Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan tawaran gencatan senjata yang diajukan oleh Presiden AS Joe Biden adalah peluang perdamaian yang harus dimanfaatkan oleh semua pihak.

Melalui akun media sosial X, Trudeau menyatakan usulan kesepakatan untuk mengakhiri perang di Gaza dapat mengakhiri penderitaan dan merupakan kesempatan untuk kembali ke jalur perdamaian.

“Kanada telah menyerukan gencatan senjata, peningkatan segera bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, dan pembebasan semua sandera,” katanya, Sabtu (1/6/2024).

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Kanada Melanie Joly menanggapi serangan udara Israel di kamp pengungsi Rafah di Gaza selatan sebagai serangan yang mengerikan. Serangan itu telah menewaskan anak-anak dan masyarakat sipil.

“Kami ngeri dengan serangan yang menewaskan warga sipil Palestina di Rafah,” ungkap Joly. Dia juga menegaskan Kanada tidak mendukung operasi militer Israel di Rafah.

Telah diberitakan sebelumnya, pasukan Israel telah melakukan serangan di sebuah kompleks pengungsian di utara Kota Rafah, di daerah yang dikenal sebagai Tel al-Sultan. Wilayah tersebut dinyatakan sebagai “zona aman.” Tragisnya serangan terjadi di malam hari ketika sebagian pengungsi tengah bersiap tidur.

Tak pelak serangan menimbulkan korban tewas yang begitu besar. Selain karena terkena ledakan bom sebagian besar korban tewas karena hangus terbakar kobaran api yang menjalar dengan cepat di tengah kamp.

PM Israel Benjamin Netanyahu berdalih bahwa adanya korban warga sipil terjadi ketika sesuatu yang tidak disengaja terjadi secara tragis. Ia mengklaim mereka menyerang Rafah karena telah menargetkan dua anggota senior Hamas dan tidak bermaksud untuk menimbulkan korban sipil.

Baca Juga  Densus 88 Sita Ratusan Kotak Amal Diduga Jadi Sumber Biaya Terorisme

“Di Rafah, kami telah mengevakuasi sekitar 1 juta penduduk non-kombatan dan meskipun kami telah berusaha keras untuk tidak menyerang penduduk non-kombatan, namun sayangnya kesalahan tragis terjadi,” ujarnya dalam sebuah pidato di parlemen yang diinterupsi oleh teriakan anggota parlemen dari pihak oposisi dilansir dari Reuters.

Serangan ini menambah deretan panjang kekerasan yang terus berlangsung di Gaza, meningkatkan urgensi bagi dunia untuk bertindak guna menghentikan penderitaan warga sipil yang tidak bersalah.

Serangan terbaru ini merupakan bagian dari agresi berkelanjutan Israel terhadap Jalur Gaza yang dimulai pada 7 Oktober 2023. Menurut laporan Palestinian Central Bureau of Statistics (PCBS), jumlah korban tewas Palestina telah mencapai angka lebih 35 ribu jiwa dengan lebih dari 84 ribu korban luka-luka.

Militer Israel dilaporkan telah membunuh sedikitnya 36.161 warga Palestina. PCBS mencatat bahwa 35.709 korban jiwa berada di Jalur Gaza, sementara 514 korban jiwa terdapat di Tepi Barat. Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak.

All Eyes on Rafah

Rafah adalah kota perbatasan Gaza dan Mesir yang menjadi target serangan Israel sejak 6 Mei lalu. Kota ini menjadi tempat perlindungan terakhir bagi lebih dari satu juta warga Palestina yang mengungsi imbas agresi Zionis.

Serangan Israel ke Rafah membuat publik nyaris di seluruh dunia ramai-ramai mendukung Palestina. Melalui slogan “All Eyes On Rafah” masyarakat mengecam dan menekan Israek agar menyetop serangan brutal tersebut. Konten gambar yang dihasilkan oleh AI ini telah dibagikan lebih dari 46 juta disertai oleh pengguna media sosial.

Baca Juga  18 Warga Palestina Terluka oleh Tentara Israel dalam Protes di Perbatasan Timur Gaza

Slogan ini bermula dari pidato Rick Peperkorn Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berkantor di teritori Palestina. Slogan ini merupakan seruan kepada masyarakat dunia untuk tidak acuh terhadap genosida yang terjadi di Gaza. Selurh dunia diminta memantau perkembangan di Rafah yang merupakan tempat pengungsian warga Gaza yang menjadi korban.

By Redaksi Jalan Hijrah

Jalanhijrah.com adalah platform media edukasi dan informasi keislaman dan keindonesiaan yang berasaskan pada nilai-nilai moderasi dan kontranarasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *