Teladan Nabi Dalam Membalas Umpatan

Jalanhijrah.com-Hidup ini adalah alur kehidupan, yang semua makhluk hidup akan melalui alur kehidupanya sendiri-sendiri. Manusia sebagai makhuk yang diberi akal sempurna oleh Allah dalam menjalani alur kehidupan ini dibimbing melalui ayat-ayat Tuhan dan juga teladan Nabi Muhammad. Manusia diajarkan apa yang harus diperbuat Ketika menghadapi kesusahan, kesenangan, kesedihan dan umpatan yang didapatkan. Dan berikut teladan Nabi Muhammad dalam membalas umpatan.

Dalam Al-Quran, Surat Asy-Syura ayat 40 dijelaskan bagaimana bimbingan Al-Quran Ketika membalas umpatan.

وَجَزٰۤؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۚفَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ

Artinya: “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim,”

Dari ayat ini maka Agama Islam ini membolehkan untuk membalas umpatan yang diterimanya dengan umpatan yang setimpal. Namun demikian Agama Islam sangat menganjurkan umatnya untuk memaafkan umpatan yang diterima. Memaafkan ini akan mendatangkan pahala yang luar biasa.

Terkait cara membalas umpatan ini seperti yang diterangkan dalam ayat diatas juga diaplikasikan secara real dalam kehidupan Nabi Muhammad. Dan ini merupakan teladan Nabi Muhammad dalam membalas umpatan.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ اسْتَأْذَنَ رَهْطٌ مِنْ الْيَهُودِ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا السَّامُ عَلَيْكُم،ْ فَقَالَتْ عَائِشَةُ بَلْ عَلَيْكُمْ السَّامُ وَاللَّعْنَة،ُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الْأَمْرِ كُلِّه،ِ قَالَتْ أَلَمْ تَسْمَعْ مَا قَالُوا؟ قَالَ قَدْ قُلْتُ وَعَلَيْكُمْ (رواه مسلم)

Baca Juga  Pesona Ustaz-Ustaz yang Suka Membid’ahkan

Artinya: “Dari ‘Aisyah, ia berkata, “Sekelompok orang Yahudi meminta izin untuk bertemu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mereka mengucapkan, ‘Assaamu ‘alaikum (racun/kematian bagimu).’”

‘Aisyah menjawab, “Bal ‘alaikumus saam wal la’nah. (Justru bagi kalian kematian dan laknat).”

Maka, Rasulullah menasihati. “Wahai ‘Aisyah, sesungguhnya Allah mencintai kelemahlembutan dalam segala urusan.” Lalu ‘Aisyah berkata. “Tidakkah Anda mendengar ucapan mereka?” Jawab beliau, “Ya, aku mendengarnya, dan aku telah menjawab, ‘wa’alaikum.’” (HR. Muslim)

Dari hadis di atas menunjukkan bahwa boleh membalas umpatan yang diterimanya. Namun juga tentunya tidak setiap umpatan harus dibalas dengan umpatan. Justru sangat dianjurkan untuk mengabaikan tindakan bodoh orang yang jahat selagi tidak menimbulkan kerusakan dan memaafkannya. Wallahu A’lam Bishowab.

Ahmad Khalwani

By Redaksi Jalan Hijrah

Jalanhijrah.com adalah platform media edukasi dan informasi keislaman dan keindonesiaan yang berasaskan pada nilai-nilai moderasi dan kontranarasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *