Agar Remaja Muslim Tak "Gabut Mulu"

Jalanhijrah.com- Gabut bagi milenial dan generasi Z (Gen-Z) adalah ekspresi dari bosan yang bisa berujung bad mood. Dia bingung ingin melakukan apa atau terlihat malas, tidak ingin melakukan apa-apa. Gabut awalnya adalah singkatan dari “gaji buta”, di mana seseorang tidak melaksanakan tugas-tugasnya tetapi tetap menerima gaji.

Wajar jika sesekali seseorang merasa malas untuk beraktivitas. Sebab ini bagian dari perasaan alami yang bisa jadi muncul setelah lelah menyelesaikan banyak tugas. Akan tetapi, jika gabut mendadak muncul dan berulang kali, tentu ini harus diwaspadai. Berarti perasaannya selama ini belum tertata dengan baik atau belum ada panduan yang jelas ketika mengekspresikan apa yang ada di dalam hati dan pikiran.

Gabut yang terus berulang tentu tidak berkontribusi positif bagi remaja itu sendiri. Padahal, usia yang masih muda, milenial dan Gen-Z adalah masa emas. Dia bisa melakukan banyak hal yang memberikan manfaat, tidak hanya bagi diri dan keluarganya, tetapi juga bagi bangsa dan umat manusia.

Remaja Muslim Terbina dengan Islam

Remaja muslim tentu akan menjadikan Islam sebagai bagian dari kehidupannya. Akidah Islam sebagai landasan bagi apa yang dia pikirkan dan rasakan. Untuk menjadikan Islam sebagai way of life, remaja muslim hari ini butuh upaya keras dari orang tua dan lingkungan sekitarnya.

Mengagendakan pembinaan remaja hari ini dengan Islam harus menjadi perhatian semua pihak. Agar generasi muda paham Islam, akidah dan syariatnya. Tertanam dalam dirinya bahwa Islam adalah panduan jalan hidup setiap remaja muslim.

Baca Juga  Von Goethe, Sastrawan Jerman Pengagum Nabi Muhammad

Jangan pernah menganggap remeh gabut berulang dan menjadi kebiasaan atau style remaja muslim. Mereka adalah generasi yang memiliki semangat bergelora, dinamis, aktif, dan kreatif. Sudah seharusnya masa muda mereka dipenuhi dengan berbagai aktivitas yang positif bukan yang sia-sia apalagi memperturutkan hawa nafsu semata.

Nabi Muhammad saw. bersabda, “Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabb-nya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu).” (HR At Tirmidzi).

Akan ada pertanggungjawaban kelak terkait umur dan masa muda. Remaja akan paham dan bertanggung jawab dengan usia emasnya jika dia telah terbina dengan Islam. Terbentuknya keimanan yang kukuh dan keterikatan dengan Islam kala berpikir dan bersikap sebagai hasil dari proses pembinaan remaja.

Libatkan Remaja dalam Kegiatan Bernilai Ibadah

Rasulullah saw. bersabda, “Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya: pemimpin yang adil, seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Rasulullah saw. juga bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memiliki shabwah.” (HR Ahmad).

Baca Juga  Bahaya Puritanisme Islam dan Pentingnya Regulasi Pelarangan Dakwah Wahabi

Maksud “shabwah” adalah pemuda yang tidak mengikuti hawa nafsunya, dia membiasakan dirinya melakukan kebaikan dan berusaha keras menjauhi keburukan.

Melaksanakan berbagai ketaatan, seperti salat berjemaah, membaca Al-Qur’an bersama, menuntut ilmu agama dan saling mengingatkan untuk salat duha, qiyamul lail dan ibadah mahdhah lainnya juga dikerjakan remaja muslim tidak hanya menjadi aktivitas orang tuanya.

Mengajak remaja melakukan tugas-tugas di dalam rumah yang biasanya hanya dikerjakan oleh orang tuanya saja. Membersihkan rumah, menata ruangan, mencuci, memasak, dll., bahkan mendampingi adiknya belajar menjadi agenda rutin remaja di rumah. Sembari diingatkan semua aktivitas tersebut dilakukan semata karena Allah Swt..

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata, “Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang batil.” (Al Jawabul Kaafi).

Senantiasa Berikhtiar dan Berdoa

Di antara upaya yang bisa dilakukan muslim adalah melakukan salat malam, sehingga pada pagi hari ia akan bangun dalam keadaan penuh semangat, pikiran jernih dan hati yang cerah.

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda, “Setan mengikat pada tengkuk kepala seorang dari kalian manakala ia tidur dengan tiga ikatan. Ia buat tempatnya pada setiap ikatan (dengan mengatakan), ‘Bagimu malam yang panjang, maka tidurlah.’ Jika ia bangun lantas berzikir kepada Allah, terbukalah satu ikatan. Kemudian, jika ia berwudu, terbukalah satu ikatan lagi. Kemudian, jika ia salat, terbukalah seluruh ikatan itu. Dia pun pada pagi hari (akan bangun) dalam keadaan bersemangat dan baik jiwanya. Kalau tidak demikian, ia pada pagi hari (bangun) dalam keadaan jelek jiwanya lagi pemalas.” (HR Bukhari).

Baca Juga  Prinsip Hidup Seorang Muslim Sesuai Ajaran Nabi

Rasulullah Saw. juga mengajarkan berdoa agar tidak dihinggapi rasa gabut.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan manusia.” (HR Bukhari).

Baca selengkapnya melalui https://www.muslimahnews.com/2021/09/18/agar-remaja-muslim-tak-gabut-mulu/

By Redaksi Jalan Hijrah

Jalanhijrah.com adalah platform media edukasi dan informasi keislaman dan keindonesiaan yang berasaskan pada nilai-nilai moderasi dan kontranarasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *