jalanhijrah.com – Sebuah bom bunuh diri meledak di Masjid Khadijatul Kubra, kawasan Tarlai Kalan, Islamabad bagian tenggara, Pakistan, saat pelaksanaan shalat Jumat pada Jumat (6/2/2026). Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 31 orang dan menyebabkan ratusan lainnya mengalami luka-luka, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera. Aksi teror itu mendapat kecaman keras dari Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Presiden Asif Ali Zardari, seperti dikutip dari APP. PM Shehbaz Sharif, yang didampingi Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi, menegaskan bahwa peristiwa ini harus diselidiki secara menyeluruh, para pelaku harus diungkap, dan segera diproses melalui jalur hukum.
Ia juga memerintahkan Menteri Kesehatan untuk menjamin seluruh korban luka memperoleh perawatan medis yang memadai serta melakukan pemantauan secara langsung. Dalam pernyataannya, Shehbaz menegaskan bahwa tidak seorang pun boleh dibiarkan menciptakan kekacauan dan menebar ketakutan di dalam negeri.
Sementara itu, Presiden Asif Ali Zardari menyatakan bahwa serangan terhadap warga sipil yang tidak bersalah merupakan kejahatan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, tragedi ini kembali menegaskan solidaritas seluruh bangsa yang berdiri bersama keluarga para korban di tengah suasana duka.
Adapun Wakil Perdana Menteri Pakistan Ishaq Dar, sebagaimana dikutip Al Jazeera, mengecam peristiwa tersebut sebagai “aksi bom bunuh diri pengecut yang menyasar jamaah tak berdosa.”
Ia menegaskan bahwa penyerangan terhadap tempat ibadah dan masyarakat sipil adalah kejahatan keji yang melanggar prinsip-prinsip Islam serta merupakan bentuk kekerasan nyata terhadap kemanusiaan. “Pakistan bersatu melawan terorisme dalam segala bentuknya,” ujarnya melalui akun X pribadinya.
Dalam sebuah pernyataan yang dikutip Al Jazeera, pemerintah Islamabad melaporkan bahwa 169 orang dilarikan ke rumah sakit setelah tim penolong tiba di lokasi ledakan.







