Khotbah Haji Terakhir Rasulullah, Hormatilah Perempuan

Jalanhijrah.com – Dalam catatan sejarah Islam, pada tahun 10 Hijriyah Rasulullah melakukan haji yang terakhirnya. Dalam Haji yang terakhir atau dikenal dengan Haji Wada’ (haji perpisahan) Rasulullah berkhotbah dengan khotbah yang sangat terkenal. Khotbah Rasulullah tersebut memerintahkan umat Islam untuk menghormati perempuan. Dan berikut khotbah haji terakhir Rasulullah.

Ibnu Hisyam, dalam buku sejarah kenabian yang amat monumental menuliskan cukup detail mengenai khotbah haji terakhir Rasulullah ini. Ibnu Hisyam menuliskan

أيها الناس، إن لنسائكم عليكم حقًّا، ولكم عليهن حقٌّ؛ ألا يُوطِئنَ فُرُشَكم غيرَكم، ولا يُدخِلنَ أحدًا تكرهونه بيوتكم إلا بإذنكم، ولا يأتِينَ بفاحشةٍ، فإذا فعلنَ ذلك، فإنَّ الله أذِنَ لكم أن تَهجروهُنَّ في المضاجع، وتَضربوهُنَّ ضربًا غير مُبَرِّحٍ، فإن انتهينَ وأطعنكم، فعليكم رزقهُنَّ وكِسوتهُنَّ بالمعروف، وإنما النساء عوانٍ عندكم – يَعني أسيرات – ولا يَملكنَ لأنفسهِنَّ شيئًا، أخذتموهُنَّ بأمانة الله، واستحللتم فروجَهنَّ بكلمة الله، فاتقوا الله في النساء واستوصوا بهنَّ خيرًا، ألا هل بلغت، اللهم فاشهد.

Artinya: “Wahai manusia, sebagaimana kamu mempunyai hak atas istrimu, mereka juga mempunyai hak atasmu. Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka atasmu, maka mereka juga mempunyai hak atas nafkahmu secara lahir maupun batin. Berlaku lemah lembut terhadap mereka, karena sesungguhnya mereka adalah teman dan sahabatmu yang setia, serta halal hubungan suami-istri atas kalian. Dan kamu berhak melarang mereka memasukkan orang yang tidak kamu sukai ke dalam rumahmu.

Baca Juga  Hijrah dan Perebutan Makna Syariat

Jika istri-istri kalian mengerjakan hal-hal tersebut, Allah mengizinkan kalian untuk mendiamkan mereka di tempat tidur dan memukul mereka namun jangan sampai melukai mereka. Jika mereka telah sadar dan bertaubat, mereka berhak mendapatkan nafkah dan pakaian dengan cara yang baik. Berbuat baiklah kepada para istri kalian, karena mereka seperti tawanan yang tidak memiliki sesuatu apa pun”.

Khotbah Haji Terakhir Rasulullah Sangat Kontekstual Hingga Kini

Dalam khotbah haji terakhir in, Rasulullah berpesan untuk menghormati perempuan terutama seorang istri. Dalam Islam antara laki-laki dan perempuan itu setara, laki-laki dan perempuan sama-sama memerankan Khalifatullah Fil Ardi, wakil Allah di bumi. Oleh karenanya tidak diperbolehkan adanya diskriminasi antara laki-laki dan perempuan.

Selain kodrat perempuan seperti menyusui dan melahirkan, peran laki-laki dan perempuan adalah sama. Perempuan dan laki-laki sama-sama mempunyai kewajiban mendidik anak, mengurus rumah dan lain sebagainya. Oleh karena yang demikian pesan Rasulullah 14 Abad yang lalu dalam khotbah haji terakhirnya itu sangat konstektual dan sangat relevan hingga hari ini.

Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad menyebutkan bahwa sebaiknya-baiknya orang adalah yang terbaik bagi perempuannya.

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِلنِّسَاءِ

Artinya: “Sebaik-baik kamu adalah yang paling baik kepada perempuan. [HR. Hakim]

Semoga kita semua bisa mengamalkan pesan khotbah terakhir Rasulullah untuk selalu menghormati perempuan, Amin.

Penulis: Ahmad Khalwani Penikmat Kajian keislaman

By Redaksi Jalan Hijrah

Jalanhijrah.com adalah platform media edukasi dan informasi keislaman dan keindonesiaan yang berasaskan pada nilai-nilai moderasi dan kontranarasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *