Home / Perempuan / Ar-Rubayyi’ binti Mu’awwidz ra., Putri Pembunuh Firaun Umat Ini

Ar-Rubayyi’ binti Mu’awwidz ra., Putri Pembunuh Firaun Umat Ini

perempuan

Jalanhijrah.com- Ar-Rubayyi’ ra. lahir di tengah keluarga yang sejak awal dibangun di atas fondasi takwa. Ayahnya termasuk orang-orang yang cepat menerima agama yang agung ini, bahkan telah menorehkan karya-karya besar yang dicatat dalam lembaran-lembaran sejarah dengan tinta cahaya. Ayahnya adalah Mu’awwidz bin ‘Afra’, salah seorang sahabat yang ikut dalam Perang Badar.

Mengenai orang-orang yang ikut dalam Perang Badar ini, Rasulullah saw. pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla mengamati orang-orang yang ikut dalam Perang Badar, lalu berkata, ‘Kerjakan apa saja sesuka hatimu. Sesungguhnya Aku telah mengampuni setiap dosamu.’.” (HR Abu Dawud dan Ibnu Hibban)

Dalam riwayat Ash-Shahiihain dinyatakan, “Barangkali Allah telah mengamati orang-orang yang ikut dalam Perang Badar. Lalu Dia berkata, ‘Kerjakanlah apa saja sesuka hatimu. Sesungguhnya kalian sudah pasti masuk surga (Sesungguhnya Aku telah mengampuni segala dosamu).’.”

Lebih jauh lagi, Jibril as. pernah datang kepada Rasulullah saw. seraya bertanya, “Bagaimana kalian memandang kedudukan orang-orang yang ikut dalam “erang Badar?” Rasulullah saw. menjawab, “Mereka adalah golongan orang-orang muslim yang paling mulia.” Jibril berkata, “Demikian pula kami memandang para malaikat yang mengikuti Perang Badar.” (HR Bukhari)

Ayah Ar-Rubayyi’ juga mempunyai jasa yang sangat besar karena ikut berperan dalam membunuh Abu Jahal yang dikenal dengan julukan “Firaun umat ini”. Jasa-jasa Mu’awwidz dalam membela agama ini sangat banyak dan mulia.

Suami Ar-Rubayyi’ adalah lyas bin Al-Bukair al-Laitsi. Ia termasuk tokoh penting kalangan Muhajirin. Dari pernikahannya dengan lyas, lahirlah Muhammad bin lyas.

Di tengah lingkungan yang penuh iman inilah Ar-Rubayyi’ ra. dibesarkan. Ia dididik dengan penuh kejujuran dan pengorbanan. Islam merambah seluruh ruang rumahnya dan cahaya kebenaran menerangi seluruh isinya.

Ar-Rubayyi’ tumbuh sebagai salah seorang putri dari orang-orang yang disebutkan sifatnya oleh Allah Swt. dalam Al-Qur’an, “Mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang-orang Muhajirin), dan mereka mengutamakan orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu).” (QS Al-Hasyr: 9)

Di bawah naungan dan embusan aroma yang wangi nan suci itu, Ar-Rubayyi’ dibesarkan. Nilai-nilai keimanan menyentuh seluruh perasaan, memenuhi hati dan pikirannya. Ia merasakan manisnya dari semua itu, ikhlas karena Allah Swt. karena ia menyaksikan sendiri apa saja yang dilakukan ayah dan paman-paman, serta sanak keluarganya. Mereka termasuk orang-orang yang dinyatakan Allah Swt., “Orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah.” (QS Al-Ahzab: 23)

Hal ini berdasarkan fakta bahwa keluarga Ar-Rubayyi’ ra. adalah para pejuang dan pembela kebenaran. Mereka adalah orang-orang yang tidak mengenal takut menghadapi bahaya besar. Mereka selalu terjun ke medan laga dengan gagah berani dan merupakan orang-orang yang sanggup mengorbankan jiwanya karena mengharapkan kesenangan di sisi Tuhannya.

Di mata mereka, tidak ada yang lebih besar dari agama. Mereka tidak pernah menyembah Tuhan selain-Nya. Mereka menjadikan mati syahid sebagai dambaan. Di setiap medan jihad, hanya syahid yang menjadi harapan.

Penulis

 

Tag: