Menu

Mode Gelap

Fikih Harian · 6 Jun 2022 12:00 WIB ·

Makanan Yang Paling Lezat Menurut Rasulullah


					Makanan Yang Paling Lezat Menurut Rasulullah Perbesar

Jalanhijrah.com – Makan adalah salah satu penanda lemahnya manusia. Tanpa makanan manusia akan merasa lemas dan lemah tak memiliki tenaga. Oleh karenanya makan menjadi salah satu sifat naluriah dan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi setiap harinya. Tentu pada umumnya manusia akan memakan makanan yang paling disukainya dulu. Dan berikut makanan yang paling lezat menurut Rasulullah.

Rasulullah bersabda bahwa salah satu makanan favoritnya atau makan paling lezat adalah tsarid. Nabi bersabda

وَإِنَّ فَضْلَ عَائِشَةَ عَلَى النِّسَاءِ كَفَضْلِ الثَّرِيدِ عَلَى سَائِرِ الطَّعَامِ

Artinya: “Keunggulan Aisyah atas wanita lain seperti keunggulan tsarid atas makanan lainnya,” [HR. Bukhari).

tsarid dalam hadis di atas adalah potongan roti yang dicampur kaldu daging, dan Rasulullah sendiri menganggapnya jadi hidangan paling istimewa.

Kaldu yang berunsur daging memang menjadi makanan yang paling lezat. Dalam salah satu riwayat juga diceritakan bahwa Rasulullah menganggap makanan yang paling lezat adalah daging.

Nabi bersabda, “Daging merupakan Sayyid (penghulu atau paling utama) makanan,”

BACA JUGA  Aisyah, Istri Rasulullah Anjurkan Menikah di Bulan Syawal

Oleh karena yang demikian menjadi jelas bahwa Nabi Muhammad itu sangat menyukai daging. Bahkan daging menjadi penghulu dari semua makanan.

Dalam suatu hadis juga diceritakan bahwa Rasulullah menyukai daging yang berada di sekitar tulang punggung. Menurut riwayat Ibnu Abbas, “Nabi memakan daging yang ada di tulang punggung, kemudian setelah itu beliau bangkit dan shalat tanpa berwudu lagi.

Baca Juga  Ingin Punya Anak Saleh, Bacalah Doa Nabi Ini!

Sahabat Umar bin Khattab juga menyatakan bahwa meninggalkan daging membuat seseorang bertabiat buruk. Dan kebanyakan makan daging membuat hati keras.”

Walaupun daging menjadi penghulu atau makanan yang paling enak, namun demikian, tidak dianjurkan mengonsumsi daging secara berlebihan. Syekh Yusri Rusydi al-Hasani seorang ulama dari Al-Azhar yang juga merupakan seorang dokter menyatakan, “Makan daging diposisikan seperti mengonsumsi obat, sekali dalam sepekan atau hari raya saja. Itu bagus sekali.”

Dari penjelasan ini menjadi jelas bahwa daging, atau makanan yang mengandung unsur daging adalah makanan yang paling lezat menurut Rasulullah. Wallahu A’lam Bishowab

Penulis:Ahmad Khalwani

Penikmat Kajian keislaman
Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Pentingnya Menjaga Akidah Saat Terjadi Gerhana

9 Agustus 2022 - 10:00 WIB

Pentingnya Menjaga Akidah Saat Terjadi Gerhana

Hukum Mencium Tangan Penguasa dan Orang Alim, Bolehkah?

8 Agustus 2022 - 15:00 WIB

Harakatuna.com – Salah satu hal yang biasa dilihat adalah banyaknya masyarakat yang mencium tangan orang alim atau penguasa saat bertemu. Hal ini telah menjadi kewajaran, namun demikian apakah mencium tangan orang alim dan atau penguasa ini diperbolehkan dalam Islam? Islam sebagai agama yang kaffah tentu telah mengatur hal apapun secara detail termasuk hukum mencium tangan orang Alim. Dan berikut hukum mencium tangan orang Alim. Dalam hadis Nabi ditemukan beberapa riwayat tentang sahabat yang mencium tangan Rasulullah عَنْ زَارِعٍ وَكَانَ فِيْ وَفْدِ عَبْدِ الْقَيْسِ قَالَ لَمَّا قَدِمْنَا الْمَدِيْنَةَ فَجَعَلْنَا نَتَبَادَرُ مِنْ رَوَاحِلِنَا فَنُقَبِّلُ يَدَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرِجْلَهُ – رَوَاهُ أبُوْ دَاوُد Artinya: “Dari Zari’ ketika beliau menjadi salah satu delegasi suku Abdil Qais, beliau berkata, Ketika sampai di Madinah kami bersegera turun dari kendaraan kita, lalu kami mengecup tangan dan kaki Nabi SAW. (HR Abu Dawud). وَمِنْ حَدِيث أُسَامَة بْن شَرِيك قَالَ ” قُمْنَا إِلَى النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَبَّلْنَا يَده BACA JUGA Berdoa Ibarat Mengetuk Pintu, Ikut Campur Setelahnya adalah Hal yang Melampaui Batas Artinya: “Hadits Usamah bin Syuraik, ia berkata: Kami berdiri ke arah Nabi, lalu kami cium tangan beliau” Dari hadis ini menjadi jelas bahwa mencium tangan orang alim atau penguasa itu diperbolehkan. Terkait hadis ini, Syekh Al-Hashkafi menerangkan bahwa mencium tangan orang alim dan penguasa yang adil itu diperbolehkan وَلَا بَأْسَ بِتَقْبِيلِ يَدِ الرَّجُلِ الْعَالِمِ) وَالْمُتَوَرِّعِ عَلَى سَبِيلِ التَّبَرُّكِ، (والسُّلْطَانِ الْعَادِلِ). Artinya: “Dan tidak apa-apa mencium tangan orang alim dan orang wara’ untuk tujuan mendapatkan keberkahan. Begitu pula kepada penguasa yang adil.” Imam Nawawi sendiri bahkan memberikan hukum sunah mencium tangan orang Alim وَأَمَّا تَقْبِيْلُ الْيَدِ، فَإِنْ كَانَ لِزُهْدِ صَاحِبِ الْيَدِ وَصَلَاحِهِ، أَوْ عِلْمِهِ أَوْ شَرَفِهِ وَصِيَانَتِهِ وَنَحْوِهِ مِنَ الْأُمُوْرِ الدِّيْنِيَّةِ، فَمُسْتَحَبٌّ Artinya: “Adapun mencium tangan, jika karena kezuhudan pemilik tangan dan kebaikannya, atau karena ilmunya, kemuliaannya, keterjagaannya, dan sebagainya; berupa urusan-urusan agama, maka disunahkan” Demikian hukum mencium tangan orang alim dan penguasa, Wallahu A’lam Bisowab

Ini 6 Amal Ibadah Utama di Hari Asyura

7 Agustus 2022 - 13:00 WIB

Ini 6 Amal Ibadah Utama di Hari Asyura

Benarkah Nikah Beda Agama Sebagai Ungkapan Toleransi?

6 Agustus 2022 - 10:00 WIB

Benarkah Nikah Beda Agama Sebagai Ungkapan Toleransi?

Menggunakan Kaos Kaki Saat Shalat, Sahkan Shalatnya?

3 Agustus 2022 - 12:40 WIB

Hukum Azan Di Telinga Bayi Yang Baru Lahir

2 Agustus 2022 - 12:00 WIB

Hukum Azan Di Telinga Bayi Yang Baru Lahir
Trending di Fikih Harian