Menu

Mode Gelap

News · 4 Agu 2022 15:00 WIB ·

Bekas Ketua FPI Banjarnegara Ingatkan Bahaya Radikalisme


					Bekas Ketua FPI Banjarnegara Ingatkan Bahaya Radikalisme Perbesar

Harakatuna.com. Banjarnegara Mantan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Banjarnegara Ustadz Muhammad Khozin bin Hasyim mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai ajakan yang mengarah kepada tindakan radikalisme.

Dalam siaran pers Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Tengah yang diterima di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu, Ustadz Muhammad Khozin mengatakan masyarakat harus berhati-hati terhadap ajakan tersebut karena tindakan intoleran radikalisme dapat menimbulkan keresahan masyarakat.

Menurut dia, bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah final. “Kita menyadari bahwa hari ini NKRI sedang dirongrong dari dalam pemerintahan, kita harus waspada,” katanya.

Kendati demikian, dia tidak memungkiri adanya ideologi-ideologi yang berkeliaran di sekitar masyarakat yang berusaha menghasut dan ingin mengubah Dasar Negara Indonesia.

“Kita harus kembali pada jati diri kita, pada ulama-ulama kita. Kita pelajari sejarah ulama-ulama yang lurus, hati-hati yang namanya kapitalis sosialis itu ada dan selamanya akan berusaha menghasut untuk mengubah negara kita menjadi negara yang hancur,” tutur mantan Ketua FPI Banjarnegara itu.

Ustadz Muhammad Khozin mengatakan para mantan anggota FPI sangat Pancasilais karena dia bersama kelompoknya lebih dulu memasang bendera Merah Putih di lingkungan sekitar rumahnya.

Ia pun berpesan kepada masyarakat agar tetap menjaga toleransi umat beragama yang sudah dirintis sejak dahulu.

“Kita sangat menghargai perbedaan-perbedaan dalam agama, dalam akidah, dan perbedaan dalam khilafiyah. Kita harus menjaga perbedaan itu yang mana perbedaan itu akan menjadi rahmat bagi kita,” ucapnya.

Baca Juga  Israel Biang Kerok Kekerasan Terhadap Rakyat Palestina

Terkait dengan keputusan bebas bersyarat bagi Habib Rizieq pada tanggal 20 Juli 2022, dia mengaku belum berencana untuk menemui Imam Besar FPI tersebut karena berbagai faktor, antara lain menjaga nama baik Habib Rizieq.

“Penting untuk menjaga pribadi kita dan kelompok kita agar jangan sampai perbedaan mahzab dan amaliyah menjadi pemecah bangsa,” katanya menegaskan.

Ustadz Muhammad Khozin juga mengimbau para pengikut Habib Rizieq agar tidak melakukan aksi atau kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa pasca-kebebasan Habib Rizieq mengingat saat ini masih dalam pandemi COVID-19.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Armenia dan Azerbaijan Didesak Akhiri Permusuhan

5 Agustus 2022 - 10:00 WIB

Armenia dan Azerbaijan Didesak Akhiri Permusuhan

Maba ITS Dibekali Wawasan Kebangsaan Agar Tak Terjebak Radikalisme

4 Agustus 2022 - 12:00 WIB

Maba ITS Dibekali Wawasan Kebangsaan Agar Tak Terjebak Radikalisme

Wagub Jambi Meminta FKUB Terus Jaga Kerukunan Beragama

31 Juli 2022 - 14:55 WIB

Wagub Jambi Meminta FKUB Terus Jaga Kerukunan Beragama

Wagub Jambi Meminta FKUB Terus Jaga Kerukunan Beragama

31 Juli 2022 - 09:00 WIB

Wagub Jambi Meminta FKUB Terus Jaga Kerukunan Beragama

Aparatur Pemerintah Berlatih Tangani Tindak Pidana Pendanaan Terorisme

30 Juli 2022 - 10:00 WIB

Moeldoko Minta Guru Agama Waspadai Wabah Intoleransi dan Radikalisme di Sekolah

29 Juli 2022 - 08:00 WIB

agama
Trending di News