Beranda / Milenial / Tapaki Tahun Politik, Banser NU Rapatkan Barisan Bersiap Jaga Stabilitas Politik Nasional

Tapaki Tahun Politik, Banser NU Rapatkan Barisan Bersiap Jaga Stabilitas Politik Nasional

Jalanhijrah.com. Karanganyar – Apel besar yang diikuti sekitar ribuan anggota Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ualama (Banser NU) digelar di lapangan GOR Raden Mas Said, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (8/1/2023) sore.

Apel yang menyiarkan anggota Banser dari seluruh Kecamatan di Kabupaten Karanganyar ini, merupakan rangkaian acara tradisi  pembaretan  bagi anggota Banser yang lolos pendidikan dan latihan dasar Banser bulan lalu.

Dalam kegiatan apel ini, para anggota Banser berikrar taat dan tunduk kepada Ulama, setia kepada NKRI serta menolak adanya praktik politik identitas menjelang pemilu Presiden. Sebab, praktik politik identitas dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, yang terdiri dari beragam suku bangsa dan agama.

Menjelang tahun politik, seluruh anggota banser diminta untuk merapatkan barisan dan meningkatkan kesolidan. Sebagai ormas yang cukup besar, banser juga diminta menjadi garda terdepan menangkal radikalisme di tanah air.

Pembaretan Banser dimaksudkan agar para anggota Banser memiliki militansi demi membela kehormatan ulama dan NKRI.

Setelah dilakukan penyematan baret-baret Banser kepada peserta-peserta, dilanjutkan dengan apel seluruh anggota Ansor Banser NU se-Kabupaten Karanganyar.

“Banser selalu siap dalam tugas apapun, selagi itu maslahat, seperti kebencanaan, siap dalam tugas pengamanan, serta siap merawat dan menjaga kebhinekaan untuk keutuhan Negera kita,” jelas Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Karanganyar, Rosidi.

Sementara itu anggota DPR RI Luluk Nur Hamidah yang ikut hadir dalam acara pembaretan Banser (barisan Ansor Serbaguna) sebutlah organisasi sayap Nahdlatul Ulama  itu terbilang konsisten menjaga NKRI, Pancasila, dan UU ’45 sejak berdiri 1937 hingga saat ini.

“Banser  NU  menjadi tulang punggung keberlangsungan keamanan dan pengawal Nahdliyyin,” papar Luluk.

Ditambahkan Luluk, menjelang tahun Politik Pemilu 2024, peran Banser sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan stabilitas politik nasional.

Dimana momen politik menjadi ajang persaingan yang kerap kali memunculkan perpecahan antar entitas sosial. Seperti politik rekognisi yang kerap kali dimainkan oleh pihak politis tertentu.

“Banser memiliki andil yang kuat menjaga keharmonisan antar umat beragama. Seperti yang kita ketahui, dalam arus globalisasi yang bersifat cair, keragamannya identitas keagamaan kerap kali menimbulkan sentimen kolektif. Terlebih segregasi antara mayoritas dan minoritas melalui sejumlah klaim pihak tertentu,” tegasnya.

Aktivis perempuan parlemen tersebut juga berharap regenerasi Banser di Jawa Tengah pada umumnya dan di Karanganyar khususnya terus berjalan lancar melalui sejumlah aktivitas kaderisasi dan pelatihan bersama Ansor.

“Generasi muda NU harus terlibat aktif dalam aktivitas keorganisasian Nahdlatul Ulama. Sebab pemuda-pemudi yang ada saat ini adalah aset bagi NU dan Bangsa Indonesia yang akan datang,” pesan Luluk.

Tag: