Menu

Mode Gelap

Fikih Harian · 12 Apr 2022 12:00 WIB ·

Ini Rahasia Makan Sahur Yang Wajib Diketahui


					Ini Rahasia Makan Sahur Yang Wajib Diketahui Perbesar

Jalanhijrah.com– Salah satu aktivitas dalam bulan Ramadan yang para ulama mengkategorikan ibadah sunah adalah makan sahur. Sahur selain berguna untuk asupan kekuatan orang yang berpuasa ternyata memiliki rahasia-rahasia yang luar biasa. Dan berikut rahasia makan sahur yang wajib diketahui.

Pertama, di dalam makan sahur terdapat keberkahan. Hal ini seperti yang disabdakan Nabi Muhammad

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُو لُ الله صلى الله عليه وسلم: تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً

Artinya: “Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat keberkahan.” [HR. Imam Bukhari]

Kedua, adanya makan sahur menjadi pembeda antara puasanya orang Islam dan umat terdahulu. Nabi Muhammad bersabda

عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عنهُ أَنَّ رسولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ:  فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ. (رواه مسلم)

Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah bersabda, “Perbedaan antara puasa kita dan puasa Ahlul Kitab adalah makan sahur”.[HR. Imam Muslim]

Ketiga, orang yang makan sahur akan mendapatkan shalawat dari Allah dan para malaikat. Dan tentu shalawat di sini artinya rahmat dari Allah. Rasulullah bersabda

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه، أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: السحورُ بركَةٌ فَلاَ تدَعوُه – أي: لا تَتْرُكُوه –  وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُم جرْعَةً مِنْ مَاءٍ، فَإَنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ على المُتسحِّرينَ. (رواه أحمد)

Baca Juga  Ini Hukum Keramas Saat Puasa

Artinya: “Sesungguhnya Nabi Muhammad bersabda, “Makan sahur adalah makan penuh berkah. Janganlah kalian meninggalkannya walaupun dengan seteguk air karena Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada orang yang sedang makan sahur”. [HR. Imam Ahmad]

Keempat, makanan sahur tidak akan dihisap oleh Allah.

ثَلَاثَةٌ لَا يُحَاسَبُ عَلَيْهَا العَبْدُ أَكَلَةُ السَّحُوْرِ وَمَا أَفْطَرَ عَلَيْهِ وَالأَكْلُ مَعَ الإِخْوَانِ

Artinya: “Ada tiga hal (makanan) di mana seorang hamba tidak akan dihisab oleh Allah swt. yaitu makanan sahur, makanan saat berpuasa, dan makanan yang dinikmati bersama saudara-saudara yang lain.” [HR. Al-Azdra’i]

Demikianlah rahasia makan sahur yang perlu diketahui.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Pentingnya Menjaga Akidah Saat Terjadi Gerhana

9 Agustus 2022 - 10:00 WIB

Pentingnya Menjaga Akidah Saat Terjadi Gerhana

Hukum Mencium Tangan Penguasa dan Orang Alim, Bolehkah?

8 Agustus 2022 - 15:00 WIB

Harakatuna.com – Salah satu hal yang biasa dilihat adalah banyaknya masyarakat yang mencium tangan orang alim atau penguasa saat bertemu. Hal ini telah menjadi kewajaran, namun demikian apakah mencium tangan orang alim dan atau penguasa ini diperbolehkan dalam Islam? Islam sebagai agama yang kaffah tentu telah mengatur hal apapun secara detail termasuk hukum mencium tangan orang Alim. Dan berikut hukum mencium tangan orang Alim. Dalam hadis Nabi ditemukan beberapa riwayat tentang sahabat yang mencium tangan Rasulullah عَنْ زَارِعٍ وَكَانَ فِيْ وَفْدِ عَبْدِ الْقَيْسِ قَالَ لَمَّا قَدِمْنَا الْمَدِيْنَةَ فَجَعَلْنَا نَتَبَادَرُ مِنْ رَوَاحِلِنَا فَنُقَبِّلُ يَدَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرِجْلَهُ – رَوَاهُ أبُوْ دَاوُد Artinya: “Dari Zari’ ketika beliau menjadi salah satu delegasi suku Abdil Qais, beliau berkata, Ketika sampai di Madinah kami bersegera turun dari kendaraan kita, lalu kami mengecup tangan dan kaki Nabi SAW. (HR Abu Dawud). وَمِنْ حَدِيث أُسَامَة بْن شَرِيك قَالَ ” قُمْنَا إِلَى النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَبَّلْنَا يَده BACA JUGA Berdoa Ibarat Mengetuk Pintu, Ikut Campur Setelahnya adalah Hal yang Melampaui Batas Artinya: “Hadits Usamah bin Syuraik, ia berkata: Kami berdiri ke arah Nabi, lalu kami cium tangan beliau” Dari hadis ini menjadi jelas bahwa mencium tangan orang alim atau penguasa itu diperbolehkan. Terkait hadis ini, Syekh Al-Hashkafi menerangkan bahwa mencium tangan orang alim dan penguasa yang adil itu diperbolehkan وَلَا بَأْسَ بِتَقْبِيلِ يَدِ الرَّجُلِ الْعَالِمِ) وَالْمُتَوَرِّعِ عَلَى سَبِيلِ التَّبَرُّكِ، (والسُّلْطَانِ الْعَادِلِ). Artinya: “Dan tidak apa-apa mencium tangan orang alim dan orang wara’ untuk tujuan mendapatkan keberkahan. Begitu pula kepada penguasa yang adil.” Imam Nawawi sendiri bahkan memberikan hukum sunah mencium tangan orang Alim وَأَمَّا تَقْبِيْلُ الْيَدِ، فَإِنْ كَانَ لِزُهْدِ صَاحِبِ الْيَدِ وَصَلَاحِهِ، أَوْ عِلْمِهِ أَوْ شَرَفِهِ وَصِيَانَتِهِ وَنَحْوِهِ مِنَ الْأُمُوْرِ الدِّيْنِيَّةِ، فَمُسْتَحَبٌّ Artinya: “Adapun mencium tangan, jika karena kezuhudan pemilik tangan dan kebaikannya, atau karena ilmunya, kemuliaannya, keterjagaannya, dan sebagainya; berupa urusan-urusan agama, maka disunahkan” Demikian hukum mencium tangan orang alim dan penguasa, Wallahu A’lam Bisowab

Ini 6 Amal Ibadah Utama di Hari Asyura

7 Agustus 2022 - 13:00 WIB

Ini 6 Amal Ibadah Utama di Hari Asyura

Benarkah Nikah Beda Agama Sebagai Ungkapan Toleransi?

6 Agustus 2022 - 10:00 WIB

Benarkah Nikah Beda Agama Sebagai Ungkapan Toleransi?

Menggunakan Kaos Kaki Saat Shalat, Sahkan Shalatnya?

3 Agustus 2022 - 12:40 WIB

Hukum Azan Di Telinga Bayi Yang Baru Lahir

2 Agustus 2022 - 12:00 WIB

Hukum Azan Di Telinga Bayi Yang Baru Lahir
Trending di Fikih Harian