Serangan yang terus dilancarkan pasukan Israel ke kawasan Gaza, Palestina, memicu reaksi keras dari kelompok mahasiswa di dunia. Gelombang protes disampaikan sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dunia. Terbaru, para mahasiswa dan staf kampus di Massachusetts Institute of Technology (MIT) melakukan aksi di tengah upacara wisuda pada Kamis, (30/5/2024).

Dikutip dari Anadolu, para mahasiswa menyuarakan tuntutannya agar kampus memutus kerja sama dengan pemerintah Israel. Mereka juga minta agar kampus mengakhiri kontrak dengan perusahaan pendukung Israel yang keuntungan bisnisnya digunakan untuk mengencarkan genosida terhadap bangsa Palestina. Sementara itu, di Harvard ratusan mahasiswa keluar dari upacara wisuda sambil meneriakkan “Bebaskan Palestina”.

Satu hari setelah kampus tersebut mengumumkan 13 mahasiswanya tidak akan mendapatkan gelar karena berpartisipasi dalam unjuk rasa pro-Palestina.

Diketahui sejak pertengahan April, Harvard Yard mendirikan perkemahan Pro Palestina yang berlangsung hampir tiga minggu menyebar ke seluruh dunia dan terus berlanjut meski ada tekanan dari polisi. Lebih dari 2.500 orang telah ditahan sejauh ini dalam protes di banyak Universitas di AS, di mana polisi melakukan penangkapan atas permintaan pemerintah.

Kelompok mahasiswa tersebut menyerukan agar Harvard melakukan divestasi dari Israel dan menginvestasikan kembali sumber daya dalam inisiatif akademis, komunitas, dan budaya Palestina. Demonstrasi masih terus berlanjut, terutama di universitas-universitas di negara-negara Eropa, di tengah tekanan dan perlakuan keras dari polisi.

Universitas Pennsylvania

Demonstrasi mendukung Palestina terus berlanjut di Perkemahan Solidaritas Gaza yang didirikan di dekat College Green, pusat kampus Universitas Pennsylvania di negara bagian Philadelphia, AS. Para pengunjuk rasa memperluas area kamp dan berbaris, meneriakkan slogan-slogan untuk mendesak pemutusan investasi dan hubungan dengan Israel.

Baca Juga  Benarkah Pendukung NKRI Adalah Anshar Thaghut yang Kafir?

Inggris

Mahasiswa Universitas Oxford yang memprotes serangan Israel meninggalkan kamp yang mereka dirikan dan mengadakan pawai selama satu jam di depan Teater Sheldonian untuk mendukung Palestina.

Kendall Gardner, salah satu mahasiswa peserta demonstrasi mengatakan, sebagai seorang Yahudi yang membela kebebasan semua orang, slogan-slogan yang digunakan oleh para mahasiswa memberikan harapan.

“Slogan-slogan ini mencerminkan keinginan kami untuk dunia yang lebih baik di mana tidak ada seorang pun yang hidup di bawah pendudukan atau apartheid,” ungkap Gardner.

Setidaknya 303 dosen dan staf Universitas Oxford menandatangani pernyataan mendukung kamp yang didirikan untuk mendukung Palestina itu.

Wakil Rektor Universitas Cambridge Deborah Prentice mengumumkan bahwa perkemahan solidaritas Palestina yang didirikan di King’s College tidak akan dibubarkan dan universitas bertekad untuk mendukung hak-hak masyarakat atas kebebasan berekspresi dan melakukan protes.

Austria

Polisi melakukan intervensi terhadap aksi mendukung Palestina yang berlangsung selama tiga hari di Universitas Wina di Austria. Aksi damai yang dilakukan mahasiswa dengan mendirikan tenda di Kampus Altes AKH ini berhasil dibubarkan melalui penggerebekan polisi pada malam hari dan tiga orang pengunjuk rasa ditahan.

Belanda

Polisi melakukan intervensi keras terhadap protes yang digelar di universitas Amsterdam dan Utrecht di Belanda. Polisi turun tangan terhadap demonstran yang berkumpul di gedung Binnengasthuis di Universitas Amsterdam, tempat para demonstran berkemah.

Aparat menahan 32 orang dan menutup semua lalu lintas kendaraan dan pejalan kaki. Setelah gedung dievakuasi seluruhnya, polisi tidak mengizinkan ratusan pengunjuk rasa yang mencoba datang ke gedung Binnengasthuis untuk mendukung aksi protes dan para mahasiswa ditahan.

Spanyol

Di Spanyol, senat Universitas Barcelona, tempat mahasiswanya berkemah di kampus sejak awal minggu untuk mendukung Palestina, bersidang di bawah kepemimpinan rektor.

Baca Juga  Habis Penalti Terbitlah Puisi

Senat, yang terdiri dari para dekan dan anggota fakultas yang diwakili dari masing-masing fakultas, mengutuk genosida Israel di Gaza dan mengajukan proposal kepada dewan direksi universitas untuk memutuskan hubungan akademis dengan Israel.

Italia

Mahasiswa yang berkumpul untuk mendukung Palestina di Sapienza University, salah satu perguruan tinggi terkenal di Roma, ibu kota Italia, mendirikan 30 tenda di area hijau dekat rektorat. Banyak bendera Palestina dan spanduk bertuliskan “Hentikan genosida di Palestina” digantung di sekitar tenda.

Belgia

Free University of Brussels di Belgia mengumumkan bahwa mereka telah memutuskan untuk meninggalkan proyek “kecerdasan buatan” Uni Eropa (UE), di mana dua institusi Israel berpartisipasi. Dalam pernyataannya disebutkan bahwa keputusan tersebut akan diberitahukan kepada Komisi UE yang menyediakan pembiayaan proyek tersebut.

Demonstrasi terus berlanjut di universitas di Asia-Pasifik

Demonstrasi mendukung Palestina juga digelar di kampus St. Lucia Universitas Queensland di Australia. Para pengunjuk rasa membawa bendera Palestina dan meneriakkan slogan-slogan di koridor salah satu gedung kampus.

Beberapa mahasiswa mendirikan tenda di kampus Komaba Universitas Tokyo di Jepang untuk mendukung rakyat Palestina. Unjuk rasa untuk mendukung Palestina diadakan di universitas Seoul dan Yonsei dan beberapa demonstran mendirikan tenda. Di Dhaka, ibu kota Bangladesh, mahasiswa berkumpul di dekat Kedutaan Besar AS dan menggelar demonstrasi dukungan terhadap Palestina.

Di Dhaka, ibu kota Bangladesh, mahasiswa berkumpul di dekat Kedutaan Besar AS dan menggelar demonstrasi dukungan terhadap Palestina. Para pengunjuk rasa meneriakkan “Hentikan genosida” dan “Bebaskan Palestina” serta menyerukan perhatian terhadap serangan Israel di Palestina. Siswa dan staf dari 172 Sekolah Muhammadiyah di Indonesia juga menggelar pawai mendukung Palestina pada 7 Mei, mereka meneriakkan slogan-slogan “Bebaskan Palestina”.

Baca Juga  Respon Sahiron Syamsuddin tentang Kasus Pondok Pesantren Al-Zaytun

Afrika Selatan Dalam aksi protes yang digelar di kampus Universitas Wits, yang merupakan salah satu dari lima universitas terbaik di Afrika di pusat kota Johannesburg, para mahasiswa membuka spanduk bertuliskan “Saat Anda masuk kelas hari ini, ingatlah bahwa saat ini sudah tidak ada universitas di Gaza,” dan mereka meneriakkan slogan-slogan “Kemerdekaan untuk Palestina”.

Mahasiswa memprotes kerja sama otoritas universitas dengan perusahaan-perusahaan Israel dan mengajukan surat permintaan kepada pemerintah. Dalam surat tersebut, mahasiswa menuntut pemutusan secara penuh hubungan universitas dengan Israel dan lembaga serta perusahaan yang berafiliasi dengan Israel.

Mereka juga menuntut sikap publik untuk memberikan dukukan kepada Palestina, kebebasan berpendapat, dan diakhirinya tekanan dan intimidasi terhadap kegiatan pro-Palestina di kampus.

Seberapa efektif demonstrasi yang dilakukan mahasiswa? Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Savic Ali, mengatakan bahwa aksi ini menunjukkan partisipasi publik yang luas dan kuat. Dalam demokrasi, suara publik dan partisipasi publik sangatlah penting. Oleh karena itu, aksi yang digelar mahasiswa lintas negara ini akan menciptakan iklim di mana komunitas internasional cenderung mengatakan bahwa Israel sudah melewati batas.

Selain itu, Savic juga menyatakan bahwa aksi ini menguji efektivitas putusan Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC). Mengingat bahwa Israel dan Amerika bukan anggota ICC, berbeda dengan Indonesia. “Secara moral, aksi ini menunjukkan bahwa pemerintah Netanyahu di Israel telah melanggar prinsip-prinsip universal, dan pandangan ini akan mempengaruhi publik internasional untuk bersikap tegas terhadap Israel,” kata Savic.

Sumber: https://arina.id/berita/ar-t7JJB/melihat-gelombang-protes-mahasiswa-dunia-tuntut-keadilan-untuk-palestina

By Redaksi Jalan Hijrah

Jalanhijrah.com adalah platform media edukasi dan informasi keislaman dan keindonesiaan yang berasaskan pada nilai-nilai moderasi dan kontranarasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *