Menu

Mode Gelap

Perempuan · 18 Jul 2022 14:00 WIB ·

Khotbah Haji Terakhir Rasulullah, Hormatilah Perempuan


					Khotbah Haji Terakhir Rasulullah, Hormatilah Perempuan Perbesar

Jalanhijrah.com – Dalam catatan sejarah Islam, pada tahun 10 Hijriyah Rasulullah melakukan haji yang terakhirnya. Dalam Haji yang terakhir atau dikenal dengan Haji Wada’ (haji perpisahan) Rasulullah berkhotbah dengan khotbah yang sangat terkenal. Khotbah Rasulullah tersebut memerintahkan umat Islam untuk menghormati perempuan. Dan berikut khotbah haji terakhir Rasulullah.

Ibnu Hisyam, dalam buku sejarah kenabian yang amat monumental menuliskan cukup detail mengenai khotbah haji terakhir Rasulullah ini. Ibnu Hisyam menuliskan

أيها الناس، إن لنسائكم عليكم حقًّا، ولكم عليهن حقٌّ؛ ألا يُوطِئنَ فُرُشَكم غيرَكم، ولا يُدخِلنَ أحدًا تكرهونه بيوتكم إلا بإذنكم، ولا يأتِينَ بفاحشةٍ، فإذا فعلنَ ذلك، فإنَّ الله أذِنَ لكم أن تَهجروهُنَّ في المضاجع، وتَضربوهُنَّ ضربًا غير مُبَرِّحٍ، فإن انتهينَ وأطعنكم، فعليكم رزقهُنَّ وكِسوتهُنَّ بالمعروف، وإنما النساء عوانٍ عندكم – يَعني أسيرات – ولا يَملكنَ لأنفسهِنَّ شيئًا، أخذتموهُنَّ بأمانة الله، واستحللتم فروجَهنَّ بكلمة الله، فاتقوا الله في النساء واستوصوا بهنَّ خيرًا، ألا هل بلغت، اللهم فاشهد.

Artinya: “Wahai manusia, sebagaimana kamu mempunyai hak atas istrimu, mereka juga mempunyai hak atasmu. Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka atasmu, maka mereka juga mempunyai hak atas nafkahmu secara lahir maupun batin. Berlaku lemah lembut terhadap mereka, karena sesungguhnya mereka adalah teman dan sahabatmu yang setia, serta halal hubungan suami-istri atas kalian. Dan kamu berhak melarang mereka memasukkan orang yang tidak kamu sukai ke dalam rumahmu.

Baca Juga  Kontribusi Pondok Pesantren di Masa Awal Kedatangan Islam di Indonesia

Jika istri-istri kalian mengerjakan hal-hal tersebut, Allah mengizinkan kalian untuk mendiamkan mereka di tempat tidur dan memukul mereka namun jangan sampai melukai mereka. Jika mereka telah sadar dan bertaubat, mereka berhak mendapatkan nafkah dan pakaian dengan cara yang baik. Berbuat baiklah kepada para istri kalian, karena mereka seperti tawanan yang tidak memiliki sesuatu apa pun”.

Khotbah Haji Terakhir Rasulullah Sangat Kontekstual Hingga Kini

Dalam khotbah haji terakhir in, Rasulullah berpesan untuk menghormati perempuan terutama seorang istri. Dalam Islam antara laki-laki dan perempuan itu setara, laki-laki dan perempuan sama-sama memerankan Khalifatullah Fil Ardi, wakil Allah di bumi. Oleh karenanya tidak diperbolehkan adanya diskriminasi antara laki-laki dan perempuan.

Selain kodrat perempuan seperti menyusui dan melahirkan, peran laki-laki dan perempuan adalah sama. Perempuan dan laki-laki sama-sama mempunyai kewajiban mendidik anak, mengurus rumah dan lain sebagainya. Oleh karena yang demikian pesan Rasulullah 14 Abad yang lalu dalam khotbah haji terakhirnya itu sangat konstektual dan sangat relevan hingga hari ini.

Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad menyebutkan bahwa sebaiknya-baiknya orang adalah yang terbaik bagi perempuannya.

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِلنِّسَاءِ

Artinya: “Sebaik-baik kamu adalah yang paling baik kepada perempuan. [HR. Hakim]

Semoga kita semua bisa mengamalkan pesan khotbah terakhir Rasulullah untuk selalu menghormati perempuan, Amin.

Penulis: Ahmad Khalwani Penikmat Kajian keislaman

Artikel ini telah dibaca 13 kali

Baca Lainnya

Perempuan dalam Pusaran Terorisme di Indonesia: Aktor atau Korban?

1 Agustus 2022 - 10:10 WIB

Dengan fakta bahwa perempuan dapat berperan sebagai pelaku dan adakalanya perempuan merupakan korban

Perempuan, Anti-Patriarki, dan Relasi Kemanusiaan

25 Juli 2022 - 15:00 WIB

Perempuan, Anti-Patriarki, dan Relasi Kemanusiaan

Islam Memuliakan Perempuan, Mengapa Kita Merendahkan?

19 Juni 2022 - 12:00 WIB

Pun tulisan ini, tentu saja, jauh dari alasan sebenarnya mengapa ada sebagian orang memandang rendah perempuan.

Gender dalam Fashion Perempuan

13 Juni 2022 - 09:00 WIB

Mau perempuan menggunakan baju yang bagaimana, dan laki-laki memakai pakaian yang bagaimana, hak mereka adalah milik pribadi masing-masing.

Kegagalan Makna Jihad Radikalis: Utilisasi Kapabilitas Perempuan Sebagai Agent of War

6 Juni 2022 - 15:00 WIB

Kegagalan Makna Jihad Radikalis: Utilisasi Kapabilitas Perempuan Sebagai Agent of War

Menerka Ulang Sejarah Perempuan yang Hilang

3 Juni 2022 - 14:30 WIB

Menerka Ulang Sejarah Perempuan yang Hilang
Trending di Perempuan