Bagaimana Hukum Islam Membuat Konten yang Membahayan Diri dan Orang Lain?

Jalanhijrah.com – Aksi remaja yang sengaja menghalang laju truk di jalan, semakin hari, semakin meresahkan. Tindakan mereka benar-benar tidak patut dicontoh dan dibudayakan remaja saat ini. Apalagi, hal tersebut mereka lakukan hanya ingin memenuhi hasratnya untuk membuat sebuah konten di media sosial. (Kompas.com 5/06/2022)

Sudah banyak nyawa yang melayang karena kejadian yang tidak berfaedah itu. Umur mereka yang rata-rata masih muda seharusnya bisa digunakan untuk hal-hal yang positif, seperti belajar dengan sungguh-sungguh atau membantu meringankan kerja kedua orang tua. Bukan malah melakukan hal yang membahayakan diri sendiri dan juga dapat membuat keluarga mereka sedih jika kejadian mengenaskan itu terjadi pada keluarga mereka.

Jika dilihat dari tujuan mereka yang berani menghalangi laju truk, sebenarnya ada berbagai macam,alasan, seperti ingin viral, ingin terlihat lebih keren dari yang lain atau ingin mendapat uang dari sebuah konten. Jika tujuan mereka ingin mendapatkan uang dari perilaku yang membahayakan itu, maka hal itu jelas dilarang oleh Allah SWT.

Dalam Islam, agama yang mengatur seluruh lini kehidupan, hal mendasar seperti bekerja demi mendapatkan uang juga diatur dengan baik oleh Allah SWT. Tentu mencari uang harus dengan jalan yang halal dan baik. Allah SWT juga menyuruh kepada hambanya untuk menjaga diri dari berbagai bentuk ancaman yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. Misal saja, dalam QS. al-Baqarah ayat 195 yang berbunyi,

Baca Juga  Ini Niat Puasa Tasua Dan Asyura Di Bulan Muharam

وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَاَحْسِنُوْا ۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ

Artinya: “Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuatbaiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

Di ayat yang lain, Allah SWT juga berfirman dalam surat an-Nisa ayat 29 yang berbunyi,

وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمً

Artinya: “Janganlah kalian membunuh diri kalian sendiri, sesungguhnya Allah menyayangi kalian.”

Dari kedua ayat diatas sudah jelas bahwa, melakukan sesuatu yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain adalah hal yang dilarang oleh Allah SWT. Perilaku menghalang laju truk yang berjalan adalah sebuah kebodohan yang tidak didasari dengan pengetahuan. Maka perlu bagi orang tua, guru dan remaja yang kebanyakan dari mereka melakukan itu harus sadar akan peranannya masing-masing.

Orang tua sebagai pengawah harus lebih cermat lagi mengawasi tindakan anak-anaknya. Sebagai guru juga harus memberikan pengertian, pemahaman tentang mana hal yang baik dan buruk. Untuk para remaja yang saat ini sedang bebas berekspresi harus lebih tahu diri akan hal-hal yang membahayakan bagi diri sendiri. Banyak orang yang masih menaruh harapan besar pada kalian, maka manfaatkanlah waktu sebaik mungkin untuk hal-hal yang positif dan produktif tanpa membahayakan diri sendiri dan orang lain. Wallahu a’alm bishowab.

Muhammad Firdaus

By Redaksi Jalan Hijrah

Jalanhijrah.com adalah platform media edukasi dan informasi keislaman dan keindonesiaan yang berasaskan pada nilai-nilai moderasi dan kontranarasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *