Menu

Mode Gelap

News · 8 Jan 2022 10:00 WIB ·

Ketua Umum PBNU Apresiasi Penetapan Bahar bin Smith Sebagai Tersangka Terorisme


					Ketua Umum PBNU Apresiasi Penetapan Bahar bin Smith Sebagai Tersangka Terorisme Perbesar

Jalanhijrah.com – Jakarta – Ketua Umum PBNU, K.H. Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya mengapresiasi langkah Polri dalam penetapan Bahar bin Smith sebagai tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong.

Menurut Gus Yahya, segala tindakan yang mengarah pada perilaku intoleran, propaganda radikalisme, dan penyebaran informasi palsu harus ditindak tegas.

“Saya sangat mengapresiasi tindakan Polri yang telah mengambil tindakan tegas terhadap tindakan perilaku intoleran dan propaganda radikal, bahkan penyebaran informasi-informasi palsu oleh sementara pihak termasuk khususnya oleh Habib Bahar bin Smith,” ujar Gus Yahya dalam keterangannya yang disampaikan lewat sebuah video, Rabu (5/1/2022).

Ia berpendapat, tindakan tegas polisi dalam kasus Bahar bin Smith diperlukan untuk mencegah persepsi yang keliru tentang syariat Islam dan merebaknya kecenderungan untuk mempercayai propaganda radikalisme dan perilaku intoleran.

Ia pun berharap sikap Polri ini terus dipertahankan dalam menangani persoalan terkait propaganda radikalisme dan intoleransi.

“Mudah-mudahan ini akan menjadi sikap yang terus dipertahankan Polri, sehingga kita bisa sungguh-sungguh mencegah dan mengatasi masalah-masalah terkait propaganda dan intoleransi yang dikembangkan oleh sejumlah pihak di antara kita,” ujarnya.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen. Pol. Dr. Ahmad Ramadhan, S.H., M.H., M.Si., mengungkapkan ada dua alasan Polda Jawa Barat langsung menahan Bahar bin Smith dan TR yang menjadi tersangka kasus penyebar berita bohong.

Baca Juga  Islam Sempalan dan Kesalahan Kolektif

Pertama, alasan subjektif karena penyidik khawatir Bahar dan TR menghilangkan barang bukti.

“Alasan subjektifnya penyidik mengkhawatirkan BS dan TR mengulangi tindak pidana dan menghilangkan barang bukti,” jelas Karo Penmas Divhumas Polri, Selasa (4/1/2022).

Kedua, alasan objektif karena ancaman hukuman pidana kepada Bahar dan TR di atas lima tahun.

Bahar dan TR dijerat Pasal 14 ayat 1 dan 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 KUHP, dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 KUHP, dan atau Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45a UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) jo Pasal 55 KUHP.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Organisasi Kemanusiaan Qatar Bantu Pemulihan Gaza

15 Agustus 2022 - 15:00 WIB

Organisasi Kemanusiaan Qatar Bantu Pemulihan Gaza

Wapres Minta Dosen Pendidikan Agama Islam Jadi Garda Terdepan Cegah Radikalisme

12 Agustus 2022 - 10:27 WIB

Armenia dan Azerbaijan Didesak Akhiri Permusuhan

5 Agustus 2022 - 10:00 WIB

Armenia dan Azerbaijan Didesak Akhiri Permusuhan

Bekas Ketua FPI Banjarnegara Ingatkan Bahaya Radikalisme

4 Agustus 2022 - 15:00 WIB

Bekas Ketua FPI Banjarnegara Ingatkan Bahaya Radikalisme

Maba ITS Dibekali Wawasan Kebangsaan Agar Tak Terjebak Radikalisme

4 Agustus 2022 - 12:00 WIB

Maba ITS Dibekali Wawasan Kebangsaan Agar Tak Terjebak Radikalisme

Wagub Jambi Meminta FKUB Terus Jaga Kerukunan Beragama

31 Juli 2022 - 14:55 WIB

Wagub Jambi Meminta FKUB Terus Jaga Kerukunan Beragama
Trending di News