Inilah Hukum Memakai Rambut Palsu Untuk Berhias

Jalanhijrah.com – Seringkali kita menjumpai beberapa publik figur mengenakan wig atau rambut palsu untuk berhias. Baik itu untuk tuntutan peran maupun untuk bergaya dan berhias. Dalam hadisnya, Rasulullah pernah bersabda bahwa Allah itu indah dan menyukai keindahan. Lantas apakah memakai wig untuk tujuan berhias itu diperbolehkan dan bersesuaian dengan hadis Rasulullah tersebut?

Sayyid Abdullah bin Mahfudz Al-Haddad dalam kitab fatwanya menuliskan tentang hukum memakai wig

إن لبس الباروكة ليس من الوصل الذي لعن الرسول صلى الله عليه وسلم فاعلته، وقد جاء عن السلف ما يفيد ذلك، فقد روى عبد الرزاق في ((المصنف)) عن ابن جريج قال: قال عطاء: إذا وضعت المرأة على رأسها شعرا بغير وصل، فتضعه إذا قامت إلى الصلاة فإنه محدث. وروى عبد الرزاق أيضا عن ابن عيينة عن منصور عن إبراهيم قال: لا بأس أن تضع المرأة على رأسها الشعر بغير وصل. (مصنف عبد الرزاق).

Artinya: “Sungguh, pemakaian wig atau rambut palsu bukan termasuk dari persoalan washl (menyambung rambut) yang pelakunya dilaknat Rasulullah Saw.” Para ulama Salaf telah memberi penjelasan mengenai hal ini, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Abdur Razzaq dalam Musanafnya, dari Ibnu Juraij ia berkata, bahwa Atha menjelaskan, “Apabila seorang wanita meletakkan rambut di atas kepalanya tanpa menyambungnya, maka hendaklah untuk menaruhnya jika ia ingin mendirikan salat, karena hal itu adalah barang yang menyebabkan hadas.” Imam Abdur Razzaq juga kembali meriwayatkan nas yang berasal dari Ibnu Uyainah dan berujung kepada Ibrahim, “Tidak apa-apa bagi wanita meletakkan rambut palsu (wig) di atas rambut aslinya selama itu tidak disambung.”

Baca Juga  Inilah Sumber Dosa Jariyah Yang Jarang Diketahui

Memakai Wig Untuk Suami

Dari pendapat ini menjadi jelas bahwa memakai wig itu diperbolehkan. Bahkan Imam Abu Asybal Hasan Az-Zuhairi dalam kitab Syarah Shahih Muslim mengatakan bahwa berhias dengan memakai wig untuk suaminyadiperbolehkan. Terkait hal ini Beliau menuliskan

إن لبس الباروكة للمرأة المسلمة تتزين بها لزوجها أمر جائز، وامتثالاً لقوله عليه الصلاة والسلام: (الدين النصيحة) وهذه النصيحة أنا أولى بها من أي إنسان آخر.

Artinya: “Sungguh, memakai wig bagi wanita muslimah dengan tujuan berhias diri untuk suaminya adalah perkara mubah. Dan ini sekaligus menerapkan hadis Nabi Muhammad “Agama itu adalah nasihat”. Dan aku lebih utama tuk menasihati diriku sendiri daripada orang lain.”

Demikianlah penjelasan mengenai hukum memakai wig atau rambut palsu, Wallahu A’lam Bishowab

Penulis: Ahmad Khalwani

Penikmat Kajian keislaman

By Redaksi Jalan Hijrah

Jalanhijrah.com adalah platform media edukasi dan informasi keislaman dan keindonesiaan yang berasaskan pada nilai-nilai moderasi dan kontranarasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *