Beranda / Keluarga / Alarm dari SMAN 72: LKKNU DKI Ingatkan Orang Tua–Guru Bersatu Cegah Radikalisme

Alarm dari SMAN 72: LKKNU DKI Ingatkan Orang Tua–Guru Bersatu Cegah Radikalisme

jalanhijrah.com- Jakarta Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) DKI Jakarta menegaskan pentingnya memperkuat langkah pencegahan penyebaran paham radikal di kalangan pelajar, terutama setelah insiden ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta.

Ketua LKKNU DKI Jakarta, Hj. Rahayu Sri Rahmawati, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas peristiwa tersebut. “Kasus di SMA 72 menjadi peringatan bahwa orang tua dan guru tidak boleh lengah dalam mengawasi anak-anak,” ujarnya dalam kegiatan Kajian Series #26 bertajuk “Peran Keluarga dan Guru Mencegah Anak dari Paham Radikal” yang berlangsung di Gallery Roemah Djan, Jakarta, Ahad (23/11).

Rahayu juga menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama perlu lebih proaktif dalam upaya menanggulangi radikalisasi yang kini menyasar anak-anak melalui ruang digital. “NU harus terlibat aktif dalam mencegah penyebaran paham radikal yang secara senyap mengancam anak lewat dunia digital melalui gerakan bersama LKKNU DKI Jakarta,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menekankan pentingnya mendampingi anak dalam proses tumbuh kembang, termasuk dari aspek ideologi Islam yang moderat. “Anak-anak perlu dibimbing sejak dini dalam nilai-nilai Islam moderat agar mereka tidak mengalami ‘stunting ideologi’ dan menjadi lebih rentan terhadap paham radikal,” tambahnya.

Materi inti dalam kajian tersebut dipaparkan oleh Analis Kebijakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Haris Fatwa Dinal Maula. Ia mengingatkan bahwa radikalisme kerap muncul melalui narasi provokatif yang menargetkan emosi serta proses pencarian jati diri para pelajar. “Ketika anak-anak memperoleh pendidikan agama dari media sosial tanpa pendampingan, maka keluarga tidak lagi menjadi pihak yang membentuk karakter mereka,” ujar Haris.

Peristiwa ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta pada Jumat (7/11/2025) menjadi sinyal kuat bagi institusi pendidikan dan orang tua agar meningkatkan kewaspadaan. Kejadian tersebut juga mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperketat standar keamanan di setiap sekolah di wilayah ibu kota.

LKKNU DKI Jakarta mengimbau seluruh elemen—keluarga, guru, sekolah, hingga komunitas keagamaan—untuk berkolaborasi menciptakan lingkungan pendidikan yang terlindungi dari penetrasi paham radikal. Dengan pengawasan yang lebih ketat serta peningkatan literasi digital, generasi muda Jakarta diharapkan semakin tangguh menghadapi penyebaran ideologi ekstrem di ruang digital.

Tag: