Menu

Mode Gelap

News · 13 Jan 2022 10:00 WIB ·

Israel Tidak Akan Patuhi Kesepakatan Nuklir Iran


					Israel Tidak Akan Patuhi Kesepakatan Nuklir Iran Perbesar

Jalanhijrah.com Yerusalem – Israel tidak akan membatasi diri dengan perjanjian nuklir antara [negara] kekuatan dunia dan Iran. Pihaknya akan terus agresif mengawal prihal tersebut untuk mengetahu kekuatan lawan mereka.

Hal itu diungkapkan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett pada Senin (10/1). Tampaknya mereka tidak akan mematuhi hasil perjanjian nuklir tersebut. Prihal krusial ini mereka sampaikan di Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset.

“Israel tak mengambil bagian dalam perjanjian dan tidak memiliki kewajiban seperti mereka. Israel akan mempertahankan kebebasan tak terbatas untuk bertindak,” kata Bennett kepada Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset (parlemen Israel).

“Iran adalah kepala gurita yang terus-menerus mengancam Israel melalui kuasanya,” tambah PM Israel dalam pernyataan yang dikutip oleh harian Jerusalem Post.

Pada Sabtu, pejabat Rusia dan Iran mengatakan kemajuan telah dibuat dalam pembicaraan Wina untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir 2015. Rusia akan terus mengawal hasil penjanjial Nuklir ini demi menjaga keamanan bangsanya dan hubungan baiknya dengan beberapa negera kerabatnya itu.

Utusan Rusia untuk negosiasi nuklir Iran Mikhail Ulyanov mengatakan bahwa pembicaraan bergerak “pelan tapi pasti”. Ujaran ini membuat Zionis berhitung kembali untuk mengambil tindakan. Harapannya mereka tidak terlalu agresif dalam membuat ancaman-ancaman yang menakutkan terhadap warga Palestina.

Pembicaraan maraton putaran kedelapan antara Iran dan P4+1 (Rusia, China, Prancis, Inggris, dan Jerman) dilanjutkan di ibu kota Austria pada 27 Desember. Kelima negara tersebut bersikokoh mempertahankan hasil perjanjian nuklir yang meraka sepakati bersama.

Baca Juga  Kemenag Jelaskan Moderasi Beragama ke Organisasi Kepemudaan di Mabes TNI

Pembicaraan dipusatkan pada permintaan utama Iran untuk mencabut sanksi yang dijatuhkan oleh mantan presiden AS menyusul penarikan sepihak dari kesepakatan penting pada Mei 2018.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

Baca Lainnya

BEM PTNU Gelar Halaqoh Kebangsaan Cegah Radikalisme

5 Februari 2023 - 12:00 WIB

BEM PTNU Gelar Halaqoh Kebangsaan Cegah Radikalisme

Mahmoud Abbas Sebut Israel Merusak Solusi Dua Negara

2 Februari 2023 - 14:25 WIB

Mahmoud Abbas Sebut Israel Merusak Solusi Dua Negara

ASN Didorong Perangi Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat

31 Januari 2023 - 14:00 WIB

ASN Didorong Perangi Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat

Remaja Palestina Tembak Dua Warga Israel di Yerusalem Timur

29 Januari 2023 - 10:51 WIB

Remaja Palestina Tembak Dua Warga Israel di Yerusalem Timur

Salurkan Dana untuk Hizbullah, Pengusaha Lebanon Dijatuhi Sanksi AS

26 Januari 2023 - 10:00 WIB

Salurkan Dana untuk Hizbullah, Pengusaha Lebanon Dijatuhi Sanksi AS

4 Fakta Penangkapan Tersangka Teroris Jaringan ISIS di Sleman

24 Januari 2023 - 12:00 WIB

https://www.harakatuna.com/4-fakta-penangkapan-tersangka-teroris-jaringan-isis-di-sleman.html
Trending di News