jalanhijrah.com – Pasangan tidak hanya membutuhkan cinta untuk membangun rumah tangga yang harmonis. Suami dan istri juga perlu menjaga komunikasi, menjalankan tanggung jawab, melatih kesabaran, serta berusaha saling memahami.
Keretakan rumah tangga sering kali tidak bermula dari persoalan besar. Kebiasaan kecil yang terus berulang juga dapat mengikis kepercayaan, rasa hormat, dan kedekatan antara suami dan istri.
Islam memandang pernikahan sebagai ikatan yang kuat sekaligus jalan untuk memperoleh ketenteraman. Karena itu, setiap pasangan perlu mengenali berbagai sikap yang dapat menghilangkan kasih sayang dan keberkahan dalam keluarga.
1. Tidak Menjalin Komunikasi secara Terbuka
Sebagian pasangan memilih memendam perasaan dan menghindari percakapan ketika menghadapi masalah. Ada pula yang berharap pasangannya memahami keinginan tanpa penjelasan. Sikap tersebut dapat memunculkan kesalahpahaman dan memperbesar konflik.
Islam mengajarkan umatnya untuk bermusyawarah dan menyampaikan perkataan dengan baik. Suami dan istri perlu menyediakan waktu untuk berbicara secara jujur, tenang, dan terbuka tanpa saling menghakimi.
2. Sering Meremehkan Pasangan
Ejekan, perbandingan dengan orang lain, dan komentar yang merendahkan dapat melukai perasaan pasangan. Jika terus berulang, perilaku tersebut akan mengikis rasa hormat dan kedekatan emosional dalam rumah tangga.
Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Pasangan dapat menjaga keharmonisan dengan menghargai usaha satu sama lain, mengucapkan terima kasih, serta memilih kata-kata yang tidak menyakiti.
3. Membiarkan Perselisihan Berlarut-larut
Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan rumah tangga. Namun, pasangan dapat memperburuk keadaan ketika memilih saling mendiamkan, menyimpan dendam, atau terus mengungkit kesalahan lama.
Islam mendorong pasangan untuk menyelesaikan perselisihan secara adil dan mengutamakan perdamaian. Meminta maaf dan memaafkan tidak menunjukkan kekalahan. Keduanya justru mencerminkan kedewasaan dalam menjaga hubungan.
4. Mengabaikan Hak dan Kewajiban
Kelalaian dalam menjalankan tanggung jawab dapat menimbulkan kekecewaan. Misalnya, seseorang mengabaikan nafkah, kurang memberikan perhatian, tidak terlibat dalam pengasuhan anak, atau menyerahkan seluruh pekerjaan rumah kepada pasangannya.
Suami dan istri perlu memahami serta menjalankan hak dan kewajiban masing-masing. Mereka juga dapat menyepakati pembagian peran yang adil agar tidak ada pihak yang merasa terbebani atau kurang dihargai.
5. Menceritakan Aib Rumah Tangga kepada Orang Lain
Sebagian orang menceritakan kekurangan pasangan dan konflik keluarga kepada teman, kerabat, atau pengguna media sosial. Kebiasaan tersebut dapat merusak kehormatan pasangan sekaligus membuka ruang bagi campur tangan pihak lain.
Pasangan sebaiknya menjaga masalah internal dan mencari bantuan secara bijaksana. Jika membutuhkan pendampingan, mereka dapat berkonsultasi dengan anggota keluarga yang amanah, tokoh agama, atau konselor pernikahan.
6. Mengabaikan Kedekatan Emosional dan Spiritual
Kesibukan bekerja, mengurus anak, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari dapat mengurangi waktu bersama. Akibatnya, komunikasi suami dan istri hanya membahas urusan praktis, sedangkan hubungan emosional mereka semakin renggang.
Pasangan dapat merawat kedekatan melalui perhatian sederhana, percakapan yang hangat, ibadah berjemaah, dan doa bersama. Mereka juga perlu meluangkan waktu untuk membicarakan tujuan keluarga serta mengevaluasi hubungan secara berkala.
7. Memberikan Ruang Terlalu Besar kepada Pihak Ketiga
Nasihat keluarga dapat membantu pasangan menyelesaikan masalah. Namun, campur tangan yang berlebihan justru dapat memperbesar konflik dan mengurangi kemandirian suami istri dalam mengambil keputusan.
Pasangan perlu membangun batas yang sehat dengan keluarga maupun lingkungan sekitar. Suami dan istri sebaiknya membicarakan setiap keputusan terlebih dahulu. Jika mereka sulit mencapai kesepakatan, keduanya dapat meminta bantuan pihak yang adil dan tepercaya sebagai penengah.
Cara Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga
Suami dan istri memegang peran penting dalam menjaga keutuhan keluarga. Mereka perlu membangun komunikasi yang sehat, saling menghormati, menjalankan tanggung jawab, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Pasangan juga perlu segera melakukan perbaikan ketika melihat tanda-tanda keretakan. Mereka dapat memulainya melalui percakapan yang tenang, evaluasi diri, serta kesediaan untuk meminta maaf dan memaafkan.
Jika konflik terus berulang atau semakin berat, pasangan sebaiknya mencari pendampingan dari konselor, tokoh agama, atau pihak lain yang memiliki kompetensi. Langkah tersebut dapat membantu suami dan istri memahami akar masalah serta menemukan jalan keluar yang lebih sehat.









