Jakarta, 14 Juni 2025 — Guna mendorong peningkatan literasi keuangan syariah di Indonesia, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jakarta menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertema “Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Syariah bagi Pengurus Masjid Kementerian/Lembaga dan BUMN”. Acara yang digelar secara daring melalui Zoom ini berlangsung pada Sabtu (14/6) dan diikuti oleh 218 peserta dari berbagai instansi pemerintahan dan BUMN di wilayah Jabodetabek.
Indonesia, dengan mayoritas penduduk beragama Islam—mencapai 244,4 juta jiwa atau sekitar 87,06% dari total populasi per awal 2024—memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor keuangan syariah. Namun, kenyataannya, perkembangan industri ini masih tertinggal, salah satunya disebabkan oleh rendahnya tingkat literasi masyarakat terhadap keuangan syariah.
Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2023, tingkat literasi keuangan syariah masyarakat Indonesia baru mencapai 12%. Artinya, hanya 12 dari setiap 100 orang yang memahami konsep dasar keuangan syariah. Rendahnya pemahaman ini membuat masyarakat lebih akrab dengan pasar modal konvensional dibandingkan pasar modal syariah.
“Masih banyak masyarakat yang belum bisa membedakan antara pasar modal konvensional dan pasar modal syariah. Ini menjadi tantangan besar dalam pengembangan sektor keuangan berbasis syariah,” ujar Airlangga Surya Kusuma, S.E., M.Sc., dosen FEB UPN “Veteran” Jakarta sekaligus anggota tim pengabdian.
Untuk menjawab tantangan tersebut, UPN “Veteran” Jakarta menggandeng para pengurus masjid di lingkungan kementerian/lembaga dan BUMN sebagai mitra strategis dalam menyebarluaskan pemahaman tentang pasar modal syariah. Mereka dianggap memiliki pengaruh kuat di tengah masyarakat.
Sebagai narasumber utama, kegiatan ini menghadirkan Reza Sadat Shahmeini, S.E., M.M., Spesialis Pengembangan Produk Syariah dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam pemaparannya, Reza menjelaskan konsep dasar pasar modal syariah, mekanisme operasionalnya, hingga produk-produk investasi syariah yang tersedia di pasar Indonesia.
“Pasar modal syariah bukan hanya tentang tidak adanya unsur riba, tetapi juga mencerminkan prinsip-prinsip keadilan dan transparansi dalam Islam,” jelas Reza.
Sosialisasi ini turut didukung oleh Forum Silaturrahim Takmir Masjid Kementerian/Lembaga dan BUMN serta Bursa Efek Indonesia. Dari pihak UPN “Veteran” Jakarta, kegiatan ini diinisiasi oleh sejumlah dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yakni Faizi, S.E.i., M.Si., Ph.D.; Dr. Purwanto Widodo, S.Si., M.M.; Dr. Jubei Levianto, S.Sos., M.M.; serta Airlangga Surya Kusuma, S.E., M.Sc.
Selama acara yang berlangsung selama tiga jam tersebut, peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terutama saat sesi tanya jawab yang membahas praktik investasi syariah dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya baru menyadari bahwa pasar modal syariah sangat relevan bagi umat Islam yang ingin berinvestasi secara halal dan aman,” ujar salah satu peserta dari lingkungan Kementerian Pertanian.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menyebarkan informasi yang benar dan tepat tentang pasar modal syariah ke masyarakat luas melalui para pengurus masjid. Dengan meningkatnya pemahaman, masyarakat diharapkan lebih terbuka untuk berinvestasi secara syariah dan mendorong pertumbuhan sektor ini di Indonesia.
“Kami berharap ke depan kerja sama ini bisa terus diperluas, agar literasi dan partisipasi masyarakat dalam pasar modal syariah semakin meningkat,” tambah Dr. Jubei Levianto.
Tim pengabdian UPN “Veteran” Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus mengedukasi masyarakat dan menjalin kolaborasi lintas sektor dalam rangka mendukung Indonesia menjadi pusat keuangan syariah dunia.







