Perbuatan Picik Bripda Randy Menjadi Alasan Kelompok Radikal Benci Pemerintah?

Jalanhijrah.com–Bunuh diri yang dilakukan seorang mahasiswi cantik asal Mojokerto Novia Widya menjadi perhatian banyak pihak. Begitu ditelusuri bunuh diri ini dilakukan Novi karena depresi atas sikap pacarnya Bripda Randy Bagus.

Randy memaksa kehamilan Novi digugurkan (diaborsi). Aborsi tersebut dilakukan dua kali. Aborsi pertama pada Maret 2020 dilakukan saat usia kandungan Novi baru hitungan minggu. Sedangkan, aborsi kedua pada Agustus 2021 saat kandungannya berusia 4 bulan.

Pilihan Randy atas aborsi termasuk sikap yang tidak bertanggung jawab. Randy hanya bisa menanam benih, tapi tidak merawatnya. Sungguh tindakan yang tidak manusiawi.

Lebih dari itu, satu hal yang paling disayangkan di mata masyarakat adalah kepribadian Randy sebagai pemimpin kepolisian yang tidak memberikan teladan yang baik terhadap rakyatnya.

Dalam Al-Qur’an Allah memerintah kepada kita:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-(Nya), dan ulil amri di antara kamu. (QS. an-Nisa’: 59).

Pada ayat tersebut, disebutkan perintah mentaati Allah, Rasul-Nya, dan pemimpin (pemerintah). Pertanyaannya, pemerintah seperti apa yang layak ditaati? Apakah pemimpin seperti Bripda Randy masih layak ditaati?

Sayyidina Ali Ibnu Abi Thalib menyebutkan:
حَقٌّ عَلَى الْإِمَامِ أَنْ يَحْكُمَ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَيُؤَدِّيَ الْأَمَانَةَ فَإِذَا فَعَلَ ذَلِكَ فَحَقٌّ عَلَى الرَّعِيَّةِ أَنْ يَسْمَعُوا وَيُطِيعُوا
Maksudny, pemerintah (pemimpin) yang layak ditaati adalah pemimpin yang menegakkan hukum Allah dan bersikap amanah. Hukum Allah yang dimaksud di sini adalah kebaikan yang diterima oleh semua orang.

Baca Juga  Implementasi Kebijakan Kontrol Rumah Ibadah: Antara Kendala dan Tantangan

Perbuatan picik Bripda Randy jelas melanggar hukum Allah. Karena, selain gemar melakukan seks di luar nikah alias, ia tidak bertanggung jawab atas perbuatannya.

Lantas, perbuatan picik Bripda Randy yang memperburuk citra pemerintah Indonesia tidak dapat digeneralisir bahwa semua pemerintah itu picik. Sekali lagi tidak begitu.

Pemerintah selain Randy masih banyak yang baik dan dapat menjadi suri teladan bagi rakyatnya. Kita tidak boleh menghilangkan ketaatan kita terhadap pemerintah karena perbuatan picik Randy.

Nabi menegaskan pentingnya mentaati pemerintah dalam hadisnya:
وَمَنْ يُطِعِ الْأَمِيرَ فَقَدْ أَطَاعَنِي، وَمَنْ يَعْصِ الْأَمِيرَ فَقَدْ عَصَانِي
Barangsiapa yang mentaati pemimpin (yang baik), maka ia benar-benar telah mentaatiku. Sebaliknya, barangsiapa yang membangkang kepada pemimpin (yang baik), maka ia benar-benar telah membangkang kepadaku.

Sampai di sini, dapat digarisbawahi, bahwa tidak perlu mencontoh perbuatan picik yang dilakukan Bripda Randy, meski ia pemimpin. Ikuti pemimpin yang lain yang menjadi suri teladan yang baik.[] Shallallah ala Muhammad. 

By Redaksi Jalan Hijrah

Jalanhijrah.com adalah platform media edukasi dan informasi keislaman dan keindonesiaan yang berasaskan pada nilai-nilai moderasi dan kontranarasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *