Menu

Mode Gelap

Perempuan · 12 Mar 2022 12:00 WIB ·

Memahami Hukum Wanita Saat Istihadhah


					Memahami Hukum Wanita Saat Istihadhah Perbesar

Jalanhijrah.com – Setiap wanita sudah semestinya mengalami haid dan nifas, namun terdapat beberapa wanita yang mengalami masa haid atau nifas lebih panjang dari biasanya, hal ini disebut dengan istihadhah, terkadang beberapa wanita tidak memahami akan hal ini dan berfikir itu adalah haid atau nifas, padahal hukum darah istihadhah berbeda dengan haid atau nifas.

Wanita yang mengalami istihadhah (mustahadhah) mereka tidak seperti wanita haid atau nifas oleh karena itu tidak menjadi penghalang untuk berhubungan intim, shalat, puasa dan ibadah lainya seperti layaknya wanita yang tidak sedang haid sesuai dengan hadist berikut :

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: – إِنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ أَبِي حُبَيْشٍ كَانَتْ تُسْتَحَاضُ, فَقَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – “إِنَّ دَمَ اَلْحَيْضِ دَمٌ أَسْوَدُ يُعْرَفُ, فَإِذَا كَانَ ذَلِكَ فَأَمْسِكِي مِنَ اَلصَّلَاةِ, فَإِذَا كَانَ اَلْآخَرُ فَتَوَضَّئِي, وَصَلِّي” – رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ, وَالنَّسَائِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ, وَالْحَاكِمُ, وَاسْتَنْكَرَهُ أَبُو حَاتِم.

وَفِي حَدِيثِ أَسْمَاءَ بِنْتِ عُمَيْسٍ عِنْدَ أَبِي دَاوُدَ: – لِتَجْلِسْ فِي مِرْكَنٍ, فَإِذَا رَأَتْ صُفْرَةً فَوْقَ اَلْمَاءِ, فَلْتَغْتَسِلْ لِلظُّهْرِ وَالْعَصْرِ غُسْلاً وَاحِدًا, وَتَغْتَسِلْ لِلْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ غُسْلاً وَاحِدًا, وَتَغْتَسِلْ لِلْفَجْرِ غُسْلاً, وَتَتَوَضَّأْ فِيمَا بَيْنَ ذَلِكَ –

Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Fatimah binti Abu Hubaisy sedang keluar darah penyakit (istihadhah). Maka Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda kepadanya: “Sesungguhnya darah haid adalah darah hitam yang telah dikenal. Jika memang darah itu yang keluar maka berhentilah dari shalat, namun jika darah yang lain berwudhulah dan shalatlah

Riwayat Abu Dawud , Nasa’I, Ibnu Majah, Ahmad Dan Ibnu Hibban

Menurut Asy-Syaukani, hadits ini hanya menunjukan untuk berwudhu pada setiap akan shalat dan mandi besar layaknya orang yang baru selesai haid 1 kali setelah habisnya masa haid meskipun darah masih menggalir.

Baca Juga  Internalisasi Prinsip Nasional-Religius Syekh Hasan Besari dalam Menghadapi Intoleransi di Indonesia

Apakah boleh wanita yang sedang istihadhah melakukan jima?

Dalam hadist riwayat abu daud dijelaskan “ Dari ikrimah ra. Berkata : “ummu habibbah menderita istihadhah sedang suaminya tetap meyetubuhinya “ dari hadist ini dapat disimpulkan bahwa wanita yang sedang mengalami istihadhah diperbolehkan bersetubuh  demikian pendapat jumhur yang diriwayatkan oleh Ibnu Al Munzhir dari Ibnu Abbas, Ibnu Al Musayyib, Hasan Al Bishri, “Atha, Sa’id Bin Jabir

Namun ada beberapa pendapat yang melarang wanita yang sedang istihadhah untuk bersetubuh karena menurut pandangan mereka darah pada istihadhah adalah darah yang dapat membawa penyakit maka haram pula seperti halnya Allah melarang untuk bersetubuh dengan wanita yang sedang haid, hal ini diriwayatkan oleh Al Khallal dengan sanad yang sampai kepada Aisyah ra “ Wanita mustadhah  tak boleh disetubuhi suaminya “  keterangan ini dapat dilihat pada kitab Al-Fiqh Al Muyassar oleh syaikh Ahmad Isa Asyur.

Untuk menjaga kesehatan sebaiknya menghindari persetubuhan pada saat darah tersebut masih keluar walaupun hadits di atas tidak ada larangan untuk melakukanya , namun demikian menghindarinya lebih utama karena penyakit yang terdapat pada darah haid terdapat pula pada darah istihadhah. Wallahu a’lam

Bagaimana cara wanita menentukan kapan masa haid dan kapan masa istihadhah?

Sebagian wanita dapat membedakan darah yang keluar apakah itu darah haid atau darah istihadhah apabila dia meyakini darah yang keluar hari ini merupakan darah haid dan di hari lain adalah darah istihadhah maka pada saat di hari haid maka wanita tersebut mengikuti hukum wanita haid asalkan darah yang keluar tidak kurang dari haid terpendek dan tidak lebih dari hari terpanjang haid, apabila kriteria tersebut tidak terpenuhi maka darah tersebut merupakan darah istihadhah. Masa haid terpanjang yaitu 15 hari, dan masa haid terpendek yaitu sehari-semalam.

Baca Juga  Perempuan Juga Manusia

Apabila wanita sudah pernah mengalami haid maka akan dapat mengetahui masa haid biasanya berapa hari, apabila lewat dari masa biasa dia haid maka itu termasuk darah istihadhah dan sudah wajib untuk melaksanakan kewajiban seperti shalat, puasa dan ibadah lainya.

Untuk wanita yang sedang nifas maka digunakan perhitungan yaitu tidak kurang dari masa nifas terpendek dan masa nifas terpanjang ( 60 hari) apabila kurang dari masa terpendek dan lebih dari masa terpanjang maka darah tersebut merupakan darah istihadhah, apabila sudah beberapa kali nifas yaitu dengan melihat kebiasaan dari nifas sebelumnya apabila melebihi waktu terpanjang maka itu termasuk darah istihadhah

Bagaimana dengan darah yang keluar pada wanita sedang hamil?

Terdapat beberapa pendapat mengenai hal ini apakah darah tersebut adalah darah haid atau darah istihadhah.

Menurtut para ulama Hanafi darah yang keluar pada saat hamil dipastikan itu darah istihadhah, namun apabila darah keluar dengan munculnya rasa sakit seperti akan melahirkan maka darah tersebut tergolong darah haid

Menurut Imam malik : Darah yang keluar dari wanita hamil adalah darah haid dengan syarat usia kandungan antara 2 sampai 9 bulan maka darah haid yang keluar tidak boleh lebih dari 30 hari, apabila lebih dari 30 hari maka darah tersebut termasuk darah istihadhah dan ia wajib untuk shalat, puasa dan boleh disetubuhi sekalipun darah masih mengalir

Baca Juga  Ekologi Spiritual, Pemuliaan terhadap Alam, dan Musik Dangdut Hari Ini

Menurut madzhab Syafi’i darah yang keluar sewaktu hamil adalah darah haid asalkan memenuhi kriteria yaitu darah tersebut tidak kurang dari sehari-semalam dan tidak lebih dari 15 hari, karena haid tidak dapat ditahan oleh menyusunya seorang bayi dan mengandung anak.

Adapun mengenai darah yang keluar pada saat hamil tidak menjadi hitungan untuk masa ‘iddah, untuk masa ‘iddah tetap mengikuti hitungan pada saat anak tersebut lahir.

Oleh: Firmansyah Hermanto

Artikel ini telah dibaca 46 kali

Baca Lainnya

Aisyah binti Sa’ad, Putri Pendekar Islam

25 Januari 2023 - 10:00 WIB

Aisyah binti Sa’ad, Putri Pendekar Islam

Na’ilah binti Al-Farafishah, Potret Wanita Salihah nan Setia, Istri Khalifah Utsman bin Affan

23 Januari 2023 - 10:00 WIB

Na’ilah binti Al-Farafishah, Potret Wanita Salihah nan Setia, Istri Khalifah Utsman bin Affan

Ummu Haram binti Milhan ra., Wanita Syahid dan Penyabar

17 Januari 2023 - 08:00 WIB

Ummu Haram binti Milhan bin Khalid, seorang wanita Ansar yang berasal dari suku Najjar dan lebih dulu masuk Islam serta berbaiat kepada Rasulullah saw

Bisakah Perempuan Menjadi Qawwamah Seperti Laki-laki?

16 Januari 2023 - 15:00 WIB

Bisakah Perempuan Menjadi Qawwamah Seperti Laki-laki?

Ummu Sulaim, Pelindung Nabi di Medan Perang

16 Januari 2023 - 10:00 WIB

Ummu Sulaim, Pelindung Nabi di Medan Perang

Keumalahayati: Singa Betina dari Aceh, Benarkah Hasil Didikan Khilafah?

15 Januari 2023 - 12:00 WIB

Keumalahayati: Singa Betina dari Aceh, Benarkah Hasil Didikan Khilafah?
Trending di Perempuan