Ta’limul Muta’allim; Kitab Panduan Akhlak dalam Belajar

Jalanhijrah.com-Kitab Ta’limul Muta’allim ini dikarang oleh Syekh Az-Zarnuji. Nama lengkap beliau adalah Nu’man bin Ibrahim bin Khalil Az-Zarnuji Tajuddin. Beliau juga di juluki Burhanuddin al Islam, yang artinya “sang petunjuk agama islam”. Beliau di lahirkan di Persia, di perkirakan pada tahun 570 H, tepatnya di daerah Zarand, bagian dari Ibu Kota Sidjistan, Persia. Selain pakar pendidikan, beliau juga di kenal sebagai pakar hukum. Beliau juga termasuk murid dari Imam Hanafi.

Beliau mengawali pendidikan di tanah kelahirannya, setelah menginjak dewasa beliau pindah ke berbagai kota, seperti Bukhara dan Samarkhand. Pada masa belajar Syekh Az-Zarnuji pernah belajar kepada berbagai ulama besar terkemuka, seperti Imam Burhanuddin Ali Bin Abi Bakar Al-Farghinani Al-Marghinani, Imam Fakhr Al-Islam Hasan bin Manshur Al-Farghinani, Imam Al-Din Al-Hasan bin Al-Marghinani, dll. Sebagian besar ulama tersebut bermazhab Hanafi, maka dapat diketahui bahwa Syekh Az-Zarnuji bermazhab Hanafi

Syekh Az-Zarnuji mengarang berbagai macam kitab. Tapi sebagian besar kitab tersebut musnah, lantaran serangan bangsa Mongol yang di pimpin oleh Hulagu Khan untuk menghanguskan Baghdad, pada tahun 655 H. Sementara kitab Ta’limul Muta’allim yang kita pelajari selama ini termasuk salah satu kitab yang masih selamat dari serangan tersebut. Kitab Ta’limul Muta’allim diterbitkan pada tahun 996 H. Kitab ini dikaji oleh berbagai macam kalangan, dari anak-anak sampai orang dewasa.

Kitab Ta’limul Muta’allim ini termasuk kitab yang sangat masyhur, dan juga sangat relevan. Karena pembahasan dalam kitab ini sangat cocok untuk di amalkan bagi orang orang yang sedang mencari ilmu. Di lihat dari judul kitab ini saja sudah dapat di ketahui, bahwasannya kitab ini menjelaskan tentang apa-apa yang berhubungan dengan belajar dan mengajar. Karena mencari ilmu itu hukumnya wajib. Seperti hadits Nabi yang sudah sangat masyhur,طلب العلم  فريضة على كل مسلم “Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim, baik laki laki maupun perempuan.”

Baca Juga  Waspada, Ini Ahli Ibadah Yang Jadi Ahli Neraka

Dalam kitab Ta’limul Muta’allim ini mencakup berbagai bab yang sangat cocok untuk di amalkan bagi seorang yang sedang mencari ilmu. Bab-bab tersebut antara lain: 1. Hakikat ilmu, ilmu Fikih, dan keutamaannya, 2. Niat dalam mencari ilmu, 3. Tata cara dalam memilih ilmu, guru, dan teman, 4. Cara mengagungkan ilmu dan ahli ilmu, 5. Bersungguh-sungguh, istiqomah, dan cita-cita ketika mencari ilmu, 6. Permulaan dalam mencari ilmu dan urutan urutan nya, 7. Tawakkal ketika mencari ilmu, 8. Waktu-waktu yang utama ketika belajar, 9. Simpati nya orang yang memiliki illmu kepada orang lain dan nasihat-nasihat nya untuk mereka, 10. Mencari tambahan ilmu yang lain 11. Penyebab mudah hafal dan mudah lupa, 12. Perkara yang dapat menarik rezeki.

Syekh Az-Zarnuji menyusun bab-bab yang ada dalam kitab ini dengan sangat sempurna. Di awali dengan hakikat ilmu, ilmu fiqih dan keutamaannya, ini penting untuk di ketahui terlebih dahulu, sebelum melangkah lebih jauh. Karena ketika belum mengetahui apa itu hakikat dari ilmu yang akan di pelajari, maka tidak akan mengerti apa manfaat dan cara pengamalan dari ilmu tersebut.

Setelah megetahui hakikat dari suatu ilmu, Syekh Az-Zarnuji membahas tentang niat dalam mencari ilmu. Karena kerap kita menganggap remeh niat, padahal sebenarnya, niat itu penting. Dalam kitab ini di jelaskan كم من عمل يتصوّر بصورة أعمال الدنيا ويصير بحسن النية من أعمال الآخرة, وكم من عمل يتصور بصورة أعمال الآحرة ثم يصير من أعمال الدنيا بسوء النية  yang artinya “Berapa banyak amal yang di gambarkan sebagai amal dunia, kemudian berubah menjadi amal akherat karena bagusnya niat. Dan berapa banyak amal yang di gambarkan sebagai amal akherat, kemudian berubah menjadi amal dunia karena buruk nya niat.” Maksud dari amal dunia di sini yaitu amal-amal yang berhubungan dengan urusan duniawi. Dan amal akherat yakni amal-amal yang berhubungan dengan urusan urusan akherat, yang akan di hisab pada hari kiamat.

Baca Juga  Abad Pertengahan: Fase Traumatik Bangsa Barat Terhadap Institusi Agama di Eropa

Pembahasan niat ini sangat relevan pada zaman sekarang. Karena zaman sekarang ini banyak orang-orang yang pintar tetapi mereka tidak benar. Maksudnya kepintaran yang mereka miliki bukan untuk hal-hal kebaikan, tetapi mereka gunakan untuk menipu orang lain, dsb. Karena mungkin mereka salah niat ketika masih belajar, padahal niat sendiri sangat penting untuk dilakukan, seperti hadits nabi yang sangat terkenal dan juga terdapat dalam kitab Arba’in An-Nawawi الحديث ….. إنما الأعمال بالنية وإنما لكل امرئ ما نوى yang artinya “sesuatu perbuatan itu membutuhkan niat, dan setiap perkara, tergantung apa yang di niatkan.” Contoh, Ketika seorang melakukan perbuatan sehari-hari, seperti, makan dengan niat agar kuat untuk menjalakan ibadah, maka perbuatan itu bisa berbuah pahala. Karena di landasi dengan niat yang baik.

Ketika niat tersebut sudah tertata, Syekh Az-Zarnuji melanjutkan pembahasannya dengan tata cara memilih ilmu, guru, dan teman. Ini penting untuk di ketahui, karena kita sekarang berada pada masa Industri 4.0. Yang di mana zaman ini bukan lagi perang dengan menggunakan senjata, melainkan perang pemikiran. Banyak dari mereka yang ingin merusak dan mengganti pemikiran pemuda-pemudi muslim dengan cara menyelundupkan orang-orang yang mereka kirim untuk mendoktrin pemuda-pemudi muslim. Maka dari itu Syekh Az-Zarnuji menjelaskan agar seorang yang sedang mencari ilmu tidak salah dalam mencari guru. Seperti memilih guru yang lebih tua, lebih alim, mempunyai sifat wirai, dll.

Baca Juga  Abul Aswad ad-Duali, Pelopor Ilmu Nahwu dan Harakat Al-Qur’an

Ketika telah menemukan guru yang tepat. Kitab ini menyinggung tentang akhlak. Sepintar apapun seseorang bila ia tidak memiliki akhlak, maka percuma. Lebih baik tidak begitu pintar tetapi berakhlak. Nabi bersabda إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق yang berarti “Aku di utus ke bumi untuk menyempurnakan akhlak manusia di bumi.”

Saat seorang yang mencari ilmu telah membingkai ilmu yang ia miliki dengan akhlak, hendaknya bagi seorang yang mencari ilmu untuk istikamah dan bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu. Seperti yang telah di terangkan oleh Syekh Az-Zarnuji dalam kitab ini. Karena satu perbuatan baik yang dilakukan secara istikamah, lebih baik dari pada perbuatan banyak yang dilakukan secara tidak istikamah. []

Penulis:

Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pernah belajar di PenaPeka Denanyar

By Redaksi Jalan Hijrah

Jalanhijrah.com adalah platform media edukasi dan informasi keislaman dan keindonesiaan yang berasaskan pada nilai-nilai moderasi dan kontranarasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *