Beranda / Hijrah / Saat Masalah Datang Beruntun, Bagaimana Seorang Muslim Menyikapinya?

Saat Masalah Datang Beruntun, Bagaimana Seorang Muslim Menyikapinya?

jalanhijrah.com – Masalah hidup terkadang datang tanpa memberi jeda. Seseorang mungkin belum menyelesaikan persoalan pekerjaan ketika urusan keluarga atau keuangan mulai membebani pikirannya. Dalam keadaan seperti itu, wajar jika ia merasa lelah dan bingung menentukan langkah.

Pertama, pahami bahwa setiap orang menghadapi ujian. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 155:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ

Artinya: Allah menguji manusia melalui ketakutan, kelaparan, serta kekurangan harta, jiwa, dan hasil panen. Allah juga memberi kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.

Ayat ini mengingatkan kita bahwa kesulitan merupakan bagian dari kehidupan. Karena itu, seseorang boleh merasa sedih tanpa harus kehilangan harapan.

Selanjutnya, tenangkan hati melalui doa dan zikir. Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28:

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ

Artinya: Orang-orang yang beriman merasakan ketenteraman hati saat mengingat Allah. Dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.

Saat hati mulai tenang, kita dapat melihat masalah dengan lebih jernih. Kemudian, kita bisa menentukan langkah yang sesuai dengan keadaan.

Selain berdoa, teruslah berikhtiar. Sabar tidak berarti diam tanpa usaha. Jika masalah muncul dalam keuangan, seseorang dapat menata pengeluaran dan mencari bantuan yang tepat. Jika hubungan keluarga sedang renggang, ia dapat memulai percakapan secara baik-baik. Dengan begitu, ia menghadapi persoalan satu per satu tanpa memaksa diri menyelesaikan semuanya sekaligus.

Terakhir, serahkan hasilnya kepada Allah setelah berusaha. QS. Al-Insyirah ayat 5–6 memberi penguatan:

فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ ۝٥
اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ ۝٦

Artinya: Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Allah mengulangi pesan tersebut pada ayat berikutnya.

Ujian tidak menuntut seseorang untuk selalu tampak kuat. Ia boleh beristirahat, bercerita kepada orang yang ia percaya, dan mencari pertolongan ketika perlu. Dengan doa, kesabaran, ikhtiar, dan tawakal, ia dapat terus melangkah meski masalah belum selesai seluruhnya.

Tag: