Menu

Mode Gelap

Fikih Harian · 12 Nov 2021 08:00 WIB ·

Inilah Hukum Mewarnai Kuburan Dalam Islam


					Inilah Hukum Mewarnai Kuburan Dalam Islam Perbesar

Jalanhijrah.com-Pada sebagian daerah di Indonesia, terdapat daerah pemakaman yang kuburannya diwarnai dengan beberapa warna. Hal ini bertujuan agar para peziarah atau warga sekitar tidak merasa angker dengan adanya pekuburan tersebut. lantas, bagaimana hukum mewarnai kuburan?

Kuburan sejatinya memang dicirikan sebagai tempat yang menyeramkan. Hal ini bertujuan agar orang yang melihat dan menziarahi kuburan dapat mengambil iktibar dari keadaan orang yang telah meninggal, sehingga ia semakin bertambah ketakwaannya dan semakin mempersiapkan bekal dalam menghadapi kematian. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW berikut,

مَا رَأَيْتُ مَنْظَرًا قَطُّ إِلَّا وَالْقَبْرُ أَفْظَعُ مِنْهُ

“Tidak aku lihat pemandangan, kecuali kuburanlah yang paling menakutkan” (HR. Ahmad).

Dalam kesempatan lain Rasulullah juga pernah melarang seseorang untuk membangun kuburan dan memperindahnya dengan mewarnainya menggunakan kapur. Sebagaimana dalam keterangan hadits berikut,

نهى رسول اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻥ ﻳﺠﺼﺺ اﻟﻘﺒﺮ، ﻭﺃﻥ ﻳﻘﻌﺪ ﻋﻠﻴﻪ، ﻭﺃﻥ ﻳﺒﻨﻰ ﻋﻠﻴﻪ

Artinya : “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam melarang untuk memplester kuburan, duduk di atasnya dan membangun kuburan” (HR Muslim).

Berdasarkan keterangan inilah sebagian ulama menghukumi makruh untuk mewarnai kuburan. Hal ini, karena mewarnai kuburan dihukumi sama dengan menghias kuburan yang tidak sesuai dengan kondisi mayyit. Sebagaimana dalam keterangan kitab An-Najmul Wahhaj juz 3, halaman 109 berikut,

قال: (ويكره تحصيص القبر, والبناء والكتابة عليه). و (التجصيص): التبييض بالجص وهو النورة. ومن جهة المعنى: أن ذلك زينة وهي لا تتناسب حال الميت

Baca Juga  Doa Agar Barang Yang Kita Beli Membawa Keberkahan

Artinya :  Makruh hukumnya bagi seseorang untuk mentahsis, membangun, maupun menulisi kuburan. Adapun yang dimaksud dengan mentahsis disini adalah memberi warna putih pada kuburan menggunakan kapur. Alasannya karena hal tersebut sama dengan menghias kuburan yang tidak sesuai dengan kondisi mayyit.

Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa kuburan sejatinya memang dicirikan sebagai tempat yang menyeramkan. Hal ini bertujuan agar orang yang melihat dan menziarahi kuburan dapat mengambil iktibar dari keadaan orang yang telah meninggal, sehingga sebagian ulama menghukumi makruh untuk mewarnai kuburan.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Tafsir Ahkam: Hukum Menggunakan Kafan Selain Putih

2 Februari 2023 - 12:00 WIB

Tafsir Ahkam: Hukum Menggunakan Kafan Selain Putih

Merasa Takut Dengan Malam Hari, Baca Doa Rasulullah Berikut Ini

1 Februari 2023 - 12:00 WIB

Merasa Takut Dengan Malam Hari, Baca Doa Rasulullah Berikut Ini

Memahami Hadits Harus Kontekstual (Tak Hanya Tekstual)

29 Januari 2023 - 15:00 WIB

Memahami Hadits Harus Kontekstual (Tak Hanya Tekstual)

Khotbah Rasulullah Ketika Memasuki Bulan Rajab

27 Januari 2023 - 14:12 WIB

Khotbah Rasulullah Ketika Memasuki Bulan Rajab

Hukum Mencetak Buku Yasin Untuk Orang Yang Meninggal Dunia

26 Januari 2023 - 14:00 WIB

Hukum Mencetak Buku Yasin Untuk Orang Yang Meninggal Dunia

Ingin Punya Istana di Surga, Perbanyak Bersedekah Di Bulan Rajab

24 Januari 2023 - 15:00 WIB

Ingin Punya Istana di Surga, Perbanyak Bersedekah Di Bulan Rajab
Trending di Fikih Harian