Menanti Kebahagiaan Adalah Ibadah Yang Paling Utama

Jalanhijrah.com-Setiap manusia yang hidup di dunia ini pastilah mendambakan kebahagiaan. Pada dasarnya kebahagiaan adalah tujuan hidup setiap manusia. Seseorang bekerja kerja setiap harinya tiada lain kecuali untuk mencari kebahagiaan. Seseorang rajin belajar, tiada lain juga untuk mencari kebahagiaan. Dan perlu diketahui bahwa ternyata menanti kebahagiaan adalah ibadah yang paling utama menurut Nabi Muhammad

Dalam Sabdanya Nabi Muhammad bersabda

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُحِبُّ أَنْ يُسْأَلَ وَأَفْضَلُ الْعِبَادَةِ انْتِظَارُ الْفَرَجِ

Artinya: “Dari Abdullah, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Mintailah Allah dari karuniaNya, sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla senang dimintai, dan ibadah yang paling utama adalah menanti kebahagiaan,” [HR. Tirmidzi]

Namun demikian, perlu dipahami bahwa menanti kebahagiaan adalah ibadah yang paling utama dalam hadis ini adalah dalam rangka optimisme. Dalam artian menanti kebahagiaan sama halnya dengan optimisme. Optimisme meraih kebahagiaan setelah mengalami kesulitan, setelah berjuang keras adalah ibadah yang paling utama menurut Nabi Muhammad.

Sebagaimana contoh, seseorang yang telah belajar dengan serius, kemudian dia optimis akan mendapatkan peringkat pertama. Maka optimisme atau menanti kebahagiaan dengan menjadi peringkat pertama setelah melakukan perjuangan adalah ibadah yang paling utama.

Sikap optimisme atau menanti kebahagiaan ini merupakan sikap yang sangat dianjurkan oleh Allah. Sikap Optimis adalah lawan dari putus asa. Dalam Al-Quran, putus Asa merupakan larangan. Dengan demikian maka optimisme merupakan kewajiban

Baca Juga  Nuruddin Ar-Raniri dalam Himpitan Romantisme dan Ancaman Keberagamaan

وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

Artinya: “Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang kafir.”

Oleh karenanya, Yuk kita selalu menanti kebahagiaan setelah melakukan perjuangan. Yakinlah bahwa usaha tiada menghianati hasil. Dan yang paling penting dengan menunggu kebahagiaan ini, kita sudah mengikuti sunah Nabi dan Insya Allah berhak mendapatkan syafaatnya, Amin.

By Redaksi Jalan Hijrah

Jalanhijrah.com adalah platform media edukasi dan informasi keislaman dan keindonesiaan yang berasaskan pada nilai-nilai moderasi dan kontranarasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *