Beranda / Mujadalah / Sosok Umar bin Khattab dan Kepemimpinannya saat Krisis Pangan

Sosok Umar bin Khattab dan Kepemimpinannya saat Krisis Pangan

Dalam literatur keislaman, siapapun pasti mengenal Sahabat Umar bin Khattab yang terkenal tegas pemberani dan ditakuti musuh. Bersumber dari kitab Siyaru A’lam Nubala’ 28/68 karya Adzzahabi dan kitab Tarikh al-Khulafa halaman 89 karya Imam Suyuti menyebutkan nama lengkap sahabat Umar bin Khattab:

عمر بن الخطاب: بن نفيل بن عبد العزى بن رياح بن قرط بن رزاح بن عدي بن كعب بن لؤي، أمير المؤمنين، أبو حفص، القرشي، العدوي، الفاروق، أسلم في السنة السادسة من النبوة، وله سبع وعشرون سنة، قاله الذهبي

Artinya: “Nama lengkapnya Umar bin Khattab bin Nufail bin Abd Uzza bin Riyah bin Qurt bin Razah bin Adiy bin Ka’b bin Luaiy. Bergelar Amirul Mukminin, julukannya Abu Hafs al-Qurasyi al-Adwi, al-Faruq. Beliau masuk Islam pada tahun enam Hijriah dan berusia 27 tahun, kata Imam Adzzahabi.” Adapun kelahiran Umar adalah tiga belas tahun setelah peristiwa pasukan bergajah.

وقال النووي: ولد عمر بعد الفيل بثلاث عشرة سنة، وكان من أشراف قريش، وإليه كانت السفارة في الجاهلية، فكانت قريش إذا وقعت الحرب بينهم أو بينهم وبين غيرهم بعثوه سفيرًا، أي: رسولًا

Artinya: “Menurut Imam Nawawi, Umar bin Khattab lahir 13 tahun setelah peristiwa pasukan bergajah menyerbu Makkah. Dia adalah suku Quraisy yang paling dihormati dan tokoh besar yang menjadi rujukan pada masa Jahiliyah. Apabila terjadi peperangan antara suku Quraisy dengan suku lain, maka mereka mengutus utusan untuk meminta pertimbangan Umar bin Khattab.” Penggambaran sosok Umar bin Khattab sebagai pemimpin ideal menurut riwayat Ibnu Abbas disebutkan demikian:

عن ابن عباس ، قال : قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم – : إن لي وزيرين من أهل السماء ووزيرين من أهل الأرض ، فوزيراي من أهل السماء جبريل وميكائيل ، ووزيراي من أهل الأرض أبو بكر وعمر . وروي نحوه من وجهين عن أبي سعيد الخدري .

Artinya: “Diriwayatkan Ibnu Abbas, ia berkata, Rasulullah bersabda, sesungguhnya aku memiliki dua menteri dari penghuni Langit dan dua menteri dari penghuni bumi: dua menteri dari penghuni langit adalah Jibril dan Mikail, dua menteri dari penghuni bumi adalah Abu Bakar dan Umar. Hadits ini  juga diriwayatkan dua jalur dari Abu Said Al-Khudri.”

Begitu pula dalam pengangkatan menteri atau gubernur, Umar bin Khattab menerapkan kedisiplinan dan menuntut dedikasi yang tinggi. Umar akan mensyaratkan mereka untuk tidak menggunakan kendaraan, makanan, dan pakaian mewah. (As-Suyuthi, Tarikhul Khulafa, [Kairo, Darul Ghaddil Jadid: 2007 M/1328 H], halaman 136).

Ketika Umar bin Khattab Menghadapi Krisis Pangan Terdapat kisah keteladanan pemimpin dari Umar bin Khattab, khususnya ketika terjadi tahun kekeringan dan krisis kelaparan melanda Madinah pada tahun 18 H (639 M). Bencana ini terjadi dalam waktu 9 bulan dan seluruh tanah menjadi hitam dan menyerupai abu.

Bagaimana Umar menghadapi krisis tersebut? Bersumber dari kitab Sahih Adabul Mufrad 222 dari Abdullah bin Umar disebutkan:

قال: عام الرمادة وكانت سنة شديدة ملمة بعد ما اجتهد عمر في إمداد الأعراب بالإبل والقمح والزيت من الأرياف كلها حتى بلحت الأرياف كلها مما جهدها ذلك فقام عمر يدعو فقال اللهم اجعل رزقهم على رؤوس الجبال

Artinya: “Abdullah bin Umar mengisahkan pada saat musim kering, yakni tahun krisis yang menyedihkan, setelah Umar bin Khattab berupaya memberikan bantuan kepada orang-orang Arab Badui dengan unta, gandum dan minyak dari semua desa karena bencana yang menimpa desa-desa tersebut, lalu Umar bin Khattab berdiri sambil berdoa, “Ya Allah! jadikan rezeki mereka di atas puncak-puncak gunung.”

فاستجاب الله له وللمسلمين فقال حين نزل به الغيث الحمد لله فوالله لو أن الله لم يفرجها ما تركت أهل بيت من المسلمين لهم سعة إلا أدخلت معهم أعدادهم من الفقراء فلم يكن اثنان يهلكان من الطعام على ما يقيم واحدا

Artinya: “Kemudian Allah mengabulkan doanya dan doa orang-orang Islam. Ketika turun hujan Umar berkata, “Segala puji bagi Allah. Demi Allah, sekiranya Allah tidak melapangkan rezeki-rezeki tersebut, maka saya tidak akan meninggalkan satu keluarga muslimin yang memiliki kelebihan rezeki (yang kaya) kecuali saya memasukkan bersama mereka sejumlah orang-orang yang fakir, sehingga tidak akan ditemukan dua orang yang binasa (kelaparan) karena makanan, sebab adanya upaya yang diberikan oleh satu orang.”

Dari kisah ini dapat diambil sebuah pelajaran penting dari Umar bin Khattab, bagaimana menjadi seorang pemimpin yang tangguh menghadapi krisis pangan, sulitnya panen, dan selalu berusaha mencarikan solusi terbaik demi mengedepankan kepentingan rakyatnya.

Bahkan Umar bin Khattab secara tegas akan memasukkan rakyatnya yang fakir miskin ke dalam keluarga Muslimin yang mampu, agar mendapatkan penanganan yang layak. Pernyataan Umar ini juga merupakan implementasi dari prinsip agama Islam yakni saling menyayangi dan menolong sesama. Wallahu A’lam

Sumber asli: https://arina.id/islami/ar-eUWjI/sosok-umar-bin-khattab-dan-kepemimpinannya-saat-krisis-pangan