Menu

Mode Gelap

Opini · 19 Jan 2022 14:43 WIB ·

Perlunya Bimbingan dan Konseling Perkawinan


					Perlunya Bimbingan dan Konseling Perkawinan Perbesar

Jalanhijrah.com-Seiring berkembangnya zaman dengan kecanggihan media digital, seseorang dapatdipertemukan dengan jodoh yang dia halalkan. Perkawinan merupakan bentuk ikatan lahir batinantara seorang laki-laki dan perempuan untuk meneruskan keturunan dengan tujuan adalahmengikuti sunnah Rasul Saw. Dari latar belakang tersebut melalui tahapan perkenalan sampaikepada prosesi ijab qabul tentunya harus melewati tahapan administrasi dan non administrasi seperti pendaftaran perkawinan dan rangkaian tahapan lainnya. Di satu sisi kita sering melihatbahwa ada sebagian perkawinan yang gagal karena problem sosial, ekonomi dan bahkan psikologi.

Berbicara tentang perkawinan tentunya ada kesiapan lahir batin, pentingnya bimbingandan konseling dari konselor termasuk salah satu cara untuk mengukur kekuatan kesetiaan sehingga tidak mudah pecah dan putus ditengah jalan.

Pentingnya bimbingan dan konseling perkawinan disini adalah untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti perceraian, pertikaian dan kejahatan lainnya dalam rumah tangga. Hal ini upaya untuk mencegah terjadinya masalah seiring dengan komplesitas masalah manusia. Urgensi bimbingan konseling perkawinan bisa dilihat dari beberapa aspek berikut ini :

Pertama, Masalah individu yang berbeda. Setiap perkawinan tentunya terlahir dari perbedaan adat, budaya dan bahkan sikap dari laki-laki dan perempuan. Keinginan untuk menetap dalamsatu rumah tangga sudah menjadi kodrat dibalik itu adanya perbedaan. Disinilah peran bimbingan dan konseling untuk bisa menyatukan perbedaan kedalam wadah keharmonisan.Masing-masing individu yang unik memiliki perbedaan yang jelas tidak selamanya bisa disatukan sehingga apabila terjadi masalah termasuk faktor yang sangat mempengaruhi. Disini antara suami dan istri perlu adanya bimbingan dan konseling perkawinan sebagai salah satu upaya mencari solusi ketika ada masalah yang sedang dihadapi supaya bisa mencari solusi dan bertahan dalam ikatan pernikahan.

Baca Juga  Jilbab untuk Apa: Merenungi Kembali Makna Jilbab untuk Tubuh Perempuan

Kedua, Problem kebutuhan. Perkawinan pada dasarnya adalah kebutuhan. Kebutuhan meliputidari psikologis, biologis, sosial dan agama. Kebutuhan tersebut merupakan beberapa hal yang seyogyanya bisa terus terpenuhi karena menjadi pilar hubungan berkeluarga. Namun yang terjadi, tidak semua keluarga mampu menjalankan kebutuhan itu dengan baik. Ketika salah satu kebutuhan tidak terwujud maka itulah yang memicu terjadinya konflik antara suami dan istri bahkan antar keluarga. Bimbingan konseling disini adalah sebuah layanan untuk membantu antara individu agar bisa menemukan solusi dari perselihan yang terjadi.

Ketiga, Perkembangan individu. Dalam usia perkawinan yang semakin bertambah tentunya semakin banyak problem yang terjadi antara suami dan istri bahkan problem antar keluarga. Semakin bertambahnya usia suami dan istri tentunya dapat mengukur pikiran agar dapat mengontrol emosi dan mampu melahirkan sikap kedewasaan dalam menghadapi setiap masalah yang ada. Kerap kali Masalah yang terjadi tidak cepat selesai dan bahkan sebagian pasangan memutuskan untuk melakukan perceraian. Disinilah peran bimbingan dan konseling perkawinan untuk meminimalisir terjadinya tindakan perceraian dan mengupayakan agar hubungan perkawinan awet sehingga pernikahan pun dapat terus berjalan.

Keempat, Masalah latar belakang sosio kultural. Pernikahan merupakan ikatan antara laki-lakidan perempuan yang disahkan menurut agama dan Negara. Proses hidup bersama inilah dengan berbagai latar belakang yang berbeda. Salah satu faktor perbedaan seperti sosio kultural yang ada menuntut masing-masing individu mampu menerima dengan baik. Tidak semua orang mampu menerima dan menyesuaikan kehidupan dengan pasangannya seperti kehidupan lingkungan, pekerjaan, posisi jabatan, dan budaya yang ada disetiap pasangan seperti adat dan agama yang dianutnya.

Baca Juga  Runtuhnya Moral: Pelecehan Seksual Terhadap Perempuan

Salah satu hal apabila tidak bisa menerima penyesuaian maka yang ada muncul pikiran yang stress, tertekan dan kebahagiaan yang berkurang bahkan hilangnya keharmonisan. Bila terjadihal-hal tersebut lahirlah konflik sosial sehingga sebagian individu memutuskan untuk bercerai dan mengakhiri hubungan yang sudah terjalin.

Layanan bimbingan dan konseling bisa menjadi jembatan untuk mengantarkan pasangan suami istri agar bisa meningkatkan pemahaman masing-masing pasangan. Seorang konselor dapat menjadi perantara untuk menemukan penyatuan dalam perbedaan. Setidaknya membantu suamidan istri yang berusaha untuk saling memahami dan mempertahankan ikatan perkawinan.

Hikmah tentang pentingnya bimbingan dan konseling bagi suami dan istri, pasangan yang akan melangsungkan ikatan perkawinan merupakan upaya ikhtiar agar tujuan pernikahan adalah sesuai petunjuk Rasul dan mendapat predikat yaitu sakinah, mawaddah dan warahmah. Melalui bimbingan dan konseling perkawinan inilah bisa melahirkan keharmonisan, kesetiaan dan kepedulian dari suami dan istri dalam menjalani ikatan perkawinan.

Artikel ini telah dibaca 60 kali

Baca Lainnya

Mengkaji Konsep al-ikrah (Paksaan) dalam Kekerasan Seksual

24 Juni 2022 - 09:53 WIB

Mengkaji Konsep al-ikrah (Paksaan) dalam Kekerasan Seksual

Catatan Perkuliahan Agama, Seksusalitas dan Gender Kekerasan Dalam Rumah Tangga: Analisis Ketidak Adilan Gender

11 Mei 2022 - 12:00 WIB

Catatan Perkuliahan Agama, Seksusalitas dan Gender Kekerasan Dalam Rumah Tangga: Analisis Ketidak Adilan Gender

Masyarakat Urban, Alienasi, dan Sinergi Tiga Dialektika Keberagamaan

4 Mei 2022 - 15:00 WIB

Masyarakat Urban, Alienasi, dan Sinergi Tiga Dialektika Keberagamaan

Couple Prenatal Gentle Yoga: Bentuk Komunikasi Suportif Suami Istri pada Masa Kehamilan

21 April 2022 - 12:00 WIB

Couple Prenatal Gentle Yoga: Bentuk Komunikasi Suportif Suami Istri pada Masa Kehamilan

Perempuan dan Pendidikan

24 Maret 2022 - 09:00 WIB

Perempuan dan Pendidikan

Etos Semangat Kerja: Belajar dari Lebah

12 Maret 2022 - 10:00 WIB

Etos Semangat Kerja: Belajar dari Lebah
Trending di Opini