Syukur, Ketaatan, dan Kebahagiaan

Jalanhijrah.com-Di akhir zaman ini, di zaman fitnah, ketaatan merupakan kunci kebahagiaan. Ketaatan adalah jalan keluar dari fitnah kehidupan. Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata,

السعادة كلها فى طاعته، والأرباح كلها فى معاملته، والمحن والبلايا كلها فى معصيته ومخالفته.

“Kebahagiaan semuanya diraih dengan cara menaati-Nya, keuntungan semuanya dengan cara bermuamalah dengan-Nya, sedangkan berbagai macam ujian dan bencana semuanya adalah akibat bermaksiat kepada-Nya dan menyelisihi-Nya.” (Uddah al-Shabirin, 1/285)

Allah menganugerahkan kepada kita berbagai nikmat-Nya. Nikmat itu untuk jalan ketaatan, bukan untuk menopang kemaksiatan. Imam Sufyan bin Uyainah berkata kepada Abu Abdillah ar-Razy rahimahumallah:

يا أبا عبد الله، إن من شكر الله على النعمة أن تحمده عليها، وتستعين بها على طاعته، فما شكر الله من استعان بنعمته على معصيته.

“Wahai Abu Abdillah, sesungguhnya termasuk bentuk syukur kepada Allah atas kenikmatan adalah dengan engkau memuji-Nya atasnya, dan menjadikannya untuk membantu menaati-Nya. Maka tidak bersyukur kepada Allah seseorang yang menjadikan nikmat-Nya untuk membantu bermaksiat kepada-Nya.” (Hilyatul Auliya’, 7/278).

Dan ketahuilah, aktivitas dakwah merupakan tanda syukur dan bentuk ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla. Dakwah adalah jalan mendapatkan kebahagiaan hakiki. Dakwah adalah amanah, karena sebagaimana sabda Nabi dalam hadisnya, agama itu adalah nasihat.

Baca selengkapnya: https://www.muslimahnews.com/2021/10/13/nafsiyah-syukur-ketaatan-dan-kebahagiaan/

Baca Juga  Hukum Membuat Meme Memakai Foto Orang Yang Sudah Meninggal

By Redaksi Jalan Hijrah

Jalanhijrah.com adalah platform media edukasi dan informasi keislaman dan keindonesiaan yang berasaskan pada nilai-nilai moderasi dan kontranarasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *