia pada masanya.

Penghargaan

Berkat kegigihan Rofiqoh Darto Wahab, yang berperan aktif dalam dunia kesenian dalam seni kasidah dan gambus tersebut. Selain mendapat julukan sebagai bintang kasidah yang bersinar. Rofiqoh Darto Wahab juga mendapat penghargaan HAS atas kategori “Tokoh Sejarah” dalam perjalanan berkesenian warga NU.

Dan di kutip dari media NU online, Rofiqoh mendapatkan penghargaan tersebut karena Rofiqoh merupakan qoriah berbakat yang namanya sebagai penyanyi qasidah dan gambus melambung di era 1960-1980, sehingga Rofiqoh di berikan Hadiah Asrul Sani (HAS) bersama teman-temannya salah satunya Zawawi Imron, Ahmad Tohari, dan Slamet Rahardjo karena mereka merupakan lima orang yang terlibat dalam kegiatan kesenian di lingkungan keluarga NU pada masanya.

Menikmati Masa Tua

Masa muda telah di lalui dengan berperan aktif di dunia kesenian tidak menjadikan Rofiqoh lelah untuk menikmati masa tuanya. Menikmati masa tua bagi Rofiqoh yaitu dengan  mengelola dan memimpin kelompok pengajian Ittihadul Ummahat (Persatuan Ibu-ibu) di kawasan kota legenda di Bekasi Timur, mengelola kelompok pengajian Romuna (akronim dari Rofiqoh, Munawwir, dan Munadzorah), dan Yayasan Gadi Fi Muna yang membawahi majlis taklim, taman kanak-kanan dan sejumlah kegiatan sosial. Sehingga dari berbagai kegiatan majlis ta’lim tersebut Rofiqoh, menjadi muballighah dan aktivis sosial.

Tabrani Tajudin

Tag: