Jalanhijrah.com – Dikisahkan, suatu hari ada sejumlah pemuda pencari kayu bakar yang berpapasan dengan Nabi Isa. Setelah mendapatkan isyarat, Nabi Isa kemudian menyampaikan firasat kepada sahabatnya bahwa salah satu dari pemuda ini akan ada yang celaka, bahkan bisa sampai meninggal dunia.
Beberapa saat kemudian, para pemuda ini keluar dari hutan dan kembali bertemu dengan Nabi Isa serta sahabatnya. Setelah diperhatikan, jumlah mereka tetap sama dan tidak ada yang celaka apalagi meninggal dunia. Mereka berjalan dengan tenang sambil membawa kayu bakar di atas kepalanya masing-masing.
“Sepertinya mereka tidak ada yang celaka,” kata sahabat Nabi Isa, sebagaimana diungkap oleh Ibnu Jauzi dalam kitab ‘Uyunul Hikayat, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah: 1971], halaman 396.
Merasa penasaran, Nabi Isa meminta sahabatnya memanggil para pemuda itu. Setelah berbaur, mereka kemudian diminta untuk meletakkan kayu bakar yang dipanggul.
“Tolong lepaskan ikatan kayu bakarnya,” ucap Nabi Isa kepada para pemuda.
Para pemuda itu menurut dan melepaskan tali ikatan kayu bakar yang mereka bawa. Benar saja, setelah dilepas tali ikatannya, di salah satu tumpukan kayu bakar milik pemuda itu ada seekor ular hitam yang melilit di sebatang kayu kering.
“Amal apa yang kalian lakukan pada hari ini?” tanya Nabi Isa kepada para pemuda itu.
“Hari ini kami tidak melakukan apa-apa, hanya saja tadi di antara kami ada yang tidak membawa bekal makanan, lalu saya membagi makanan saya kepadanya,” jawab salah satu dari pemuda itu.
Nabi Isa kemudian mengetahui bahwa berkat sedekah, salah satu pemuda pencari kayu bakar itu selamat dari maut.
Dari kisah ini dapat diambil hikmah yang bisa dipetik pelajaran, yaitu sedekah bisa membawa keberkahan dan keselamatan. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad berikut ini:
الصَّدَقَةُ تَرُدُّ البَلاَء وَتُطَوِّلُ العُمْرَ
Artinya: “Sedekah itu menolak bala dan memanjangkan umur”. (Syekh Nawawi Al-Bantani, Tanqihul Qaul (Semarang, Karya Thoha Putra: tanpa tahun) halaman 29.
Bisa jadi, sampai hari ini kita masih bisa bernafas di dunia ini dan juga diberi kesehatan dan keselamatan, hal itu berkat sedekah yang pernah diamalkan di masa lalu.
Mengingat hal tersebut, ada baiknya sedekah menjadi sebuah amal yang rutin dilakukan, apalagi saat mendapatkan rezeki misalnya saat gajian. Tidak semua harta yang kita miliki bisa seluruhnya dimakan karena di dalamnya ada bagian orang lain. Ibarat daging ikan, tidak semuanya bisa dimakan, ada tulang yang mesti dibuang dan dimakan oleh pihak lain. Wallahu a‘lam.






