Jalanhijrah.com-Salah satu hal yang sangat dianjurkan dalam Islam adalah mengucapkan salam jika bertemu dengan saudara sesama muslim. Mengucapkan salam ini ternyata juga sudah kebiasaan masyarakat. Bahkan sebagian masyarakat jika bertemu dengan seseorang yang kenal dengan temannya, kerabatnya dan saudaranya menitipkan salam untuk disampaikan kepada yang bersangkutan. Lantas bagaimana cara menjawab titipan salam dalam Islam.

Rasulullah dalam hadisnya menyebutkan beberapa keutamaan menyebarkan salam termasuk juga menitipkan salam kepada saudara atau kerabat dengan orang yang ditemui dan kebetulan kenal dengan teman tersebut. Menyebarkan salam termasuk amalan ringan yang mengantarkan seseorang masuk surga.

“Abdullah bin Amr berkata, Rasulullah SAW. bersabda, “Sembahlah Allah Yang Maha Pengasih, berikanlah makan, sebarkanlah salam, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR At-Tirmidzi)

Adapun kebiasaan menitipkan salam ini juga dicontohkan dalam tradisi kenabian. Bahkan Allah Swt pernah menitipkan salam kepada Sayidah Khadijah melalui malaikat Jibril saat bertemu dengan Nabi Muhammad.

جاء جبريل إلى النبي صلى الله عليه وسلم وعنده خديجة قال: إن الله يقرئ خديجة السلام, فقالت: إن الله هو السلام وعلى جبريل السلام وعليك السلام ورحمة الله

“Jibril datang kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan ada Khadijah di sisi Nabi. Jibril berkata: “Allah menyampaikan salam untuk Khadijah.” Khadijah berkata: “Sesungguhnya Allah adalah dzat pemberi keselamatan, kesalamatan juga atas Jibril, keselamatan dan rahmat Allah juga kepadamu.” (HR Imam Hakim (3/4.856, Imam Nasa’i 7/8.301)

Baca Juga  Polres Banjarnegara Gelar Forum Diskusi Cegah Paham Khilafatul Muslimin

Selain itu, Jibril juga pernah menitipkan salam kepada Sayidah Aisyah Melalui Nabi Muhammad.
يا عائشة، هذا جبريل يقرأ عليك السلام، فقالت: وعليه السلام ورحمة الله وبركاته، ترى مالا أرى – تريد النبي صلى الله عليه وسلم

“Wahai Aisyah, ini Jibril menyampaikan salam kepadamu.” Aisyah menjawab: “wa‘alaihis salaam wa rahmatullah wa barakaatuh, engkau (Nabi) melihat apa yang tidak aku lihat.” (HR Imam Al Bukhari (3217) dan Sunan Ad Darimi (2680).

Akan tetapi ada tambahan pada Musnad Imam Ahmad (24857) dari Aisyah RA. ia berkata: aku jawab:

عليك وعليه السلام ورحمة الله وبركاته

“Alaika wa‘alaihis salaam wa rohmatulloh wa barokatuh”.

Dari keterangan ini menjadi jelas apabila ada orang menitipkan salam melalui seorang teman atau kerabat, maka jawabnya adalah  عليك وعليه السلام ورحمة الله وبركاته. Namun apabila titipan salam tersebut diucapkan dengan kalimat Assalamualaikum Wr. Wb., maka ia wajib menjawab Walaikum Salam Wr. Wb.

Demikianlah cara menjawab titipan salam dari teman atau kerabat, Wallahu A’lam Bishowab.

By Redaksi Jalan Hijrah

Jalanhijrah.com adalah platform media edukasi dan informasi keislaman dan keindonesiaan yang berasaskan pada nilai-nilai moderasi dan kontranarasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *