Dua Orang Yang Tidak Mendapat Ampunan Allah Di Bulan Sya’ban

Jalanhijrah.com –  Bulan Sya’ban adalah satu bulan yang cukup mulia dalam kalender Hijriyah. Dimana pada bulan ini, seluruh amal ibadah manusia akan diangkat. Rasulullah sendiri banyak melakukan ibadah di bulan ini dengan memperbanyak puasa serta memohon ampunan kepada Allah. Perlu diketahui bahwa dalam bulan Sya’ban ini ada 2 orang tidak mendapat ampunan Allah Swt.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah menjelaskan bahwa pada bulan Sya’ban seluruh makhluk akan mendapatkan ampun kecuali 2 orang yaitu musyrik dan musyahin.

إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ, فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ, إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ.

Artinya: “Sesungguhnya Allah muncul di malam pertengahan bulan Sya’ban dan mengampuni seluruh makhluknya kecuali orang musyrik dan musyahin.”

Dari hadis ini jelas 2 orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah adalah musyrik dan musyahin. Musyrik sendiri adalah orang-orang yang menyekutukan Allah baik dengan perkataan, perbuatan maupun isyarat hati.

Walhasil, bagi orang yang pernah menyekutukan Allah baik dalam sengaja maupun tidak segeralah bertaubat. Karena dengan taubat itulah pintu ampunan Allah terbuka lebar

Sedangkan orang kedua yang tidak mendapatkan ampunan dibulan Sya’ban adalah musyahin. Musyahin adalah orang yang bermusuhan dengan saudaranya sendiri. Rasulullah pun dengan jelas menyatakan bahwa musyahin ini akan ditangguhkan masuk kedalam surga sampai berdamai. Rasulullah bersabda

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا.

Baca Juga  Urgensi Kehadiran Negara Memberangus Ceramah Keagamaan Segregatif-Provokatif

Artinya: “Pintu-pintu surga dibuka setiap hari Senin dan Kamis dan akan diampuni seluruh hamba kecuali orang yang berbuat syirik kepada Allah, dikecualikan lagi orang yang memiliki permusuhan antara dia dengan saudaranya. Kemudian dikatakan, “Tangguhkanlah kedua orang ini sampai keduanya berdamai. Tangguhkanlah kedua orang ini sampai keduanya berdamai. Tangguhkanlah kedua orang ini sampai keduanya berdamai” (HR Muslim)

Semoga Allah selalu menjaga kita dan menjauhkan kita dari perbuatan musyrik dan musyahin sehingga kelak berhak mendapatkan surganya, Amin.

Penulis: Ahmad Khalwani- Penikmat Kajian Keislaman

By Redaksi Jalan Hijrah

Jalanhijrah.com adalah platform media edukasi dan informasi keislaman dan keindonesiaan yang berasaskan pada nilai-nilai moderasi dan kontranarasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *