Home / News / 118 Ribu Jamaah Haji Indonesia Sudah di Tanah Suci, Aktivitas Haji di Madinah-Makkah Kian Sibuk

118 Ribu Jamaah Haji Indonesia Sudah di Tanah Suci, Aktivitas Haji di Madinah-Makkah Kian Sibuk

jalanhijrah.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat hingga Sabtu (9/5/2026) pukul 09.00 WAS, sebanyak 118.700 jamaah haji asal Indonesia telah tiba di Tanah Suci. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 58,37 persen dari total kuota haji nasional tahun ini.

Seiring mendekati puncak musim haji, aktivitas operasional di Madinah dan Makkah semakin padat akibat terus bertambahnya jamaah yang datang ke Arab Saudi. Jamaah gelombang pertama yang sebelumnya berada di Madinah kini mulai diberangkatkan secara bertahap menuju Makkah. Di sisi lain, jamaah gelombang kedua yang langsung mendarat di Makkah juga terus berdatangan dengan rata-rata mencapai 20 kloter per hari.

Dalam upaya menjaga kondisi fisik jamaah di tengah cuaca panas Arab Saudi yang berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celsius, Kemenhaj memberi perhatian khusus pada asupan gizi makanan jamaah. Hingga kini, distribusi konsumsi telah mencapai 2,78 juta boks makanan, terdiri atas 2.129.003 boks di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan 653.115 boks di Daker Makkah.

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan nutrisi jamaah menjadi faktor penting menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji. Menurutnya, pihaknya terus memastikan makanan jamaah tersedia tepat waktu, memenuhi standar gizi, serta tetap menghadirkan cita rasa khas Nusantara.

Ichsan Marsha menegaskan bahwa PPIH menjalankan pengawasan distribusi konsumsi secara menyeluruh, mulai dari mutu makanan, kebersihan, ketepatan waktu penyaluran, hingga pemenuhan kebutuhan gizi jamaah. Selain memastikan kualitas layanan, PPIH juga menghadirkan berbagai menu bercita rasa Nusantara untuk membantu mengurangi kerinduan jamaah terhadap masakan Indonesia.

Kemenhaj menilai penguatan layanan konsumsi menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kebugaran jamaah di tengah cuaca panas Arab Saudi yang mencapai 38–42 derajat Celsius. Komitmen terhadap pelayanan optimal disebut menjadi ciri utama operasional di seluruh daerah kerja.

Sementara itu, Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj, Jaenal Effendi, mengungkapkan bahwa respons cepat petugas dalam membantu jamaah lansia dan penyandang disabilitas—termasuk menggendong serta mendorong kursi roda—telah menjadi standar pelayanan yang mendapat perhatian dari negara lain.

Menurut Jaenal Effendi, pola pelayanan yang diberikan petugas haji Indonesia kepada jamaah mendapat perhatian dari berbagai negara. Ia menilai standar layanan tersebut berpotensi menjadi contoh bagi negara lain dalam melayani jamaah mereka masing-masing.

Ia menjelaskan, perhatian khusus terhadap jamaah lansia menjadi salah satu fokus utama petugas haji Indonesia. Dalam praktiknya, petugas kerap membantu dengan menggendong jamaah, mendorong kursi roda, hingga memberikan prioritas layanan bagi lansia dan penyandang disabilitas.

Selain pelayanan umum, aspek kesehatan jamaah juga menjadi perhatian serius. Tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP2JH) Daerah Kerja Makkah disiagakan di sejumlah titik vital di Masjidil Haram, termasuk di Terminal Jabal Ka’bah. Petugas medis turut aktif memberikan edukasi kesehatan kepada jamaah berisiko tinggi (risti) sekaligus melakukan penanganan darurat di tengah padatnya aktivitas jamaah di area masjid.

Di sisi lain, Daerah Kerja (Daker) Bandara terus memperkuat perlindungan bagi jamaah sejak pertama kali tiba di Tanah Suci. Kepala Daker Bandara, Abdul Basir, menyampaikan bahwa petugas berjaga selama 24 jam untuk mengantisipasi berbagai situasi di lapangan, termasuk memberikan pendampingan khusus kepada jamaah yang sempat tertahan akibat kendala proses keimigrasian di Jeddah. Pendampingan tersebut dilakukan agar jamaah dapat segera kembali bergabung dengan kloter mereka di Makkah. (MCH 2026).

Tag: