Menu

Mode Gelap

Milenial · 19 Jan 2022 08:00 WIB ·

Umat Islam Indonesia Emosian, Moderasi dan Toleransi Solusinya?


					Umat Islam Indonesia Emosian, Moderasi dan Toleransi Solusinya? Perbesar

Jalanhijrah.com – Saat ini banyak beredar masalah-masalah terkait polemik pemberian ucapan keagamaan kepada pemeluk agama lain, di mana ada yang membolehkan dan mengharamkan.

Moderasi beragama berperan sebagai penengah terhadap konflik atau masalah tersebut agar fondasi kerukunan antarumat semakin kuat dan rekat serta diperlukan penanaman sikap toleransi. Karena sejatinya terbentuknya kerukunan antar umat berasal dari kesadaran diri sendiri akan pentingnya ‘toleransi’ di tengah perbedaan.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), moderasi berarti penghindaran keekstreman atau kekerasan. Moderasi berasal dari kata “moderat” yang memiliki makna sikap selalu menghindarkan tindakan yang ekstrem dan cenderung ke arah jalan tengah atau penengah.

Ketika moderasi dikaitkan dengan “beragama” menjadi “moderasi beragama” yakni sikap atau tindakan yang menghindarkan atau mewaspadai keekstreman dalam mempraktikkan hal keagamaan. Salah satu hal ekstrem yakni polemik antarumat terkait hukum pemberian ucapan keagamaan kepada pemeluk agama lain yang mempercayai.

Pembolehan dan tidaknya pemberian ucapan keagamaan kepada pemeluk agama lain seharusnya tidak diperdebatkan, karena itu sesuai keyakinan pada diri kita masing-masing dan sesuai niatnya. Sejatinya dalam negara diberikan kebebasan berkeyakinan dan berpendapat serta sesuai penggalan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, di mana “semua perbuatan tergantung niatnya dan bagi tiap-tiap orang apa yang diniatkan.”

Negara Indonesia memiliki salah satu keanekaragaman atau perbedaan, yakni agama. Keanekaragaman tersebut takdir atau kehendak dari Tuhan Yang Maha Esa, yang mana hamba-hambaNya diharuskan untuk menerima takdir itu. Salah satu pembuktiannya dengan cara bersikap toleransi antarumat tanpa memandang siapa, latar belakangnya seperti apa, agamanya apa, sukunya apa, dan lain sebagainya.

Baca Juga  Gus Miftah: Kebencian kepada Pemimpin Picu Kasus Radikalisme

Perbedaan merupakan kehendak Tuhan Yang Maha Esa termaktub dalam Surah Al-Ma’idah ayat 48,

“Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat, namun Allah hendak mengujimu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kamu kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan.”

Oleh sebab itulah sekelompok orang yang terobsesi untuk menyeragamkan pemahaman atau keyakinan menjadi satu sama saja dengan melawan kehendak Allah Subhanahu Wata’ala dan juga dapat meruntuhkan fondasi kerukunan antarumat.

Selain menghadapi perbedaan dengan bersikap toleran, juga dapat dengan mereset prasangka buruk terhadap agama lain. Karena prasangka buruk dapat menjadi pemicu adanya konflik. Munculnya prasangka buruk bisa disebabkan oleh adanya pembenaran agama sendiri dengan beranggapan bahwa agama orang lain ‘salah’.

Menyiarkan agama kita sendiri sangatlah dianjurkan, namun tidak dibenarkan jikalau merendahkan atau tidak menghargai agama orang lain. Hal tersebut seharusnya tidak dilakukan karena termasuk sikap intoleransi yang dibenci oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Oleh sebab itu, kita sebagai umat yang berada di tengah-tengah perbedaan, harus menjunjung tinggi nilai toleransi agar fondasi kerukunan antarumat tidak runtuh atau hancur. Mempersoalkan atau memperdebatkan hal yang bersangkutan dengan agama adalah hal yang sensitif di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara yang beraneka ragam.

Baca Juga  Vaksin jadi Pintu Ajaib

Jadi, moderasi beragama harus diterapkan guna menengahi polemik dengan tidak memihak kelompok mana pun antarumat beragama. Sejatinya antar umat beragama mempunyai visi misi sama, yakni mempertahankan persatuan dan kesatuan dari serangan oknum yang mencoba memecah belahkan negara.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

Baca Lainnya

Literasi Moderat, Kontra-Narasi, dan Upaya Melawan Khilafahisasi NKRI

7 Agustus 2022 - 15:00 WIB

Literasi Moderat, Kontra-Narasi, dan Upaya Melawan Khilafahisasi NKRI

Rahasia Dibalik Tanggal, Bulan dan Tahun Kemerdekaan RI

7 Agustus 2022 - 10:00 WIB

Rahasia Dibalik Tanggal, Bulan dan Tahun Kemerdekaan RI

Mengapa Hijrah adalah Topik Paling Ciamik Antek-Antek Khilafah dalam Berdakwah?

6 Agustus 2022 - 15:00 WIB

Mengapa Hijrah adalah Topik Paling Ciamik Antek-Antek Khilafah dalam Berdakwah?

Etika Penulis Ketika Salah Mengirim Naskah

6 Agustus 2022 - 12:00 WIB

Etika Penulis Ketika Salah Mengirim Naskah

Pahala Menyantuni Anak Yatim di Bulan Muharam

5 Agustus 2022 - 15:00 WIB

Pahala Menyantuni Anak Yatim di Bulan Muharam

Fenomena Jilbabisasi dan Kekerasan Struktural di Sekolah Negeri

5 Agustus 2022 - 12:00 WIB

Fenomena Jilbabisasi dan Kekerasan Struktural di Sekolah Negeri
Trending di Milenial