Home / Live / Kisah Gus Dur, Syair Abu Nawas, dan Lirik Al I’tiraf

Kisah Gus Dur, Syair Abu Nawas, dan Lirik Al I’tiraf

Gus Dur dan Abu Nawas memang hidup pada masa yang berbeda. Kendati demikian, keduanya konon kerap dikait-kaitkan tentang syair Al I’tiraf milik Abu Nawas.

KH. Abdurrahman Wahid atau akrab disapa dengan sebutan Gus Dur selama ini terkenal sebagai tokoh yang mampu mengayomi semua pihak.

Mantan Ketua Umum PBNU itu bahkan mampu menjadi Presiden RI ke-4 kendati statusnya sebagai seorang kiai dan ketua umum organisasi masyarakat (ormas).

Usia pemerintahan Presiden Gus Dur memang tidak bertahan lama. Gus Dur berkuasa selama periode 20 Oktober 1999–23 Juli 2001. Gus Dur adalah cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH. Hasyim Asyari, sekaligus putra Menteri Agama era 1949, KH. Wahid Hasyim.

Gus Dur: Abu Nawas Versi Indonesia Abu Nawas memiliki nama lengkap Abu Nuwas al-Hasan Ibn Hani al-Hakami. Ia lahir di Persia.

Abu Nawas terkenal sebagai seorang penyair handal.

Lewat karya syairnya, Abu Nawas mampu menghasilkan kalimat-kalimat indah yang menginspirasi manusia dari masa Sultan Harun al-Rasyid hingga sampai era Gus Dur.

Mengutip laman Gusdur.Net, Gus Dur ternyata menyukai salah satu syair Abu Nawas. Salah satu penggalan isinya berbunyi “Ilahi lastu lil Firdausi ahla walaa aqwa ‘ala an-naari al-Jahiemi. Fahab lie taubatan waghfir dzunuubie fainnaka Ghaafiru adz-dzambi al-‘azhiemi”.

Jika diterjemahkan, artinya adalah “Tuhanku, aku tidak pantas jadi penghuni surga Firdaus, tapi untuk dibakar neraka Jahim mana aku tahan. Maka terimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosaku, Engkau-lah pengampun dosa besar”.

Konon, syair Abu Nawas itu kerap dilantunkan Gus Dur dan sering dibacakan dalam berbagai kesempatan acara lewat puji-pujian.

Hidayatulloh.or.id menuliskan suara Gus Dur ketika sedang melantunkan syair Al I’tirof terdengar mendayu-dayu. Oleh sebab itu, Gus Dur disebut-sebut sebagai Abu Nawas versi Indonesia.

Tak hanya itu, Gus Dur juga turut menyimpan syair karya Abu Nawas lain. Ia dikabarkan hafal 2.000 bait syair Abu Nawas.

Syair Al I’tiraf Abu Nawas Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahannya 

Berikut adalah isi syair Al I’tiraf Abu Nawas dalam bahasa Arab, Latin, dan terjemahanya:

إِلهِي لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاً , وَلاَ أَقْوَى عَلىَ النَّارِ الجَحِيْمِ

Ilaahii lastu lil firdausi ahlaan, wa laa aqwaa ‘alaa naaril jahiimi 

Artinya: “Wahai Tuhanku ! Aku bukanlah ahli surga, tapi aku tidak kuat dalam neraka jahim”.

فَهَبْ ليِ تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذُنُوْبيِ , فَإِنَّكَ غَافِرُ الذَّنْبِ العَظِيْم

Fa hablii taubatan waghfir zunuubii, fa innaka ghaafirudzdzambil ‘azhiimi  

Artinya: “Maka berilah aku taubat (ampunan) dan ampunilah dosaku, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dosa yang besar”.

ذُنُوْبيِ مِثْلُ أَعْدَادِ الرِّمَالِ , فَهَبْ ليِ تَوْبَةً يَاذاَالجَلاَلِ

Dzunuubii mitslu a’daadir rimaali, fa hablii taubatan yaa dzaaljalaali 

Artinya: “Dosaku bagaikan bilangan pasir, maka berilah aku taubat wahai Tuhanku yang memiliki keagungan”.

وَعُمْرِي نَاقِصٌ فيِ كُلِّ يَوْمٍ , وَذَنْبيِ زَئِدٌ كَيْفَ احْتِمَالِ

Wa ‘umrii naaqishun fii kulli yaumi, wa dzambii zaa-idun kaifah timaali 

Artinya: “Umurku ini setiap hari berkurang, sedang dosaku selalu bertambah, bagaimana aku menanggungnya”.

إِلهِي عَبْدُكَ العَاصِي أَتَاكَ , مُقِرًّا بِالذُّنُوْبِ وَقَدْ دَعَاكَ

Ilaahii ‘abdukal ‘aashii ataaka, muqirran bidzdzunuubi wa qad da’aaka 

Artinya: “Wahai, Tuhanku ! Hamba Mu yang berbuat dosa telah datang kepada Mu dengan mengakui segala dosa, dan telah memohon kepada Mu”.

فَإِنْ تَغْفِرْ فَأَنْتَ لِذَا أَهْلٌ , فَإِنْ تَطْرُدْ فَمَنْ نَرْجُو سِوَاكَ

Fa in taghfir fa anta lidzaaka ahlun, ca in tathrud faman narjuu siwaaka 

Artinya: “Maka jika engkau mengampuni, maka Engkaulah yang berhak mengampuni. Jika Engkau menolak, kepada siapakah lagi aku mengharap selain kepada Engkau?”.

 

*Artikel ini telah tayang di Arina.Id. Jika ingin baca aslinya, klik tautan ini: https://arina.id/edukasi/ar-21WLD/kisah-gus-dur–syair-abu-nawas–dan-lirik-al-i-tiraf-