Makbulkah Doa Anak Nakal Kepada Orang Tuanya?

Jalanhijrah.com– Dalam hadis Nabi diterangkan bahwa salah hal yang menjadi amal jariah atau amal yang tiada terputus pahalanya adalah doa anak saleh. Namun demikian pada realitasnya tidak semua anak mampu menjadi saleh seperti harapan orang tuanya, namun pastinya setiap anak punya cara untuk membahagiakan orang tuanya. Status kenakalan anak tentu akan punya masanya, walaupun sekarang belum saleh akan tetapi dengan bertambahnya pengalaman hidup dan pengetahuan seorang anak yang dikatakan nakal bisa berubah menjadi anak saleh. Dalam Islam, apakah makbul doa anak nakal kepada orang tuanya?

Sebelum menjawab pertanyaan ini, seyogyanya atau wajib bagi umat Islam untuk selalu berdoa agar di karuniai anak yang saleh. Adapun doa yang bisa dibaca agar punya anak saleh yang termaktub dalam Al-Quran adalah sebagai berikut

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ

Rabbi hablii minash shoolihiin

Artinya: “Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. (QS As Shaffat: 100)

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةًۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ

Rabbi hablii milladunngka dzurriyyatan thoyyibah, innaka samii’uddu’aa 

Artinya: “Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”. (QS. Ali Imran: 38)

Makbulkah Doa Anak Nakal?

Imam Al-Ghazali menyatakan bahwa doa anak baik itu saleh dan nakal semuanya makbul dan bermanfaat bagi orang tuanya. Dalam kitabnya, Ihya Ulumudin, jilid 2 halaman 30, beliau menuliskan

Baca Juga  Narasi Kebangsaan dan Konstruksi Identitas Muslim di Indonesia

وقول القائل إن الولد ربما لم يكن صالحا لا يؤثر فإنه مؤمن والصلاح هو الغالب على أولاد ذوي الدين لا سيما إذا عزم على تربيته وحمله على الصلاح وبالجملة دعاء المؤمن لأبويه مفيد برا كان أو فاجرا فهو مثاب على دعواته وحسناته فإنه من كسبه وغير مؤاخذ بسيئاته فإنه لا تزر وازرة وزر أخرى

Artinya: “Seseorang berkata, ‘Anak kadang tidak saleh sehingga doanya tidak berpengaruh bagi kedua orang tua. Padahal ia mukmin.’ Kesalehan sudah umum pada keturunan orang beragama, terlebih kalau orang bertekad mendidik dan mengantarkannya pada kesalehan. Secara global, doa orang beriman untuk kedua orang tuanya tetap berguna baik ia anak berbakti maupun anak nakal. Kedua orang tuanya akan tetap diberi pahala atas doa dan kebaikan anaknya karena itu bagian dari ikhtiarnya dan ia tidak akan disiksa karena dosa keturunannya. Pasalnya setiap orang tidak menanggung dosa orang lain,”

Dari sini menjadi jelas, bahwa doa anak kepada orang tuanya itu makbul dan berguna, baik itu anak saleh maupun nakal. Wallahu a’lam bishowab.

Penulis: Ahmad Khalwani Penikmat Kajian keislaman

By Redaksi Jalan Hijrah

Jalanhijrah.com adalah platform media edukasi dan informasi keislaman dan keindonesiaan yang berasaskan pada nilai-nilai moderasi dan kontranarasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *