Zikir Saat Ngobrol, Amalan Yang Paling Disukai Allah

Jalanhijrah.com – Salah satu fitrah kehidupan adalah manusia tidak bisa hidup sendirian. Manusia adalah makhluk sosial. Salah satu perwujudan dari manusia sebagai Mahluk sosial adalah saling berinteraksi dan saling ngobrol. Dan perlu diketahui bahwa zikir saat ngobrol adalah amalan yang paling disukai oleh Allah.

Ngobrol adalah hal yang paling mengasyikkan. Orang yang sudah mempunyai kedekatan emosional biasa ketika mengobrol bisa tahan berjam-jam. Mereka ketika bertemu, ada saja yang diobrolkan. Tentu saat ngobrol, tidak sedikit kita yang melanggar aturan-aturan syariat agama seperti menghibah, menjelek-jelekkan orang lain dan lain sebagainya. Oleh karenanya orang yang mampu berzikir saat sedang ngobrol adalah amalan yang paling dicintai oleh Allah. Nabi Muhammad bersabda

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهِ سُبْحَةُ الْحَدِيثِ، قَالُوا : وَمَا سُبْحَةُ الْحَدِيثِ يَا رَسُولَ اللهِ ؟ قَالَ الرَّجُلُ يُسَبِّحُ وَالَّناُس يَتَكَلَّمُون

Artinya: “Amal yang dicintai Allah adalah subhatul hadits. Bertanyalah sahabat, “Apa itu subhatul hadits, ya Rasulallah?” Rasulullah menjawab, “Seseorang yang bertasbih di tengah orang-orang yang sedang mengobrol.”

Salah satu alasan utama kenapa zikir saat ngobrol adalah amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah karena zikir itu merupakan kontrol dan pengawasan. Orang yang senantiasa berzikir, ketika ngobrol pasti akan tahu batasannya. Mana-mana yang boleh diomongkan dan mana saja yang harus dihindari.

Memang hal ini sangat sulit untuk dilakukan, karena biasanya orang yang sudah asyik ngobrol akan terlena. Selain itu, zikir saat ngobrol juga membutuhkan kecerdasan dan latihan. Orang yang belum terbiasa melakukan ini jelas sangat sulit. Bayangkan saja, ketika mulut dan pikiran sedang fokus terhadap obrolan, di saat yang sama hati harus terus berzikir.

Baca Juga  Menanam Kesalehan Sosio-Kultural untuk Resistensi Ideologi Kebencian

Oleh karenanya orang yang senantiasa berzikir dalam keadaan apapun adalah salah satu ciri orang yang dikasihi Allah (red: Wali). Hal demikian karena ia memahami esensi dari kehidupan dan syariat Islam yang terkandung dalam ayat

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”

Penulis: Ahmad Khalwani

Penikmat Kajian keislaman

By Redaksi Jalan Hijrah

Jalanhijrah.com adalah platform media edukasi dan informasi keislaman dan keindonesiaan yang berasaskan pada nilai-nilai moderasi dan kontranarasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *