Beranda / Taubat / Inilah Dua Amalan Penting Sambut Tahun Baru 2025

Inilah Dua Amalan Penting Sambut Tahun Baru 2025

Tahun baru Masehi sering dirayakan dengan tradisi seperti bakar-bakar ikan, meniup terompet, menyalakan petasan, atau jalan-jalan menikmati keramaian. Semua itu menyenangkan dan diperbolehkan selama tidak melanggar norma. Tetapi bukankah itu terasa monoton? Setiap tahun kita hampir selalu melakukannya dengan cara yang sama tanpa makna.

Bagaimana jika tahun ini berbeda? Alih-alih meniup terompet, kita bisa “meniup” semangat baru lewat doa. Daripada menyalakan petasan, kita “menyalakan” keberkahan dengan sedekah. Bahkan, malam tahun baru bisa dihiasi munajat dan muhasabah diri. Anti-mainstream? Mungkin, tapi bukankah perubahan justru dimulai dengan sesuatu yang berbeda?

Setidaknya ada 2 amalan yang bisa jadi rekomendasi untuk menyambut tahun baru 2025.

1. Melantunkan doa akhir tahun dan awal tahun

Dalam kitab Kanzun Najah Wassurur karya ulama nusantara Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Kudus bin Abdil Qadir, terdapat anjuran beliau untuk membaca doa akhir tahun. Walau dalam kitab tersebut dijelaskan untuk tahun Hijriyah, namun doa ini tidak ada salahnya kita baca untuk menyambut dan mengakhiri tahun Masehi. Pasalnya, dilihat dari segi makna, doa tersebut esensinya sama yakni munajat (memohon pertolongan) kepada Allah.

Pun doa ini mempunyai banyak fadhilah (keutamaan) salah satunya ketika seseorang melantunkan doa akhir tahun ini setan akan berkata “Aku telah mendampinginya sepanjang tahun, namun dalam sekejap, ia meruntuhkan semua yang telah kuusahakan.”

Doa Akhir tahun

بسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اَللهم  مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي السَّنَةِ الْمَاضِيَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ، وَنَسِيْتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ، وَحَلُمْتَ عَنِّيْ مَعَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ، وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَاءَتِيْ عَلَيْكَ،اَللهم  إِنِّيْ أَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ فَاغْفِرْ لِيْ.اَللهم وَمَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ وَالْغُفْرَانَ فَتَقَبَّلْهُ مِنِّيْ، وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Artinya: “Bismillahirrahmanirrahim Dan semoga Allah mencurahkan rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabatnya, dan semoga Allah melimpahkan keselamatan kepada mereka. Ya Allah, segala perbuatan yang aku lakukan di tahun yang lalu, yang Engkau larang namun aku tidak bertaubat darinya, yang Engkau tidak ridhai, dan aku lupa akan hal itu padahal Engkau tidak melupakannya. Engkau telah bersabar terhadapku meski dengan kuasa-Mu Engkau bisa menghukumku, dan Engkau memanggilku untuk bertaubat setelahku berbuat dosa. Ya Allah, aku memohon ampun kepada-Mu, maka ampuni aku. Ya Allah, segala perbuatan yang aku lakukan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan pahala dan ampunan atasnya, maka terimalah amalanku, dan jangan putuskan harapanku kepada-Mu, wahai Dzat yang Maha Mulia, wahai Dzat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabatnya, dan semoga Allah melimpahkan keselamatan kepada mereka.

Doa awal tahun

اللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Dzat yang Kekal Abadi, Dzat yang Awal dan Tidak Berakhir, dan segala kebaikan berasal dari limpahan karunia dan kemurahan-Mu yang mulia. Tahun baru ini telah tiba, aku memohon perlindungan-Mu dari godaan setan dan pengikut-pengikutnya, serta pertolongan dalam melawan hawa nafsu yang cenderung berbuat buruk. Berikan aku kekuatan untuk sibuk dengan amalan yang mendekatkanku kepada-Mu, wahai Dzat yang memiliki kebesaran dan kemuliaan.”

2. Melakukan muhasabah (introspeksi diri)

Ketika sampai dipenghujung akhir tahun dan akan menyambut awal tahun baru, ini merupakan momen yang penting untuk kita introspeksi diri, mengingat diri kita di tahun sebelumnya apakah sudah menjadi pribadi yang baik taat kepada aturan Allah? ataukah sebaliknya?

Selain itu kita juga bisa mempersiapkan dan belajar dari kesalahan masa lalu untuk menghadapi tahun berikutnya agar tidak terjerumus dalam lubang kesalahan yang sama. Melakukan instrospeksi diri disamping berdampak positif kepada diri kita, secara tidak langsung kita juga melaksanakan dan menghidupkan sunnah Rasulullah SAW.

Sebagaimana sabda beliau:

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ، وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا، وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ

Artinya: “Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengoreksi dirinya sendiri dan berbuat untuk persiapan setelah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan hanya berangan-angan kepada Allah.” (Riyadhus Salihin, halaman 55)

Bahkan dengan modal konsisten melakukan muhasabah, kita dapat memaksimalkan serta menyempurnakan berbagai aspek kehidupan, mulai dari lingkungan, pekerjaan, kesehatan, dan lainnya. Dalam aspek pekerjaan, muhasabah diri memungkinkan kita untuk mengevaluasi kinerja, mengenali kekurangan, dan meningkatkan produktivitas.

Dengan meninjau kembali tujuan dan mengatur jadwal dengan lebih terstruktur, kita dapat fokus pada prioritas yang benar, sehingga mengurangi pemborosan waktu.

Di sisi kesehatan, muhasabah diri membantu kita menyadari pola hidup yang kurang sehat, seperti pola makan yang buruk atau kurang olahraga, dan berupaya memperbaikinya. Wallahu a’lam bish shawab. Cetak PDF Ahmad Yaafi Kholilurrohman Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma’had Aly Situbondo, Jawa Timur

 

*Artikel ini telah tayang di Arina.Id. Jika ingin baca aslinya, klik tautan ini: https://arina.id/syariah/ar-7M7eR/2-amalan-penting-sambut-tahun-baru-2025