Menu

Mode Gelap

Milenial · 12 Des 2021 16:00 WIB ·

Dalam Dunia Literasi, Pentingkah Lomba Bagi Seorang Penulis? Anda Harus Tahu Ini


					Dalam Dunia Literasi, Pentingkah Lomba Bagi Seorang Penulis? Anda Harus Tahu Ini Perbesar

Jalanhijrah.com– Sebagai seorang penulis akan mempertanyakan kepada dirinya sendiri, apakah ia mesti mengikuti lomba kepenulisan atau ia sekedar menjalankan profesi dirinya sebagai penulis hanya menulis tanpa harus memperlombakannya?

Satu pertanyaan menarik yang memang mesti dipikirkan pula oleh seorang penulis. Menjadi seorang penulis untuk menembus sebuah media massa baik cetak maupun online bukan sebuah pekerjaan gampang.

Karenanya, mutlak bagi seorang penulis untuk meningkatkan kemampuan menulisnya serta perlu melatih dirinya agar terbiasa menulis dengan ilmu yang dimilikinya sehingga mampu menghasilkan tulisan-tulisan bermutu dan dibutuhkan oleh banyak pembaca.

Tentang lomba itu sendiri sifatnya bukanlah hal yang wajib bagi penulis. Artinya dengan tidak mengikuti lomba pun sesungguhnya karya-karya yang telah dihasilkan asalkan layak dimuat di media massa maka tentu saja ada semacam kepantasan jika tulisan tersebut memiliki standarisasi sebagai karya yang pantas dimuat dan layak dibaca. Tetapi jika mengikuti lomba pun memang tak ada salahnya pula.

Biasanya mengikuti lomba menulis memiliki beberapa alasan diantaranya ingin mendapatkan pengalaman mengikuti lomba, ingin mendapatkan gengsi, ingin mendapatkan hadiah dari lomba tersebut, dapat mengukur kualitas tulisan dari hasil penilaian juri atau sekedar iseng, juara untung tidak juara pun tak apa-apa.

Bahkan bukan saja mereka yang terbiasa menulis artikel atau esai, tetapi bagi mereka pun yang terbiasa menulis cerpen atau novel tampaknya mengikuti lomba memang begitu menggiurkan. Bukan saja terkadang hadiah yang ditawarkan tetapi terkadang menjadi juara dalam sebuah lomba merupakan jalan pintas untuk mendapat popularitas dan kesempatan untuk meningkatkan karier kepenulisan itu sendiri.

Baca Juga  Memberantas ASN Radikal; Mengatasi Problem Loyalitas dan Lemahnya Pengawasan Internal

Sebagai scontoh seorang rekan penulis menjadi juara lomba kepenulisan skenario dan skenarionya difilmkan membuat ia semakin meyakini kemampuannya untuk menulis skenario sehingga ia pun kini menekuni profesi tersebut setelah mengikuti semuanya.

Sah-sah saja alasan apun juga. Tetapi mesti diingat mengikuti lomba kepenulisan jangan asal-asalan pula dan semuanya harus dipersiapkan secara matang. Tentu saja dengan mengikuti lomba kepenulisan berarti ada upaya kita berkompetisi dalam tulisan yang dihasilkan. Karenanya mengikuti semua ini jangan sampai asal menulis tanpa memperhitungkan kompetitor yang mengikuti lomba tersebut.

Jangan sampai tulisan yang dilombakan malah lebih jelek dari karya tulisan kita yang dimuat di media massa. Ada semacam tuntutan keprofesionalan dalam menulis itu sendiri karena mengikuti lomba menulis sama artinya dengan mempertaruhkan diri kita sebagai seorang penulis dalam hal ini.

Tentu saja bagi seorang penulis kalaulah ingin mengikuti lomba haruslah memilih lomba seperti apa yang mesti dikutinya. Jika tujuannya hanya mencari juara dan menang dalam lomba itu tentu saja mencari kategori lomba yang sedang-sedang saja dengan peserta yang kemampuan merata dengan kita. Akan tetapi jika ingin mendapatkan pengalaman berharga maka ikuti lomba-lomba yang pesertanya adalah para penulis handal.

Kalaupun pada kesempatan itu tulisan yang dilombakan tidak menang setidaknya kita mendapatkan pengalaman berharga karena bersaing dengan penulis-penulis hebat. Intinya, mana yang ingin dipilih lomba tersebut kembali kepada penulisnya itu sendiri.

Baca Juga  Benarkah Kitab Kuning Jadi Sumber Terorisme?

Harus diakui pula, mengikuti lomba-lomba kepenulisan berarti tulisan-tulisan yang dihasilkan oleh para penulis akan dinilai oleh para juri yang berkompeten pada bidangnya. Sehingga sangat memungkinkan memang akan terjadi penilaian obyektif dan penilaian subjektif.

Bahkan terkadang di naskah pun diminta untuk tidak menuliskan nama kecuali di curriculum vitae yang artinya agar penilaian juri dapat dilakukan seobjektif mungkin. Tetapi sangat memungkinkan pula yang keluar sebagai juara pada lomba tersebut adalah tetap saja tulisan yang berkualitas serta memiliki keunggulan lainnya seperti orisinalitas ide.

Paparan sesuai tema, ejaan mengikuti aturan yang baku serta gaya bahasa yang dipilih pun menarik sehingga tulisan menjadi enak dibaca. Karenanya jika penulis yang hendak mengikuiti lomba kepenulisan maka tentu saja harus memperhatikan hal-hal yang seperti ini.

Karenanya bagi siapapun penulis yang tertarik untuk mengikuti berbagai lomba kepenulisan tentu ada baiknya. Namun demikian mengiktui lomba harus jelas mempersiapkan segala sesuatunya secara baik.

Mengikuti lomba berarti sama saja dengan karya yang dihasilkan dan kemampuan kita dipertaruhkan untuk mendapat penilaian dari para juri yang menilai lomba tersebut. Ada baiknya apapun bentuk lombanya, sebagai penulis yang baik adalah tetap memperhitungkan para kompetitor yang ada karena di situ  ada penulis handal dan berkemampuan hebat sehingga kita yang mengkuti lomba tersebut setidaknya akan menghasilkan tulisan yang terbaik.

Baca Juga  IKADI Minta Dai dan Ustadz Aktif Sebagai Juru Dakwah, Bukan Menghakimi

Artinya, buatlah tulisan yang terbaik dalam lomba itu agar mendapatkan hasil yang terbaik selama hidup karena memenangkan lomba kepenulisan adalah bagian yang fenomenal dan akan berkesan di hati penulis yang mendapatkannya.

Ya memenangkan lomba kepenulisan adalah gensi tersendiri bagi penulis yang menerimanya. Oleh sebab itu jika memang ingin mengikuti lomba kepenulisan maka tentu harus bekerja keras dan juga dituntut menghasilkan karya tulis terbaik.

Juga yang perlu diperhatikan dalam  mengikuti lomba kepenulisan adalah tetap,optimis untuk memenangkan lomba tetapi tetap berpikir nothing to loseagar kita sendiri tidak terbebani dalam hal ini. Kita pun mesti mengakui karena mengikuti lomba kepenulisan yang akan didapatkan adalah juara dan tidak juara serta berbagai kemungkinan lain yang terjadi.

Karena sebagai seorang penulis kita mesti menerima kenyataan apapun setelah kita mengukuti lomba yang dimaksud dan lapang ada ketika mendapatkjan hasil di luar ekspektasi.

Maka dari itu, pilihan kembali kepada penulis sendiri apakah penting mengikuti lomba atau tidak. Karena keduanya tetap memiliki konsekuensi masing-masing. Yang logis adalah terus berkarya dan sesekali mengikuti lomba bolehlah sebagai uji nyali atas kemampuan penulisan yang dimiliki selama ini. Silakan memilih yang memang anda suka.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

Bom JW Marriot, Kongo, dan Gaza: Apakah Tragedi Itu Akan Terjadi Lagi di Indonesia?

8 Agustus 2022 - 12:30 WIB

Bom JW Marriot, Kongo, dan Gaza: Apakah Tragedi Itu Akan Terjadi Lagi di Indonesia?

Urgensi Kerjasama NU dan Muhammadiyah Ciptakan Moderasi Islam Global

8 Agustus 2022 - 10:00 WIB

Urgensi Kerjasama NU dan Muhammadiyah Ciptakan Moderasi Islam Global

Literasi Moderat, Kontra-Narasi, dan Upaya Melawan Khilafahisasi NKRI

7 Agustus 2022 - 15:00 WIB

Literasi Moderat, Kontra-Narasi, dan Upaya Melawan Khilafahisasi NKRI

Rahasia Dibalik Tanggal, Bulan dan Tahun Kemerdekaan RI

7 Agustus 2022 - 10:00 WIB

Rahasia Dibalik Tanggal, Bulan dan Tahun Kemerdekaan RI

Mengapa Hijrah adalah Topik Paling Ciamik Antek-Antek Khilafah dalam Berdakwah?

6 Agustus 2022 - 15:00 WIB

Mengapa Hijrah adalah Topik Paling Ciamik Antek-Antek Khilafah dalam Berdakwah?

Etika Penulis Ketika Salah Mengirim Naskah

6 Agustus 2022 - 12:00 WIB

Etika Penulis Ketika Salah Mengirim Naskah
Trending di Milenial