Menu

Mode Gelap

Fikih Harian · 27 Jun 2022 11:00 WIB ·

Doa Ketika Minum Air Zam-Zam


					Doa Ketika Minum Air Zam-Zam Perbesar

Jalanhijrah.com –  Oleh-oleh yang selalu ditunggu oleh masyarakat Islam di seluruh dunia ketika musim haji tiba adalah air zam-zam. Bagi sebagian masyarakat, air zam-zam dianggap sebagai air suci yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Dan perlu diketahui ketika hendak meminum air zam-zam ada etika yang harus diperhatikan yaitu membaca doa. Dan berikut doa yang dibaca ketika minum air zam-zam.

Nabi Muhammad sendiri, dalam sabdanya menyatakan bahwa air zam-zam merupakan yang bisa digunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Selain itu Air zam-zam juga merupakan air terbaik di dunia.

خَيْرُ مَاءٍ عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ مَاءُ زَمْزَمَ فِيهِ طَعَامٌ مِنَ الطُّعْمِ وَشِفَاءٌ مِنَ السُّقْمِ

Artinya: “Air terbaik di seluruh permukaan bumi adalah air zamzam, di dalamnya terdapat makanan (yang membangkitkan) selera, obat dari berbagai penyakit” [HR. Ath-Thabrani]

Dalam keterangan hadis yang lain, air zam-zam juga bisa bermanfaat untuk berbagai hal sesuai yang diniatkan peminumnya, seperti untuk kecerdasan. Nabi Muhammad bersabda

عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال : ماء زمزم لما شرب له (رواه أحمد والحاكم والدارقطني عن ابن عباس، وأحمد عن جابر)

Artinya: “Diriwayatkan dari Rasulullah bahwa sesungguhnya beliau bersabda : Air zamzam diminum bermanfaat sesuai tujuan diminumnya”. [HR. Ahmad, Al-Hakim dan Ad-Daruqutni dari Ibnu ‘Abbas dan Ahmad dari Jabir]

Dan berikut doa ketika minum air zamzam sesuai hadis Nabi Muhammad

Baca Juga  Benarkah RUUPKS Berseberangan dengan Ajaran Agama Islam?

عَنْ عِكْرِمَةَ , قَالَ كَانَ ابْنُ عَبَّاسٍ ” إِذَا شَرِبَ مِنْ زَمْزَمَ , قَالَ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ

Artinya: “Dari Ikrimah. dia berkata. Ibnu Abbas ketika minum air Zamzam pernah berdoa: “Allahumma inni as’aluka ilman nafi’a wa rizqan wasi’a wa syifaan min kulli da’in”. (Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat. rezeki yang luas dan kesembuhan dari segala penyakit). [HR Daruqutni]

Demikian doa yang diajarkan Rasulullah ketika minum air zam-zam. Wallahu A’lam Bishowab.

Penulis: Ahmad Khalwani

Penikmat Kajian keislaman
Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Hukum Mencium Tangan Penguasa dan Orang Alim, Bolehkah?

8 Agustus 2022 - 15:00 WIB

Harakatuna.com – Salah satu hal yang biasa dilihat adalah banyaknya masyarakat yang mencium tangan orang alim atau penguasa saat bertemu. Hal ini telah menjadi kewajaran, namun demikian apakah mencium tangan orang alim dan atau penguasa ini diperbolehkan dalam Islam? Islam sebagai agama yang kaffah tentu telah mengatur hal apapun secara detail termasuk hukum mencium tangan orang Alim. Dan berikut hukum mencium tangan orang Alim. Dalam hadis Nabi ditemukan beberapa riwayat tentang sahabat yang mencium tangan Rasulullah عَنْ زَارِعٍ وَكَانَ فِيْ وَفْدِ عَبْدِ الْقَيْسِ قَالَ لَمَّا قَدِمْنَا الْمَدِيْنَةَ فَجَعَلْنَا نَتَبَادَرُ مِنْ رَوَاحِلِنَا فَنُقَبِّلُ يَدَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرِجْلَهُ – رَوَاهُ أبُوْ دَاوُد Artinya: “Dari Zari’ ketika beliau menjadi salah satu delegasi suku Abdil Qais, beliau berkata, Ketika sampai di Madinah kami bersegera turun dari kendaraan kita, lalu kami mengecup tangan dan kaki Nabi SAW. (HR Abu Dawud). وَمِنْ حَدِيث أُسَامَة بْن شَرِيك قَالَ ” قُمْنَا إِلَى النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَبَّلْنَا يَده BACA JUGA Berdoa Ibarat Mengetuk Pintu, Ikut Campur Setelahnya adalah Hal yang Melampaui Batas Artinya: “Hadits Usamah bin Syuraik, ia berkata: Kami berdiri ke arah Nabi, lalu kami cium tangan beliau” Dari hadis ini menjadi jelas bahwa mencium tangan orang alim atau penguasa itu diperbolehkan. Terkait hadis ini, Syekh Al-Hashkafi menerangkan bahwa mencium tangan orang alim dan penguasa yang adil itu diperbolehkan وَلَا بَأْسَ بِتَقْبِيلِ يَدِ الرَّجُلِ الْعَالِمِ) وَالْمُتَوَرِّعِ عَلَى سَبِيلِ التَّبَرُّكِ، (والسُّلْطَانِ الْعَادِلِ). Artinya: “Dan tidak apa-apa mencium tangan orang alim dan orang wara’ untuk tujuan mendapatkan keberkahan. Begitu pula kepada penguasa yang adil.” Imam Nawawi sendiri bahkan memberikan hukum sunah mencium tangan orang Alim وَأَمَّا تَقْبِيْلُ الْيَدِ، فَإِنْ كَانَ لِزُهْدِ صَاحِبِ الْيَدِ وَصَلَاحِهِ، أَوْ عِلْمِهِ أَوْ شَرَفِهِ وَصِيَانَتِهِ وَنَحْوِهِ مِنَ الْأُمُوْرِ الدِّيْنِيَّةِ، فَمُسْتَحَبٌّ Artinya: “Adapun mencium tangan, jika karena kezuhudan pemilik tangan dan kebaikannya, atau karena ilmunya, kemuliaannya, keterjagaannya, dan sebagainya; berupa urusan-urusan agama, maka disunahkan” Demikian hukum mencium tangan orang alim dan penguasa, Wallahu A’lam Bisowab

Ini 6 Amal Ibadah Utama di Hari Asyura

7 Agustus 2022 - 13:00 WIB

Ini 6 Amal Ibadah Utama di Hari Asyura

Benarkah Nikah Beda Agama Sebagai Ungkapan Toleransi?

6 Agustus 2022 - 10:00 WIB

Benarkah Nikah Beda Agama Sebagai Ungkapan Toleransi?

Menggunakan Kaos Kaki Saat Shalat, Sahkan Shalatnya?

3 Agustus 2022 - 12:40 WIB

Hukum Azan Di Telinga Bayi Yang Baru Lahir

2 Agustus 2022 - 12:00 WIB

Hukum Azan Di Telinga Bayi Yang Baru Lahir

5 Alasan Jangan Menyisakan Makanan Meski Hanya Sebutir Nasi

26 Juli 2022 - 14:00 WIB

5 Alasan Jangan Menyisakan Makanan Meski Hanya Sebutir Nasi
Trending di Fikih Harian