Jalanhijrah.com – Apakah nama yang baik harus menggunakan bahasa Arab? Apakah seorang muslim harus menggunakan nama bahasa Arab? Pernahkah kalian mendengar semisal Taufik Bouti, Khalil Al Sakakini, dan Kamal Nasser? Mungkin kalian menganggap itu adalah orang Islam. Nama-nama tersebut tokoh-tokoh Kristen Arab.
Tentu saja, orang Arab Kristen akan memakai bahasa Arab untuk menamai anaknya. Menamakan anak dengan bahasa Arab tidak mengindikasikan bahwa seorang itu muslim, begitu pula tidak menamakan dengan bahasa Arab bukan berarti bukan muslim. Sebutlah, Salman yang menggunakan nama Persia (farisi) yang bukan nama Arab.
Intinya, nama adalah doa. Begitu yang diajarkan dalam Islam. Setiap orangtua ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya, termasuk dalam memilih nama. Dalam Islam, pemberian nama memiliki makna mendalam dan mempengaruhi masa depan anak. Namun, apakah nama anak Muslim harus selalu berbahasa Arab?
Ada sebuah kisah Nama ayah seorang sahabat yang disarankan oleh Nabi diganti. Nama ayah sahabat tersebut Hazan yang berarti keras kepala. Saran Nabi ini terkait karena ketidakbaikan arti dari nama tersebut dan bukan karena tidak bahasa Arab.
Dari Samurah bin Jundab RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Jangan kalian memberi nama anak kalian dengan nama Yasar (kaya), Rabah (untung), Najah (sukses), dan Aflah (menang),’”. Tentu saja, peringatan Nabi ini bukan larangan tetapi sebatas makruh.
Jika dilihat dari artinya sepertinya anjuran ini agar tidak menyombongkan arti dari sebuah nama. Nabi tidak menyukai memberikan nama dengan bernuansa kesombongan dan keangkuhan. Misalnya, Malikul Amlak raja diraja. Dalam hadist lain Nabi juga melarang menggunakan nama seperti Harb (perang) dan murrah (pahit). Artinya, nama yang mengandung arti kegetiran, kelam dan sangar.
Islam tidak mewajibkan umatnya untuk memberikan nama anak dengan bahasa Arab. Tidak ada satu keterangan pun, baik dalam Alquran maupun as-Sunnah, yang mengharuskan nama anak harus berbahasa Arab. Nama yang kita berikan haruslah memiliki arti yang baik dan mengandung doa untuk keberkahan dalam hidup anak.
Dari Abu Darda Ra berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Sungguh kalian semua akan dipanggil pada hari Kiamat dengan nama-nama kalian dan nama-nama ayah kalian. Maka dari itu, perbaguslah nama-nama kalian,’”
Karena itulah, anjuran Nabi untuk memberikan nama semisal nama-nama Nabi terdahulu atau nama yang memiliki arti positif dan doa kebaikan. Tidak masalah menggunakan bahasa apapun semisal bahasa Jawa, Sunda, Batak, Bugis, Melayu dan sebagainya selama memiliki arti yang baik, tidak angkuh dan tidak menyeramkan.
Nama bagi anak adalah pemberian pertama orang tua buat anaknya. Jadi berikan nama yang terbaik yang memiliki arti positif dan kebaikan. Tidak mesti dengan menggunakan bahasa Arab. Tetapi bukan berarti tidak boleh menggunakan bahasa Arab. Tetapi intinya, berilah arti kebaikan, keberkahan atau sifat mulia lainnya.






