Menu

Mode Gelap

News · 14 Jan 2022 10:00 WIB ·

PBNU Akan Menyasar Persoalan Radikalisme


					PBNU Akan Menyasar Persoalan Radikalisme Perbesar

Jalanhijrah.com Jakarta – Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf mengatakan persoalan radikalisme menjadi salah satu fokus dalam program kerjanya ke depan.

Selama ini radikalisme hanya mentok dalam perdebatan dalil. Dan parahnya mereka menggunakan dalil tersebut untuk membenarkan tindakan menreka serta untuk menyalahkan kelompok lain yang bertentangan dengan mereka, terutama dalam pilihan politik.

“Ada dimensi yang sangat penting dalam soal ini, yaitu bahwa radikalisme itu soal pilihan politik. Orang memang memilih untuk menjadi radikal sebagai pilihan politik,” ujar Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu, 12 Januari 2022.

Yahya mengatakan radikalisme dapat dilihat dari prespektif pilihan politik. Mayoritas yang memilih jalur radikal ialah individu yang menginginkan dunia kembali ke tatanan khilafah. Tindakan ini menjadi pilihan mereka tentuk dengan beberapa motif. Yang paling kuat mereka termakan dengan imingn-iming khilafah yang mereka janjikan kepada para pengikutnya.

Sehingga dari itu mereka menggunakan perdebatan dalil ini untuk memebenarkan ideologi mereka.

Pada posisi yang sama, mereka tidak memahami tugas dan tujuan penting agama itusendiri. Secara umum agama mangajarkan untuk tidak saling bermusukan dan tida saling berpecah belah. Namun, jika mereka terus memkasakan keinginnya mendirikan khilafah maka akan banyak koran.

Bisa kita katakan bahwa meraka yang menginginkan khilafah tidak berhitung berapa banyak jiwa yang harus menjadi korban. Ini harus melihat dampak besar apabila mengembalikan dunia ke tatanan khilafah.

Baca Juga  Info Haji Terkini: Menag Minta Kualitas Pengadaan Layanan Jemaah Haji Dikawal!

“Maka kita harus meruntuhkan peradaban dunia ini sama sekali dengan meminta korban ratusan bahkan miliaran nyawa dari umat manusia. Ini sama sekali tidak bisa kita terima,” tutur dia.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

Baca Lainnya

Armenia dan Azerbaijan Didesak Akhiri Permusuhan

5 Agustus 2022 - 10:00 WIB

Armenia dan Azerbaijan Didesak Akhiri Permusuhan

Bekas Ketua FPI Banjarnegara Ingatkan Bahaya Radikalisme

4 Agustus 2022 - 15:00 WIB

Bekas Ketua FPI Banjarnegara Ingatkan Bahaya Radikalisme

Maba ITS Dibekali Wawasan Kebangsaan Agar Tak Terjebak Radikalisme

4 Agustus 2022 - 12:00 WIB

Maba ITS Dibekali Wawasan Kebangsaan Agar Tak Terjebak Radikalisme

Wagub Jambi Meminta FKUB Terus Jaga Kerukunan Beragama

31 Juli 2022 - 14:55 WIB

Wagub Jambi Meminta FKUB Terus Jaga Kerukunan Beragama

Wagub Jambi Meminta FKUB Terus Jaga Kerukunan Beragama

31 Juli 2022 - 09:00 WIB

Wagub Jambi Meminta FKUB Terus Jaga Kerukunan Beragama

Aparatur Pemerintah Berlatih Tangani Tindak Pidana Pendanaan Terorisme

30 Juli 2022 - 10:00 WIB

Trending di News