jalanhijrah.com – Alireza Arafi, yang menjabat sebagai anggota Fuqaha di Dewan Garda, resmi ditunjuk menjadi salah satu anggota Dewan Kepemimpinan Sementara Republik Islam Iran.
“Majelis Penentu Kebijakan telah menetapkan Ayatollah Arafi sebagai anggota dewan tersebut guna memastikan kesinambungan kepemimpinan tanpa kekosongan. Sementara itu, Majelis Ahli akan segera bersidang untuk memilih pemimpin definitif,” demikian dilaporkan Iranian Students’ News Agency dan dikutip NU Online pada Ahad (1/3/2026).
Mengacu pada Pasal 111 Konstitusi Republik Islam Iran, apabila Pemimpin Tertinggi wafat saat masih menjabat atau diberhentikan, maka Majelis Ahli wajib segera menggelar sidang untuk menentukan penggantinya.
Islamic Republic News Agency (IRNA) melalui akun X resminya memuat penjelasan mengenai ketentuan konstitusional ketika jabatan Pemimpin Tertinggi kosong. Dalam Pasal 111 Konstitusi Republik Islam Iran ditegaskan bahwa apabila Pemimpin wafat, mengundurkan diri, atau diberhentikan, maka Majelis Ahli harus segera mengambil langkah untuk memilih dan menetapkan Pemimpin baru.
Sebelum pemimpin definitif ditunjuk, tugas-tugas kepemimpinan dijalankan sementara oleh sebuah dewan yang terdiri dari Presiden, Kepala Kehakiman, serta satu orang Fuqaha dari Dewan Garda yang dipilih Majelis Penentu Kebijakan. Jika salah satu anggota dewan tersebut berhalangan, Majelis Ahli akan menunjuk pengganti dengan tetap mempertahankan dominasi unsur ahli hukum (jurists).
Mengutip TRT World, Alireza Arafi kini resmi menjadi bagian dari Dewan Kepemimpinan Sementara yang bertugas menjalankan fungsi kepemimpinan hingga Majelis Ahli menetapkan Pemimpin Tertinggi yang baru. Sebagai perwakilan ulama dari Dewan Garda, Arafi akan duduk bersama Presiden Masoud Pezeshkian dan Ketua Mahkamah Agung Gholamhossein Mohseni Ejei dalam dewan tersebut.
Penunjukan ini dilakukan setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026), yang kemudian memicu seruan pembalasan dari Garda Revolusi.
Sementara itu, Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Dewan Kepemimpinan Sementara telah mulai bekerja. Dalam video yang diunggah Iranian Students’ News Agency dan dikutip pada Ahad (1/3/2026), ia menyampaikan bahwa berdasarkan Pasal 111 Konstitusi, dewan tersebut resmi menjalankan tugasnya. Pezeshkian juga mengungkapkan belasungkawa atas wafatnya Ali Khamenei serta menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan bertindak tegas terhadap pangkalan-pangkalan musuh.
Ia menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran tengah dan akan terus bertindak tegas untuk menghancurkan basis-basis lawan, serta seperti sebelumnya akan membuat pihak musuh kehilangan harapan.
Ia juga kembali menyampaikan duka atas wafatnya Pemimpin Besar Revolusi, seraya memanjatkan doa agar Allah memuliakan dan menempatkan ruh beliau di tempat terbaik, serta menjaga para pengikutnya tetap kokoh dan terhormat. Di akhir pernyataannya, ia mendoakan kemenangan bagi umat Muslim atas kaum yang memusuhi mereka.







