Jalanhijrah.com – Salah satu tradisi di bulan puasa, terutama di pertengahan atau akhir bulan Ramadhan adalah bukber alias buka bersama. Biasanya, sebelum datang waktu maghrib para peserta sudah berkumpul di tempat yang sudah disepakati bersama.
Selain sebagai ajang silaturahim antar kerabat, sahabat, hingga rekan kerja, acara buka bersama ini juga biasanya dijadikan momentum untuk reuni atau temu kangen dengan rekan dan sahabat yang sudah lama tidak bertemu.
Tradisi buka bersama ini ternyata pernah dilakukan di zaman Nabi Muhammad. Dalam sejarahnya, Rasulullah pernah mengikuti buka bersama di rumah salah satu sahabatnya, Sa‘d bin Ubadah. Hal ini sebagaimana diungkap oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar (Beirut: Dar Ibn Hazm, 2004), halaman 331-332.
Imam Nawawi meriwayatkan dalam kitab Sunan Abu Dawud dan lainnya dengan sanad sahih, dari sahabat Anas, ia berkata bahwa sesungguhnya Rasulullah mendatangi Sa‘d bin Ubadah. Sa‘d kemudian menyuguhi roti dan anggur kering (kismis) kepada Rasulullah, tidak lama kemudian Rasulullah memakan hidangan tersebut dan mengucapkan doa berikut ini:
أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُوْنَ، وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الْأَبْرَارُ، وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلَائِكَةُ
Afthara ‘indakumus shâimûn wa akala tha‘âmakumul abrâru wa shallat ‘alaikumul malâ’ikatu.
Artinya: “Telah berbuka di samping kalian orang-orang yang berpuasa, dan dia memakan hidangan kalian, dan para malaikat bershalawat kepada kalian.”
Selain meriwayatkan dari Sunan Abu Dawud, Imam Nawawi juga meriwayatkan doa buka bersama Rasulullah ini dalam kitab Ibnu Sunni, dari Anas, dia berkata bahwa jika Nabi Muhammad Saw buka puasa bersama orang-orang, beliau mendoakan mereka dengan mengucapkan doa sebagaimana doa di atas.
Itulah doa yang diajarkan oleh Rasulullah saat buka bersama sahabatnya. Dengan dibacakannya doa buka bersama ini diharapkan Allah menurunkan aneka kebaikan dan keberkahan kepada para peserta yang hadir, terlebih kepada tuan rumah atau panitia.









