jalanhijrah.com – Hidayah dapat datang kepada seseorang pada waktu yang tidak terduga. Kisah Amr bin Tsabit atau Al-Ushairim, seorang lelaki dari kaum Anshar, menggambarkan hal tersebut.
Sebelum memeluk Islam, Amr bin Tsabit beberapa kali menolak ajakan untuk mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW. Ia memilih mempertahankan keyakinan kaumnya dan menjalani kehidupan seperti masyarakat pada masa jahiliah. Namun, Amr mengalami perubahan besar menjelang Perang Uhud.
Saat mengetahui Rasulullah SAW dan kaum Muslimin telah menuju Uhud, Amr mulai membuka hatinya terhadap Islam. Ia akhirnya mengambil keputusan yang selama ini ia tunda.
Amr menyatakan keimanannya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Setelah itu, ia segera mempersiapkan diri untuk menyusul kaum Muslimin ke medan pertempuran.
Memeluk Islam dan Langsung Menuju Uhud
Setelah memeluk Islam, Amr bin Tsabit tidak hanya mengucapkan keimanannya. Ia mengambil pedang, tombak, dan perlengkapan perang. Amr kemudian menunggang kudanya dan bergegas menuju Uhud untuk bergabung dengan pasukan Muslim.
Kedatangannya sempat mengejutkan kaum Muslimin. Mereka mengetahui bahwa sebelumnya Amr belum memeluk Islam. Namun, Amr menegaskan bahwa saat itu dirinya telah beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Amr kemudian ikut bertempur bersama kaum Muslimin. Dalam pertempuran tersebut, ia berjuang hingga mengalami luka berat.
Seusai pertempuran, sejumlah orang dari Bani Abdul Asyhal mencari para korban. Mereka kemudian menemukan Amr dalam kondisi terluka parah. Mereka merasa heran karena sebelumnya mengenal Amr sebagai orang yang belum mengikuti ajaran Islam.
Dalam kondisi tersebut, Amr menjelaskan alasan kehadirannya di medan perang. Ia menegaskan bahwa dirinya telah beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Keimanan itu mendorong Amr untuk mengambil senjata dan berjuang bersama Rasulullah SAW. Menjelang akhir hayatnya, ia juga berpesan agar keluarganya menyerahkan hartanya kepada Rasulullah SAW.
Belum Sempat Menunaikan Salat
Kisah Amr bin Tsabit menarik perhatian karena ia hanya menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim dalam waktu yang sangat singkat. Amr menerima Islam menjelang Perang Uhud. Setelah menyatakan keimanannya, ia langsung menuju medan perang dan ikut berjuang bersama kaum Muslimin.
Luka berat yang ia alami dalam pertempuran kemudian merenggut nyawanya. Karena rentang waktunya sangat singkat, Amr belum sempat menunaikan salat setelah memeluk Islam. Para sahabat kemudian menceritakan kisah Amr kepada Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW memberikan kabar menggembirakan mengenai nasib Amr. Dalam riwayat tentang Al-Ushairim, Rasulullah SAW menyatakan bahwa Amr termasuk penghuni surga. Kisah mengenai Al-Ushairim juga muncul dalam riwayat Abu Hurairah RA serta pembahasan tentang jihad dalam Shahih Al-Bukhari.
Kisah Amr bin Tsabit menunjukkan bahwa seseorang dapat memperoleh hidayah pada saat yang tidak pernah ia perkirakan. Amr sempat berkali-kali menolak Islam. Namun, menjelang akhir hidupnya, ia memilih beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Ia juga membuktikan keimanannya dengan ikut berjuang bersama kaum Muslimin dalam Perang Uhud.
Perjalanan hidupnya sebagai seorang Muslim berlangsung sangat singkat. Bahkan, Amr belum sempat menunaikan salat setelah mengucapkan keimanannya. Namun, keteguhan hatinya setelah menerima Islam membuat kisah Al-Ushairim terus dikenang sebagai salah satu kisah hidayah yang istimewa dalam sejarah Islam.









