Beranda / News / Gaza Menuju Damai? Trump Ungkap Kesepakatan Gencatan Senjata Israel-Hamas

Gaza Menuju Damai? Trump Ungkap Kesepakatan Gencatan Senjata Israel-Hamas

jalanhijrah.com – Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah mencapai kesepakatan untuk tahap awal perjanjian perdamaian dengan menerapkan gencatan senjata di Gaza.

“Saya sangat bangga mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menandatangani fase pertama dari rencana perdamaian kami,” tulis Trump dalam unggahannya di Truth Social pada Kamis (9/10/2025).

Tahap pertama dari pelaksanaan perjanjian damai mencakup pembebasan sandera serta penarikan pasukan militer Israel ke posisi yang telah disepakati dalam kesepakatan tersebut. Hamas memastikan bahwa mereka telah menyetujui untuk mengakhiri konflik di Gaza setelah adanya negosiasi mengenai rencana perdamaian yang diajukan oleh Presiden AS.

Mengutip The Guardian, Hamas meminta Trump dan negara-negara penjamin untuk memastikan Israel melaksanakan gencatan senjata secara penuh. Selain itu, kelompok tersebut menyatakan akan membebaskan 20 sandera yang masih hidup pada akhir pekan ini, menurut sumber yang mengetahui isi kesepakatan.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, baru saja mengeluarkan pernyataan yang menyebut kesepakatan fase pertama antara Hamas dan Israel sebagai “hari bersejarah bagi Israel,” seperti yang dilaporkan oleh BBC. Netanyahu juga menyampaikan apresiasinya kepada pasukan Israel serta Presiden AS Donald Trump dan timnya atas tercapainya perjanjian tersebut.

Menanggapi pengumuman ini, jurnalis Gaza, Plestia Alaqad, menyatakan bahwa untuk pertama kalinya setelah dua tahun, warga Gaza bisa tidur dengan tenang, mengetahui bahwa mereka akan selamat hingga hari berikutnya.

“Semoga kali ini berbeda. Saya benar-benar berharap ini menjadi gencatan senjata yang abadi. Saya tak ingin lagi diberi harapan palsu,” tulis Plestia di akun Instagramnya.

Negosiasi perdamaian yang berlangsung di Mesir ini terjadi tepat dua tahun dan dua hari setelah Israel melancarkan operasi militer besar-besaran di Gaza sebagai tanggapan atas serangan pada 7 Oktober 2023. Berdasarkan data dari PCBS, sedikitnya 68.211 warga sipil di Gaza dan Tepi Barat meninggal dunia akibat serangan militer Israel, termasuk lebih dari 20.000 anak-anak.

Tag: