Guru adalah sosok kunci dalam perkembangan peradaban. Setiap tokoh yang ikut memengaruhi perjalanan dunia, tak lepas dari sosok guru.
Ada dua karya yang mengandung cerita juga kutipan menarik tentang sosok itu.
Buku itu adalah Burung Berkicau (1985) gubahan Anthony de Mello SJ dan Guru Teladan Tahun ini (2004) garapan Frank Sennett.
Berikut adalah beberapa tulisan yang mengandung kisah, kutipan, pandangan, dan inspirasi dari guru-guru terbaik:
- Seorang murid mengeluh kepada gurunya: ‘Bapak menuturkan banyak cerita, tetapi tidak pernah menerangkan maknanya kepada kami.’ Jawab sang guru: ‘Bagaimana pendapatmu, Nak, andaikata seseorang menawarkan buah kepadamu, namun mengunyahkannya dahulu bagimu?’
- Murid: Aku datang untuk mengabdimu. Guru: Seandainya engkau melepaskan ‘aku’ pengabdian akan terjadi dengan sendirinya.
- Saya berdoa setiap pagi agar setidaknya saya bisa menyentuh satu kehidupan-Deborah Parrot
- Kita harus memperkuat aspek manusiawi dalam pendidikan, agar kita tidak menjadi seperti Komputer dalam era komputerisasi ini- Leroy E.Hay
- Mengajar adalah operasi otak tanpa merusak kulit, mengajar sebaiknya tidak dianggap enteng dan tidak dilakukan oleh seorang amatir- Daniel Walker
- Saya tidak bisa menjadi mesin yang mengeluarkan informasi. Yang bisa kami lakukan hanyalah memberikan alat pada para murid mereka agar pergi ke luar dan belajar bagi dirinya sendiri-Nancy Mc Robert
- Kami bukan hanya guru, kami adalah seniman pendidikan, kami melukis pikiran orang-orang muda- Vina Barr
- Sungguh suatu kenikmatan tersendiri bagi saya untuk memasuki ruang kelas. Saya ingin mengajak para pendidik lain agar jangan memandang murid-murid sebagai bejana yang harus diisi tetapi sebagai lilin yang harus dinyalakan- Kalen Norton
- Guru yang benar-benar peduli tidak bekerja karena pemasukannya. Guru yang peduli bekerja untuk pengeluarannya- Rich Ruffalo
- Dalam masyarakat yang mengukur kesuksesan dari besaran gaji, kami terkadang merasa tidak diterima dan tidak dihargai. Namun kami tidak boleh kehilangan fokus. Dalam masyarakat yang mengukur kesuksesan murid dari nilai tes standar, kami terkadang merasa tidak leluasa. Tapi kita tidak boleh kehilangan visi-Anita Meyer Meinbach
- Saya tahu ini kedengarannya usang, tetapi bila saja saya tidak butuh gaji untuk hidup, saya mau melakukan pekerjaan ini secara gratis. Banyak sekali guru yang merasa seperti itu terhadap profesi mereka- Maria Frontier
- Sangat penting untuk memberikan alasan dan tujuan belajar kepada murid. Kita bisa berkonsentrasi untuk mengajarkan matematika saja kepada murid-murid, dan banyak di antara mereka yang akan mengerti. Tetapi, jika kita juga mengajarkan bagaimana cara berhubungan dengan matematika dan bagaimana benar-benar menggunakannya, mereka akan belajar lebih banyak lagi-Ray Pinder
- Saya tidak ingin menghabiskan setiap waktu belajar dengan menggunakan pensil dan kertas padahal begitu banyak yang bisa digunakan misalnya music tari dan seni-Linda Kossler
- Kita harus mengembalikan pengajaran ke status yang benar sebagai suatu profesi. Kita harus memberi rasa hormat dan dukungan yang dibutuhkan oleh para guru untuk menyelesaikan misi luar biasa. Mereka terlalu lama kita biarkan begitu saja dedikasi dan kerja keras mereka. Kita telah memberikan mereka tanggung jawab yang semakin banyak tetapi dengan rasa terimakasih yang semakin sedikit
- Sebenarnya bukan teknologi yang mengubah pengajaran. Kehancuran terus menerus suatu keluargalah yang mengubah pengajaran
- Cara guru selalu dianggap bertanggung jawab dalam melakukan pekerjaan mereka, yaitu mengajar. Namun tidak selalu memungkinkan untuk menganggap mereka bertanggung jawab dalam melakukan pekerjaan murid, yaitu belajar. Kemampuan murid untuk belajar dipengaruhi oleh terlalu banyak faktor di luar kewenangan guru, misalnya kemampuan bawaan, lingkungannya, dukungan keluarganya, keterlibatannya dalam teman sebaya, dan reaksinya akan pesan-pesan masyarakat.
- Sangat mudah untuk merasa kecewa atas semua yang kita dengar di luar dunia pendidikan. Rasanya seringkali para guru tidak didukung dan tidak diakui. Kalian lihat sebagai orang-orang yang melakukan tugas bukan sebagai profesional. Hal ni mengecewakan bagi saya dan bahkan mempengaruhi saya secara pribadi, sehingga pada satu titik saya berhenti menganggap bahwa saya berada pada profesi yang benar. Namun saya sangat optimis dengan pendidikan.
- Saya tidak bisa menjadi guru bila saya tidak optimis. Saya sangat percaya akan kemampuan murid-murid. Merupakan pekerjaan saya untuk mengetuk, mendatangkan, dan mengeluarkan prestasi itu. Setiap murid penuh dengan potensi yang luar biasa.
- Saya tak menerima jawaban ‘Saya tidak bisa.’ Saya hanya akan menerima jawaban saya akan mencoba.
- Jika seorang murid mendapat nilai 60 untuk sebuah tugas, saya tidak mengatakan kepadanya bahwa ia telah gagal. Saya katakan padanya ‘Baik, kamu telah menguasai 60 persen dari bahan ini. Sekarang mari kita fokuskan pada 40 persen yang belum berhasil kamu tangkap.’ Ungkapan ini memberikan cara lain bagi murid untuk mengukur kesuksesan, sehingga mereka tidak mudah menyerah pada diri sendiri atau pada pelajarannya.
Yulita Putri
Bergiat di Bilik Literasi dan Kamar Kata Karanganyar.










