srikandi

Di balik keagungan dan kesucian Masjid Nabawi, di tengah lautan manusia yang datang dari berbagai penjuru dunia untuk melaksanakan ibadah haji, berdiri tegak para srikandi Seksus Nabawi. Mereka adalah para penjaga setia, sosok yang tak kenal lelah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji. Dalam balutan seragam kebanggaan petugas haji, dengan rompi warna hitam, seragam putih berkerah batik, mereka menjalankan tugas mulia yang sering kali luput dari sorotan publik, namun sangat krusial bagi kelancaran ibadah para tamu Allah.

Anggota Seksus Nabawi terdiri dari dua belas orang yang berasal dari kesatuan TNI dan Polri, di bawah komando Letkol Surnadi. Mereka adalah gabungan dari ketangguhan fisik dan kecekatan berpikir, dua elemen yang sangat diperlukan dalam menghadapi dinamika di lapangan.

Keputusan Menteri Agama untuk mempercayakan tugas ini kepada unsur TNI dan Polri terbukti sangat tepat. Para personel ini tidak hanya terlatih dalam hal strategi dan disiplin, tetapi juga memiliki stamina yang kuat untuk menghadapi berbagai situasi darurat.

Setiap hari, personel Seksus Nabawi tersebar di berbagai sudut gerbang Masjid Nabawi, selalu siap sedia melayani jemaah haji. Mereka ditempatkan di pos-pos strategis, memastikan bahwa setiap jemaah yang memerlukan bantuan mendapatkan pertolongan dengan cepat.

Dalam hiruk-pikuk ribuan manusia yang datang dan pergi, tugas mereka tidaklah mudah. Namun, semangat mereka tidak pernah surut. Mereka memahami betul bahwa setiap langkah yang mereka ambil adalah bagian dari pengabdian kepada Tuhan dan sesama.

Baca Juga  NU, Makna Sabilillah dalam Distribusi Zakat, dan Fatwa Tentara Perempuan

Salah satu tugas penting Seksus Nabawi adalah membantu jemaah yang tersesat. Tidak jarang, jemaah haji, terutama yang berusia lanjut atau yang datang dari daerah terpencil, merasa bingung di tengah keramaian. Di sinilah peran penting para srikandi Seksus Nabawi. Dengan sabar dan telaten, mereka mengarahkan jemaah yang tersesat hingga kembali ke hotel mereka dengan selamat. Senyum dan rasa lega dari para jemaah adalah balasan yang lebih dari cukup bagi mereka.

Namun, tugas Seksus Nabawi tidak berhenti di situ. Mereka juga bertanggung jawab untuk memfasilitasi jemaah yang ingin masuk ke Raudlah, salah satu tempat yang sangat didambakan oleh setiap jemaah haji.

Setiap harinya, ribuan jemaah ingin berdoa di Raudlah, menciptakan antrian panjang yang bisa menjadi tidak terkendali jika tidak diatur dengan baik. Di bawah arahan Letkol Thoriq, para petugas Seksus Nabawi mengatur barisan jemaah dengan tertib. Mereka memastikan bahwa setiap jemaah mendapat giliran untuk masuk dan berdoa di tempat yang mulia itu.

Keberadaan jemaah berkebutuhan khusus pun tidak luput dari perhatian Seksus Nabawi. Ketika ada jemaah yang membutuhkan bantuan khusus, para petugas dengan sigap memberikan pertolongan. Mereka memahami betul bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk beribadah dengan khusyuk.

Dengan cekatan, mereka membantu jemaah berkebutuhan khusus untuk masuk ke Raudlah, memastikan bahwa mereka juga dapat merasakan kedekatan dengan Tuhan di tempat yang suci.

Baca Juga  Nalar Feminis: Sebuah Tawaran Pencegah Kekerasan dalam Rumah Tangga

Dedikasi para srikandi Seksus Nabawi dalam menjalankan tugas ini tidak hanya menunjukkan profesionalisme mereka, tetapi juga rasa kemanusiaan yang mendalam.

Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa, yang keberadaannya sangat berarti bagi para jemaah haji. Setiap tindakan kecil mereka, dari membantu jemaah yang tersesat hingga mengatur antrian di Raudlah, adalah bagian dari upaya besar untuk memastikan bahwa ibadah haji berjalan dengan lancar dan tertib.

Dalam suasana yang penuh dengan keagungan dan kedamaian di Masjid Nabawi, para srikandi Seksus Nabawi bekerja tanpa kenal lelah. Mereka adalah penjaga setia yang selalu siap siaga, memberikan pelayanan terbaik bagi setiap jemaah. Dengan hati yang penuh pengabdian, mereka menjalankan tugas mulia ini, menyadari bahwa setiap langkah yang mereka ambil adalah bagian dari ibadah dan pengabdian kepada Tuhan.

Di balik seragam yang mereka kenakan, terdapat jiwa-jiwa yang penuh dengan ketulusan. Mereka adalah para pahlawan di balik layar, yang keberadaannya sangat penting bagi kelancaran ibadah haji.

Dalam setiap senyuman dan bantuan yang mereka berikan, terdapat doa dan harapan agar setiap jemaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan tenang. Mereka adalah simbol dari dedikasi dan pengabdian yang tak mengenal lelah, penjaga setia di gerbang suci Masjid Nabawi.

By Redaksi Jalan Hijrah

Jalanhijrah.com adalah platform media edukasi dan informasi keislaman dan keindonesiaan yang berasaskan pada nilai-nilai moderasi dan kontranarasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *