Menu

Mode Gelap

News · 29 Jul 2022 08:00 WIB ·

Moeldoko Minta Guru Agama Waspadai Wabah Intoleransi dan Radikalisme di Sekolah


					Moeldoko Minta Guru Agama Waspadai Wabah Intoleransi dan Radikalisme di Sekolah Perbesar

Jalanhijrah.com-Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta guru agama mewaspadai wabah intoleransi dan radikalisme di sekolah. Terlebih beberapa hasil survei sebelumnya menyebutkan, bahwa siswa rentan terpapar paham radikalisme dan melakukan aksi-aksi intoleran.

“Ini harus diwaspadai bersama, terutama oleh para guru agama yang punya posisi strategis sebagai ujung tombak dalam moderasi beragama melalui pembelajaran dan pendidikan agama secara komprehensif,” ujar Moeldoko saat bertemu pengurus DPP Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII), di gedung Bina Graha Jakarta, Rabu (27/7/2022).

Moeldoko menegaskan, pendidikan keagamaan agar tidak terjebak pada doktrin dan simbol yang bersifat normatif. Tapi harus mengakomodasi substansi agama itu sendiri dalam perspektif yang universal.

Contohnya ajaran tentang toleransi, kebaikan, akhlak budi pekerti, dan kejujuran. Sehingga, kata Moeldoko, pola pikir anak didik semakin terbuka terhadap ideologi dan komitmen beragama.

“Pembelajaran yang normatif ditambah dengan doktrin-doktrin keagamaan yang tak terkontrol, dapat membuat cara pikir satu arah. Sehingga anak didik tidak mau menerima masukan, bahkan perbedaan,” kata Moeldoko.

Mantan Panglima TNI ini juga menyebut, sekolah menjadi lembaga publik yang sangat tepat untuk menjelaskan apa makna serta pentingnya kemajemukan dan tenggang rasa antar sesama. Sebab, pola pikir dan interaksi anak terbentuk di sekolah. “Sekolah menjadi ruang strategis untuk membentuk mental bagi tumbuhnya watak keberagaman yang kuat. Ini yang harus dijaga,” pesan Moeldoko.

Baca Juga  Armenia dan Azerbaijan Didesak Akhiri Permusuhan

Sementara itu, Ketua Umum DPP AGPAII  Mahnan Marbawi MA mengungkapkan, bahwa isu-isu nasionalisme, ideologi Pancasila, dan moderasi beragama menjadi fokus APGAII dalam pengembangan dan penguatan peran guru agama di Indonesia. Terlebih, tambah dia, dalam konteks lokal sekolah, guru agama merupakan panutan.

“Untuk memperkuat peran strategis guru agama dalam moderasi beragama kami (APGAII) sangat membutuhkan dukungan pemerintah. Salah satunya dalam bentuk pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan,” kata Mahnan.

Penulis

Ahmad Fairozi

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

BEM PTNU Gelar Halaqoh Kebangsaan Cegah Radikalisme

5 Februari 2023 - 12:00 WIB

BEM PTNU Gelar Halaqoh Kebangsaan Cegah Radikalisme

Mahmoud Abbas Sebut Israel Merusak Solusi Dua Negara

2 Februari 2023 - 14:25 WIB

Mahmoud Abbas Sebut Israel Merusak Solusi Dua Negara

ASN Didorong Perangi Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat

31 Januari 2023 - 14:00 WIB

ASN Didorong Perangi Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat

Remaja Palestina Tembak Dua Warga Israel di Yerusalem Timur

29 Januari 2023 - 10:51 WIB

Remaja Palestina Tembak Dua Warga Israel di Yerusalem Timur

Salurkan Dana untuk Hizbullah, Pengusaha Lebanon Dijatuhi Sanksi AS

26 Januari 2023 - 10:00 WIB

Salurkan Dana untuk Hizbullah, Pengusaha Lebanon Dijatuhi Sanksi AS

4 Fakta Penangkapan Tersangka Teroris Jaringan ISIS di Sleman

24 Januari 2023 - 12:00 WIB

https://www.harakatuna.com/4-fakta-penangkapan-tersangka-teroris-jaringan-isis-di-sleman.html
Trending di News