Beranda / News / UPN Veteran Jakarta Edukasi Diaspora Indonesia di Malaysia Kelola Keuangan Syariah Digital

UPN Veteran Jakarta Edukasi Diaspora Indonesia di Malaysia Kelola Keuangan Syariah Digital

UPN Veteran Jakarta Edukasi Warga Indonesia di Malaysia soal Keuangan Syariah Digital

Kuala Lumpur — Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jakarta mendorong masyarakat diaspora Indonesia di Malaysia meningkatkan kemampuan mengelola keuangan secara syariah melalui pemanfaatan teknologi digital.

Upaya tersebut dilakukan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) internasional bertema “Edukasi dan Implementasi Perencanaan Keuangan Syariah Berbasis Aplikasi Digital bagi Masyarakat” yang melibatkan warga Indonesia yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia.

Kegiatan ini dilaksanakan di Malaysia pada 1 Agustus 2026. Program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat diaspora yang menghadapi tantangan dalam mengelola keuangan lintas negara, terutama di tengah semakin luasnya penggunaan mobile banking, dompet digital, dan berbagai platform investasi.

Ketua Tim PKM, Faizi, mengatakan perkembangan teknologi keuangan perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai prinsip-prinsip keuangan syariah. Menurutnya, kemudahan akses layanan digital tidak otomatis membuat masyarakat mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat.

“Pertumbuhan aplikasi keuangan digital saat ini sangat pesat, tetapi belum diimbangi literasi yang memadai soal kepatuhan syariahnya. Kami ingin peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki panduan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam mengelola keuangan keluarga sehari-hari,” ujar Faizi.

Hadapi Tantangan Keuangan Lintas Negara

Menurut tim PKM, masyarakat Indonesia yang tinggal di Malaysia memiliki persoalan keuangan yang relatif kompleks dibandingkan masyarakat yang hanya mengelola pendapatan di dalam negeri.

Selain harus mengatur pendapatan dalam mata uang ringgit, diaspora juga perlu memperhitungkan kebutuhan keluarga di Indonesia, pengiriman uang, kewajiban zakat, tabungan, investasi, hingga perlindungan dan perencanaan warisan.

Kondisi tersebut membuat kemampuan merencanakan keuangan menjadi semakin penting. Terlebih, sebagian masyarakat masih menghadapi keterbatasan literasi digital dan keuangan, termasuk keraguan terhadap keamanan sejumlah platform digital serta persoalan akses dan konektivitas.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan prinsip dasar literasi keuangan syariah, mulai dari memahami pengelolaan harta sebagai amanah hingga mengambil keputusan keuangan yang berorientasi pada kemaslahatan.

Tim juga menjelaskan pentingnya menghindari unsur riba, gharar, dan maysir dalam pengelolaan keuangan.

Materi kemudian diarahkan pada praktik penyusunan rencana keuangan berdasarkan prioritas kebutuhan. Peserta diajak mengenali kondisi keuangan keluarga, menyusun kebutuhan berdasarkan konsep maqashid syariah, mengatur anggaran, mencatat arus kas melalui aplikasi digital, serta melakukan evaluasi keuangan secara berkala.

Peserta Praktik Menyusun Anggaran

Pendekatan praktik menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Tim PKM memberikan simulasi pengelolaan keuangan keluarga diaspora dengan pendapatan sebesar RM5.000 per bulan.

Dalam simulasi itu, pendapatan dialokasikan untuk kebutuhan pokok sebesar 45 persen, zakat dan infak 10 persen, kiriman kepada keluarga di Indonesia 20 persen, tabungan haji dan investasi 20 persen, serta dana darurat berbasis takaful sebesar 5 persen.

Simulasi tersebut digunakan untuk membantu peserta memahami bagaimana pendapatan dapat dibagi berdasarkan skala prioritas tanpa mengabaikan kebutuhan keluarga, kewajiban sosial, serta tujuan keuangan jangka panjang.

Peserta juga aktif mendiskusikan persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa di antaranya berkaitan dengan mekanisme pengiriman uang ke Indonesia secara syariah hingga pemilihan aplikasi yang dapat digunakan untuk mencatat keuangan rumah tangga.

Perwakilan tim PKM, Lili Puspita Sari, mengatakan antusiasme peserta menunjukkan bahwa materi mengenai perencanaan keuangan syariah memiliki relevansi langsung dengan kebutuhan masyarakat diaspora.

“Peserta sangat antusias. Banyak yang langsung bertanya soal pengalaman pribadi mereka dalam mengatur keuangan di sini, sehingga materi yang kami sampaikan terasa relevan dan dapat langsung dipraktikkan,” ujar Lili.

Perkuat Kemandirian Finansial Diaspora

Program ini merupakan bagian dari PKM internasional yang dikembangkan Program Studi Ekonomi Syariah UPN “Veteran” Jakarta untuk menjangkau komunitas masyarakat Indonesia di luar negeri.

Kegiatan tersebut menghadirkan empat dosen Program Studi Ekonomi Syariah sebagai pembicara, yakni Faizi, S.EI., M.Si., Ph.D.; Lili Puspita Sari, S.EI., ME.; Muhammad Farras Hanif, S.Si., M.Sc.IBF; dan Rina Nur Shabrina, S.E.I., ME.

Tim PKM berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan secara berkelanjutan dengan menjangkau komunitas Muhammadiyah maupun organisasi masyarakat Indonesia lainnya di Malaysia.

Menurut Faizi, pendampingan semacam ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan pengetahuan keuangan, tetapi juga merupakan bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat kapasitas masyarakat Indonesia di luar negeri.

“Kegiatan ini menjadi salah satu wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi oleh Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UPN ‘Veteran’ Jakarta, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat yang menyasar komunitas Indonesia di luar negeri,” pungkas Faizi.

Tag: